MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Pedagang Sebut Tak Ada Larangan

Terkait Mahalnya Harga BBM Eceran di Talisayan

MASIH BERTAHAN: BBM jenis premium tingkat pengecer di wilayah Kecamatan Talisayan dijual seharga Rp 10 ribu per botol.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yakni Rp 10 ribu per botol dipatok para pedagang eceran di wilayah KecamatanTalisayan, dianggap kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah maupun aparat oleh sejumlah pengendara.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang pedagang berpangkalan di Jalan Raja Alam, Kampung Talisayan, yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku, selama ini tidak ada larangan menjual BBM jenis Premium Rp 10 per botol.

"Tidak ada yang protes ketika membeli. Jika pun ada, itu orang iri saja. Bahkan, aparatur kecamatan dan kampung maupun polisi sering beli sama saya. Enggak ada melarang atau mengatakan mahal," katanya kepada Berau Post, kemarin.

"Apalagi saya jualnya sampai full (penuh) botol. Itu lewat se-liter. Wajar dong dijual 10 ribu," sambungnya.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya yang juga tak mau menyebutkan identitasnya tersebut. Ia mengungkapkan, selama ini memang tidak ada larangan terkait hal tersebut.

"Enggak ada larangan. Jika dilarang, enggak mungkin harga sama semua," tuturnya.

Apalagi, pengambilan BBM tidak hanya di Agen Penjualan Minyak Solar (APMS). Dijatahnya para pengantre, membuat pedagan terpaksa mengambil BBM dari Tanjung Redeb yang dipesan melalui angkutan antarkecamatan.

"Ongkos angkutan sama BBM-nya Rp 180 ribu. Kalau dijual Rp 8 ribu per botolnya rugi lah kami. Lebih baik gk usah menjual," pungkasnya.

Jika nantinya ada larangan maupun teguran, agar pedagang dapat menujual BBM sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 8 ribu per liter, dirinya akan mematuhinya. Dengan catatan, semua pedagang harus merata ditertibkan.

"Mau tidak mau, diikuti. Tapi harus adil. Satu ditertibkan, semua harus tertib. Terutama kouta antrean bensin bisa ditambah," pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:39

P2TP2A Usulkan Perbup tentang Penjualan Lem

TANJUNG REDEB - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) mengusulkan pembuatan…

Sabtu, 17 November 2018 11:34

RS Pratama Tangani 7 Kasus DBD

TALISAYAN – Memasuki musim hujan, Direktur Rumah Sakit Pratama Talisayan Nusyamsi, imbau warga…

Sabtu, 17 November 2018 11:33

Tegakkan Tiang Listrik Pekan Depan

TANJUNG REDEB - Perusahan Listrik Negara (PLN) Area Berau, memastikan segera menindaklanjuti terkait…

Sabtu, 17 November 2018 11:32

Terkendala Alat Bukti dan Keterangan Saksi

TANJUNG REDEB - Kasus dugaan pencabulan oleh terlapor berinisial R terhadap RH (14) warga Suaran, Sambaliung…

Sabtu, 17 November 2018 11:31

Sisa Kotoran Parit Masih Basah

TANJUNG REDEB – Bekas pengerukan drainase oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau…

Jumat, 16 November 2018 13:13

Minta Pemkab Sediakan Lahan

TANJUNG REDEB – Wakalpolda Kaltim Brigjen Pol Lukman Wahyu Harianto mendorong pemerintah daerah…

Jumat, 16 November 2018 13:11

Bensin Sulit di Talisayan

TALISAYAN- Kelangkaan bensin di wilayah Tanjung Redeb dan sekitarnya, juga berdampak pada sejumlah wilayah…

Jumat, 16 November 2018 13:09

Waspada Berkendara saat Hujan

BIDUKBIDUK - Masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat…

Jumat, 16 November 2018 12:13

Tangkal Paham Radikal, Tanamkan Nilai Pancasila

TANJUNG REDEB - Menangkal potensi masuknya pemahaman radikal di Kabupaten Berau, terus dalam pengawasan…

Jumat, 16 November 2018 12:10

Kebersihan Nilai Tambah untuk Pulau Wisata

BUPATI Muharram terus mengajak seluruh masyarakat di pulau-pulau wisata, agar sadar dalam menjaga kebersihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .