MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Pedagang Sebut Tak Ada Larangan

Terkait Mahalnya Harga BBM Eceran di Talisayan

MASIH BERTAHAN: BBM jenis premium tingkat pengecer di wilayah Kecamatan Talisayan dijual seharga Rp 10 ribu per botol.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yakni Rp 10 ribu per botol dipatok para pedagang eceran di wilayah KecamatanTalisayan, dianggap kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah maupun aparat oleh sejumlah pengendara.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang pedagang berpangkalan di Jalan Raja Alam, Kampung Talisayan, yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku, selama ini tidak ada larangan menjual BBM jenis Premium Rp 10 per botol.

"Tidak ada yang protes ketika membeli. Jika pun ada, itu orang iri saja. Bahkan, aparatur kecamatan dan kampung maupun polisi sering beli sama saya. Enggak ada melarang atau mengatakan mahal," katanya kepada Berau Post, kemarin.

"Apalagi saya jualnya sampai full (penuh) botol. Itu lewat se-liter. Wajar dong dijual 10 ribu," sambungnya.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya yang juga tak mau menyebutkan identitasnya tersebut. Ia mengungkapkan, selama ini memang tidak ada larangan terkait hal tersebut.

"Enggak ada larangan. Jika dilarang, enggak mungkin harga sama semua," tuturnya.

Apalagi, pengambilan BBM tidak hanya di Agen Penjualan Minyak Solar (APMS). Dijatahnya para pengantre, membuat pedagan terpaksa mengambil BBM dari Tanjung Redeb yang dipesan melalui angkutan antarkecamatan.

"Ongkos angkutan sama BBM-nya Rp 180 ribu. Kalau dijual Rp 8 ribu per botolnya rugi lah kami. Lebih baik gk usah menjual," pungkasnya.

Jika nantinya ada larangan maupun teguran, agar pedagang dapat menujual BBM sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 8 ribu per liter, dirinya akan mematuhinya. Dengan catatan, semua pedagang harus merata ditertibkan.

"Mau tidak mau, diikuti. Tapi harus adil. Satu ditertibkan, semua harus tertib. Terutama kouta antrean bensin bisa ditambah," pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 14:11

Honorer 2005 Berharap Segera Diangkat

TANJUNG REDEB – Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 49…

Jumat, 22 Februari 2019 14:09

Warga Bidukbiduk Bersih-Bersih Pantai

BIDUKBIDUK – Masyarakat Kecamatan Bidukbiduk dari beberapa kampung, bergotong royong…

Jumat, 22 Februari 2019 14:08

Tembudan Susun Perkam Kewenangan Kampung

BATU PUTIH - Pemerintah Kampung Tembudan menyusunan rancangan Peraturan Kampung…

Jumat, 22 Februari 2019 14:06

Arus Pendek Kerap Jadi Penyebab Kebakaran

TANJUNG REDEB - Musibah kebakaran cukup ‘menghantui’ masyarakat Berau dalam…

Kamis, 21 Februari 2019 00:27

Tabalar Ulu dan Buyung-Buyung Masih Terisolasi

TABALAR –Sejumlah wilayah di Kabupaten Berau memang sudah didukung dengan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:26

Disdukcapil Janji Akan Jemput Bola

TANJUNG REDEB – Permudah masyarakat melakukan perekaman data kependudukan khususnya…

Kamis, 21 Februari 2019 00:19

Belum Serah Terima, Bangunan Pasar Tradisional Menganggur

TALISAYAN – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, bangunan pasar…

Kamis, 21 Februari 2019 00:18

Jalan Menuju Pesisir Rawan Tertimbun Longsor

TALISAYAN – Masyarakat pesisir selatan Berau diimbau agar tetap waspada,…

Rabu, 20 Februari 2019 18:10

Butuh Listrik dan Jaringan Telekomunikasi

SAMBALIUNG – Kampung Long Lanuk yang berada di Kecamatan Sambaliung,…

Rabu, 20 Februari 2019 14:43

Perbaikan Pipa Distribusi Dilakukan Bertahap

TALISAYAN – Pipa jaringan sistem penyediaan air minum Instalasi Pengolahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*