MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Pedagang Sebut Tak Ada Larangan

Terkait Mahalnya Harga BBM Eceran di Talisayan

MASIH BERTAHAN: BBM jenis premium tingkat pengecer di wilayah Kecamatan Talisayan dijual seharga Rp 10 ribu per botol.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yakni Rp 10 ribu per botol dipatok para pedagang eceran di wilayah KecamatanTalisayan, dianggap kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah maupun aparat oleh sejumlah pengendara.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang pedagang berpangkalan di Jalan Raja Alam, Kampung Talisayan, yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku, selama ini tidak ada larangan menjual BBM jenis Premium Rp 10 per botol.

"Tidak ada yang protes ketika membeli. Jika pun ada, itu orang iri saja. Bahkan, aparatur kecamatan dan kampung maupun polisi sering beli sama saya. Enggak ada melarang atau mengatakan mahal," katanya kepada Berau Post, kemarin.

"Apalagi saya jualnya sampai full (penuh) botol. Itu lewat se-liter. Wajar dong dijual 10 ribu," sambungnya.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya yang juga tak mau menyebutkan identitasnya tersebut. Ia mengungkapkan, selama ini memang tidak ada larangan terkait hal tersebut.

"Enggak ada larangan. Jika dilarang, enggak mungkin harga sama semua," tuturnya.

Apalagi, pengambilan BBM tidak hanya di Agen Penjualan Minyak Solar (APMS). Dijatahnya para pengantre, membuat pedagan terpaksa mengambil BBM dari Tanjung Redeb yang dipesan melalui angkutan antarkecamatan.

"Ongkos angkutan sama BBM-nya Rp 180 ribu. Kalau dijual Rp 8 ribu per botolnya rugi lah kami. Lebih baik gk usah menjual," pungkasnya.

Jika nantinya ada larangan maupun teguran, agar pedagang dapat menujual BBM sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 8 ribu per liter, dirinya akan mematuhinya. Dengan catatan, semua pedagang harus merata ditertibkan.

"Mau tidak mau, diikuti. Tapi harus adil. Satu ditertibkan, semua harus tertib. Terutama kouta antrean bensin bisa ditambah," pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 00:16

Bawah Jembatan Lempake Jadi Tempat Sampah

BIATAN - Minimnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, bagi sebagian oknum warga sepertinya…

Rabu, 23 Mei 2018 00:15

Bisnis Sarang Burung Walet Kian Menggiurkan

TALISAYAN- Menggiurkannya investasi sarang burung walet rumahan, membuat para pengusaha maupun masyarakat…

Rabu, 23 Mei 2018 00:14

Kuota Bright Gas 5,5 Kg Dianggap Kurang

TANJUNG REDEB – Keberadaan Bright Gas 5,5 Kg di Bumi Batiwakkal, belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan…

Rabu, 23 Mei 2018 00:13

Balapan Liar, Dua Motor Lagi Diamankan

TANJUNG REDEB – Selema Ramadan, Satlantas Polres Berau terus memburu aksi balapan liar di sejumlah…

Rabu, 23 Mei 2018 00:11

Konvoi Sahur Dipantau Satlantas

TANJUNG REDEB – Membangunkan orang sahur sah-sah saja, tapi kalau caranya membahayakan keselamatan…

Rabu, 23 Mei 2018 00:10

IPAL, Solusi Sanitasi Ramah Lingkungan

TANJUNG REDEB - Program Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilakukan pemerintah melalui Dinas…

Selasa, 22 Mei 2018 09:39

Satlantas Amankan Motor untuk Balapan Liar

TANJUNG REDEB – Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat Ramadan intensitas balapan liar cukup tinggi.…

Selasa, 22 Mei 2018 09:07

Prioritaskan Jalan Usaha Tani

BATU PUTIH – Dalam memaksimalkan potensi pertanian, serta memberikan kenyamanan dalam aktivitas…

Selasa, 22 Mei 2018 09:05

Warga Minta Jalan Lingkungan di Bumi Jaya Diaspal

TALISAYAN- Masyarakat yang berada di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengeluhkan kondisi jalan…

Senin, 21 Mei 2018 17:31

Harus Perhatikan Kepentingan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Melihat banyaknya lubang-lubang tambang yang menganga di hutan adat Berau, membuat Komando…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .