MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Pedagang Sebut Tak Ada Larangan

Terkait Mahalnya Harga BBM Eceran di Talisayan

MASIH BERTAHAN: BBM jenis premium tingkat pengecer di wilayah Kecamatan Talisayan dijual seharga Rp 10 ribu per botol.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium yakni Rp 10 ribu per botol dipatok para pedagang eceran di wilayah KecamatanTalisayan, dianggap kurang mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah maupun aparat oleh sejumlah pengendara.

Berdasarkan informasi yang diterima dari salah seorang pedagang berpangkalan di Jalan Raja Alam, Kampung Talisayan, yang namanya tidak ingin dikorankan mengaku, selama ini tidak ada larangan menjual BBM jenis Premium Rp 10 per botol.

"Tidak ada yang protes ketika membeli. Jika pun ada, itu orang iri saja. Bahkan, aparatur kecamatan dan kampung maupun polisi sering beli sama saya. Enggak ada melarang atau mengatakan mahal," katanya kepada Berau Post, kemarin.

"Apalagi saya jualnya sampai full (penuh) botol. Itu lewat se-liter. Wajar dong dijual 10 ribu," sambungnya.

Hal serupa juga dikatakan pedagang lainnya yang juga tak mau menyebutkan identitasnya tersebut. Ia mengungkapkan, selama ini memang tidak ada larangan terkait hal tersebut.

"Enggak ada larangan. Jika dilarang, enggak mungkin harga sama semua," tuturnya.

Apalagi, pengambilan BBM tidak hanya di Agen Penjualan Minyak Solar (APMS). Dijatahnya para pengantre, membuat pedagan terpaksa mengambil BBM dari Tanjung Redeb yang dipesan melalui angkutan antarkecamatan.

"Ongkos angkutan sama BBM-nya Rp 180 ribu. Kalau dijual Rp 8 ribu per botolnya rugi lah kami. Lebih baik gk usah menjual," pungkasnya.

Jika nantinya ada larangan maupun teguran, agar pedagang dapat menujual BBM sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 8 ribu per liter, dirinya akan mematuhinya. Dengan catatan, semua pedagang harus merata ditertibkan.

"Mau tidak mau, diikuti. Tapi harus adil. Satu ditertibkan, semua harus tertib. Terutama kouta antrean bensin bisa ditambah," pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:17

17 Agustus, Ini Pesan Penting Bupati Berau

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengimbau kepada masyarakat Berau, khususnya agar dapat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:15

BPJS Diminta Beri Kebijakan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, berharap Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS)…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:24

Talisayan Diminta Berbenah

TALISAYAN –Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng, minta kelompok…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:23

Pemuda Harus Merdeka dari Narkoba

TALISAYAN – Peringati hari kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, Camat Talisayan David Pamuji,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:22

DMPK Berhentikan Dua Kakam

TANJUNG REDEB – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dua Kepala Kampung (Kakam) diberhentikan.…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:43

7 Orang Langsung Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:42

Tinjau Pemondokan di Arafah dan Mina

TANJUNG REDEB - Sudah lebih sepekan seluruh jamaah haji asal Berau berada di Tanah Suci. Walau sempat…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:40

Serap Aspirasi Pedagang

TANJUNG REDEB – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memuji keberhasilan Pemkab Berau yang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:11

Jual Bantuan Sembako, Upayakan Pengiriman Berupa Dana

TANJUNG REDEB – Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTB), khususnya Lombok, membuat beberapa…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:08

Kasus Dugaan Pemerkosaan Karyawan Tambang, Ternyata Polisi Belum Cukup Bukti

SAMBALIUNG - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap warga Suaran, Sambaliung, oleh salah satu karyawan kontraktor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .