MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Anak-Anak Biatan Ilir Sekolah di Kutim

Terkendala Akses yang Buruk di Daerah Sendiri

Abdul Hafid

PROKAL.CO, BIATAN – Jauhnya jarak tempuh serta tidak memadainya infrastruktur  jalan menuju kawasan Semindal, RT 4 Kampung Biatan Ilir, membuat warga terpaksa menumpang pendidikan di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Kampung Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang.

Kondisi itu dibenarkan Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid. Ia mengatakan, dari lingkungan RT 4 menuju fasilitas pendidikan dasar yang berada di pusat pemerintahan kampung, membutuhkan jarak tempuh 45 kilometer dengan medan jalan yang buruk. Terutama ketika diguyur hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur.

Sehingga, warga di sana terpaksa menuju kabupaten tetangga Bumi Batiwakkal julukan dari Kabupaten Berau. Untuk jarak tidak berbeda jauh yakni membutuhkan 42 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari kawasan pemukiman RT 4.

“Karena medan jalan lebih mudah dilalui, warga menyekolahkan anaknya di Kutim,” kata Abdul Hafid kepada awak Berau Post, Senin (12/2).

Hafid belum mengetahui jumlah pasti warganya yang bersekolah di perkampungan yang masuk wilayah Kutim itu, namun kondisi itu menjadi perhatian prioritas pemerintah kampung.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan pembangunan sekolah filial untuk warga yang bertempat tinggal di pedalaman Kampung Biatan Ilir, kepada Pemkab Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Nanti kami data yang kemudian kami ajukan pembangunannya. Itu betul-betul menjadi perhatian kami. Karena ini menyangkut pendidikan warga di daerahnya,” ujarnya.

Tidak hanya mempermudah. Warga yang sebelumnya  tidak menyekolahkan anaknya, dapat memasukkan anak mereka untuk menimba ilmu di bangku SD.

“Kampung kami juga berbatasan dengan Kampung Biatan Ulu. Jadi, anak di sana juga bisa bergabung untuk melaksanakan proses belajar,” paparnya.

Hafid juga mengatakan, dirinya tidak mau ada warganya di daerahnya buta pendidikan, akibat terkendala fasilitas pendidikan. Sebab, jika persoalan sengketa lahan dengan pihak perusahaan dapat dimenangkannya. Beberapa persen dari hasil perkebunan nantinya, akan alokasikan menjadi beasiswa bagi warganya yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun terkendala biaya.

Jadi, tidak ada alasan bagi orangtua di wilayahnya, tidak menyekolahkan anaknya untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Sebab, dirinya memiliki harapan, warga di daerahnya dapat bergelar sarjana.

“Keberhasilan kampung bukan dinilai megahnya pembangunan infrastruktur saja. Tapi, juga dinilai dari segi SDM (sumber daya manusia)-nya,” tuturnya.

“Sekarang kami dikenal petani yang kotor dan kumuh. Tapi dengan tingginya SDM, kedepannya warga kami bisa menjadi petani berdasi,” harapnya. (jun/app)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 11:36

Kelurahan Karang Ambun Siapkan Posyandu Lansia

TANJUNG REDEB – Kelurahan Karang Ambun akhirnya memiliki Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khusus…

Jumat, 23 Februari 2018 11:36

Antisipasi Banjir Terus Dilakukan

TANJUNG REDEB –Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, terus rutin membersihkan saluran-saluran…

Jumat, 23 Februari 2018 11:34

Gurimbang Ajukan 19 Pogram

SAMBALIUNG – Kampung Gurimbang telah menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang)…

Jumat, 23 Februari 2018 11:30

Dua Kampung Belum Bentuk BUMK

TALISAYAN – Belum seluruhnya perkampungan di wilayah Kecamatan Talisayan, membentuk Badan Usaha…

Jumat, 23 Februari 2018 11:30

Yamsir Sesalkan Kinerja BPK

TALISAYAN – Kinerja Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Talisayan, belum maksimal. Dalam tujuh…

Jumat, 23 Februari 2018 11:29

Jelang MTQ, Rambu Lalu Lintas Bakal Diremajakan

TANJUNG REDEB -  Jelang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Dinas Perhubungan (Dishub) Berau akan…

Jumat, 23 Februari 2018 11:28

Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar Kedua

TANJUNG REDEB - Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, mencatat tingkat kemiskinan masyarakat di Bumi Batiwakkal,…

Kamis, 22 Februari 2018 11:48

Talisayan Aktifkan Ronda Malam

TALISAYAN – Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, perlu kesadaran warga dalam menggalakkan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Tegaskan Larangan Miras dan Judi

BIATAN – Pemerintah Kampung Biatan Ilir, melarang keras adanya aktivitas perjudian maupun penjualan…

Kamis, 22 Februari 2018 11:46

Hari Ini, Sidang Darsi Digelar

TANJUNG REDEB – Persidangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Darsi (65) warga Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .