MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Anak-Anak Biatan Ilir Sekolah di Kutim

Terkendala Akses yang Buruk di Daerah Sendiri

Abdul Hafid

PROKAL.CO, BIATAN – Jauhnya jarak tempuh serta tidak memadainya infrastruktur  jalan menuju kawasan Semindal, RT 4 Kampung Biatan Ilir, membuat warga terpaksa menumpang pendidikan di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Kampung Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang.

Kondisi itu dibenarkan Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid. Ia mengatakan, dari lingkungan RT 4 menuju fasilitas pendidikan dasar yang berada di pusat pemerintahan kampung, membutuhkan jarak tempuh 45 kilometer dengan medan jalan yang buruk. Terutama ketika diguyur hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur.

Sehingga, warga di sana terpaksa menuju kabupaten tetangga Bumi Batiwakkal julukan dari Kabupaten Berau. Untuk jarak tidak berbeda jauh yakni membutuhkan 42 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari kawasan pemukiman RT 4.

“Karena medan jalan lebih mudah dilalui, warga menyekolahkan anaknya di Kutim,” kata Abdul Hafid kepada awak Berau Post, Senin (12/2).

Hafid belum mengetahui jumlah pasti warganya yang bersekolah di perkampungan yang masuk wilayah Kutim itu, namun kondisi itu menjadi perhatian prioritas pemerintah kampung.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan pembangunan sekolah filial untuk warga yang bertempat tinggal di pedalaman Kampung Biatan Ilir, kepada Pemkab Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Nanti kami data yang kemudian kami ajukan pembangunannya. Itu betul-betul menjadi perhatian kami. Karena ini menyangkut pendidikan warga di daerahnya,” ujarnya.

Tidak hanya mempermudah. Warga yang sebelumnya  tidak menyekolahkan anaknya, dapat memasukkan anak mereka untuk menimba ilmu di bangku SD.

“Kampung kami juga berbatasan dengan Kampung Biatan Ulu. Jadi, anak di sana juga bisa bergabung untuk melaksanakan proses belajar,” paparnya.

Hafid juga mengatakan, dirinya tidak mau ada warganya di daerahnya buta pendidikan, akibat terkendala fasilitas pendidikan. Sebab, jika persoalan sengketa lahan dengan pihak perusahaan dapat dimenangkannya. Beberapa persen dari hasil perkebunan nantinya, akan alokasikan menjadi beasiswa bagi warganya yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun terkendala biaya.

Jadi, tidak ada alasan bagi orangtua di wilayahnya, tidak menyekolahkan anaknya untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Sebab, dirinya memiliki harapan, warga di daerahnya dapat bergelar sarjana.

“Keberhasilan kampung bukan dinilai megahnya pembangunan infrastruktur saja. Tapi, juga dinilai dari segi SDM (sumber daya manusia)-nya,” tuturnya.

“Sekarang kami dikenal petani yang kotor dan kumuh. Tapi dengan tingginya SDM, kedepannya warga kami bisa menjadi petani berdasi,” harapnya. (jun/app)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:27

Pesawat Amfibi Diwacanakan Beroperasi di Maratua

TANJUNG REDEB – Pulau Maratua memang memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Hal itu…

Selasa, 25 September 2018 13:26

Hari Statistik Nasional, Perayaan bagi Seluruh Insan Statistik

DEWASA ini, statistik memiliki posisi penting dalam pembangunan bangsa. Peran data sebagai penentu kebijakan…

Selasa, 25 September 2018 13:25

Diserang Penyu, Pengembangan Rumput Laut Terpaksa Dihentikan

BATU PUTIH - Pengembangan rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih mengalami kendala.…

Selasa, 25 September 2018 13:24

September, BPBD Tangani 11 Karhutla

TANJUNG REDEB – Pada September ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, terhitung…

Selasa, 25 September 2018 13:24

TRC Respons Keluhan Warga

TANJUNG REDEB - Menindak lanjuti kondisi Jalan Bujangga yang berpotensi membahayakan pengendara, karena…

Selasa, 25 September 2018 13:23

Pantai Giring-Giring Abrasi, Warga Khawatir

BIDUKBIDUK- Warga yang berada di sekitar pantai Kampung Giring-Giring Kecamatan Bidukbiduk, mulai waswas…

Senin, 24 September 2018 13:24

Solar Eceran Mulai Langka di Talisayan

TALISAYAN - Sulitnya mendapatkan solar eceran di Kecamatan Batu Putih, juga terjadi di Kampung Talisayan…

Senin, 24 September 2018 13:23

Demi Keamanan, Bidukbiduk Perlu Bus Sekolah

BIDUKBIDUK- Belum adanya alat transportasi antar jemput siswa di Kecamatan Bidukbiduk, membuat puluhan…

Senin, 24 September 2018 13:22

Warga Masih Khawatir dengan Teror Kuyang

BATU PUTIH - Dampak dari penampakan yang diduga kuyang, hingga kini masih menimbulkan kekhawatiran masyarakat…

Senin, 24 September 2018 13:22

Aktivitas di Tepi Jalan Bujangga Jadi Perhatian

TANJUNG REDEB - Setelah menurunkan beban kendaraan yang melintas di Jalan Bujangga, dari 8 ton mejadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .