MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Anak-Anak Biatan Ilir Sekolah di Kutim

Terkendala Akses yang Buruk di Daerah Sendiri

Abdul Hafid

PROKAL.CO, BIATAN – Jauhnya jarak tempuh serta tidak memadainya infrastruktur  jalan menuju kawasan Semindal, RT 4 Kampung Biatan Ilir, membuat warga terpaksa menumpang pendidikan di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Kampung Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang.

Kondisi itu dibenarkan Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid. Ia mengatakan, dari lingkungan RT 4 menuju fasilitas pendidikan dasar yang berada di pusat pemerintahan kampung, membutuhkan jarak tempuh 45 kilometer dengan medan jalan yang buruk. Terutama ketika diguyur hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur.

Sehingga, warga di sana terpaksa menuju kabupaten tetangga Bumi Batiwakkal julukan dari Kabupaten Berau. Untuk jarak tidak berbeda jauh yakni membutuhkan 42 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari kawasan pemukiman RT 4.

“Karena medan jalan lebih mudah dilalui, warga menyekolahkan anaknya di Kutim,” kata Abdul Hafid kepada awak Berau Post, Senin (12/2).

Hafid belum mengetahui jumlah pasti warganya yang bersekolah di perkampungan yang masuk wilayah Kutim itu, namun kondisi itu menjadi perhatian prioritas pemerintah kampung.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan pembangunan sekolah filial untuk warga yang bertempat tinggal di pedalaman Kampung Biatan Ilir, kepada Pemkab Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Nanti kami data yang kemudian kami ajukan pembangunannya. Itu betul-betul menjadi perhatian kami. Karena ini menyangkut pendidikan warga di daerahnya,” ujarnya.

Tidak hanya mempermudah. Warga yang sebelumnya  tidak menyekolahkan anaknya, dapat memasukkan anak mereka untuk menimba ilmu di bangku SD.

“Kampung kami juga berbatasan dengan Kampung Biatan Ulu. Jadi, anak di sana juga bisa bergabung untuk melaksanakan proses belajar,” paparnya.

Hafid juga mengatakan, dirinya tidak mau ada warganya di daerahnya buta pendidikan, akibat terkendala fasilitas pendidikan. Sebab, jika persoalan sengketa lahan dengan pihak perusahaan dapat dimenangkannya. Beberapa persen dari hasil perkebunan nantinya, akan alokasikan menjadi beasiswa bagi warganya yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun terkendala biaya.

Jadi, tidak ada alasan bagi orangtua di wilayahnya, tidak menyekolahkan anaknya untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Sebab, dirinya memiliki harapan, warga di daerahnya dapat bergelar sarjana.

“Keberhasilan kampung bukan dinilai megahnya pembangunan infrastruktur saja. Tapi, juga dinilai dari segi SDM (sumber daya manusia)-nya,” tuturnya.

“Sekarang kami dikenal petani yang kotor dan kumuh. Tapi dengan tingginya SDM, kedepannya warga kami bisa menjadi petani berdasi,” harapnya. (jun/app)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 00:16

Bawah Jembatan Lempake Jadi Tempat Sampah

BIATAN - Minimnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, bagi sebagian oknum warga sepertinya…

Rabu, 23 Mei 2018 00:15

Bisnis Sarang Burung Walet Kian Menggiurkan

TALISAYAN- Menggiurkannya investasi sarang burung walet rumahan, membuat para pengusaha maupun masyarakat…

Rabu, 23 Mei 2018 00:14

Kuota Bright Gas 5,5 Kg Dianggap Kurang

TANJUNG REDEB – Keberadaan Bright Gas 5,5 Kg di Bumi Batiwakkal, belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan…

Rabu, 23 Mei 2018 00:13

Balapan Liar, Dua Motor Lagi Diamankan

TANJUNG REDEB – Selema Ramadan, Satlantas Polres Berau terus memburu aksi balapan liar di sejumlah…

Rabu, 23 Mei 2018 00:11

Konvoi Sahur Dipantau Satlantas

TANJUNG REDEB – Membangunkan orang sahur sah-sah saja, tapi kalau caranya membahayakan keselamatan…

Rabu, 23 Mei 2018 00:10

IPAL, Solusi Sanitasi Ramah Lingkungan

TANJUNG REDEB - Program Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilakukan pemerintah melalui Dinas…

Selasa, 22 Mei 2018 09:39

Satlantas Amankan Motor untuk Balapan Liar

TANJUNG REDEB – Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat Ramadan intensitas balapan liar cukup tinggi.…

Selasa, 22 Mei 2018 09:07

Prioritaskan Jalan Usaha Tani

BATU PUTIH – Dalam memaksimalkan potensi pertanian, serta memberikan kenyamanan dalam aktivitas…

Selasa, 22 Mei 2018 09:05

Warga Minta Jalan Lingkungan di Bumi Jaya Diaspal

TALISAYAN- Masyarakat yang berada di Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengeluhkan kondisi jalan…

Senin, 21 Mei 2018 17:31

Harus Perhatikan Kepentingan Masyarakat

TANJUNG REDEB - Melihat banyaknya lubang-lubang tambang yang menganga di hutan adat Berau, membuat Komando…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .