MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:19
Anak-Anak Biatan Ilir Sekolah di Kutim

Terkendala Akses yang Buruk di Daerah Sendiri

Abdul Hafid

PROKAL.CO, BIATAN – Jauhnya jarak tempuh serta tidak memadainya infrastruktur  jalan menuju kawasan Semindal, RT 4 Kampung Biatan Ilir, membuat warga terpaksa menumpang pendidikan di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Kampung Tepian Terap, Kecamatan Sangkulirang.

Kondisi itu dibenarkan Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid. Ia mengatakan, dari lingkungan RT 4 menuju fasilitas pendidikan dasar yang berada di pusat pemerintahan kampung, membutuhkan jarak tempuh 45 kilometer dengan medan jalan yang buruk. Terutama ketika diguyur hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur.

Sehingga, warga di sana terpaksa menuju kabupaten tetangga Bumi Batiwakkal julukan dari Kabupaten Berau. Untuk jarak tidak berbeda jauh yakni membutuhkan 42 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari kawasan pemukiman RT 4.

“Karena medan jalan lebih mudah dilalui, warga menyekolahkan anaknya di Kutim,” kata Abdul Hafid kepada awak Berau Post, Senin (12/2).

Hafid belum mengetahui jumlah pasti warganya yang bersekolah di perkampungan yang masuk wilayah Kutim itu, namun kondisi itu menjadi perhatian prioritas pemerintah kampung.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan pembangunan sekolah filial untuk warga yang bertempat tinggal di pedalaman Kampung Biatan Ilir, kepada Pemkab Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Nanti kami data yang kemudian kami ajukan pembangunannya. Itu betul-betul menjadi perhatian kami. Karena ini menyangkut pendidikan warga di daerahnya,” ujarnya.

Tidak hanya mempermudah. Warga yang sebelumnya  tidak menyekolahkan anaknya, dapat memasukkan anak mereka untuk menimba ilmu di bangku SD.

“Kampung kami juga berbatasan dengan Kampung Biatan Ulu. Jadi, anak di sana juga bisa bergabung untuk melaksanakan proses belajar,” paparnya.

Hafid juga mengatakan, dirinya tidak mau ada warganya di daerahnya buta pendidikan, akibat terkendala fasilitas pendidikan. Sebab, jika persoalan sengketa lahan dengan pihak perusahaan dapat dimenangkannya. Beberapa persen dari hasil perkebunan nantinya, akan alokasikan menjadi beasiswa bagi warganya yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun terkendala biaya.

Jadi, tidak ada alasan bagi orangtua di wilayahnya, tidak menyekolahkan anaknya untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Sebab, dirinya memiliki harapan, warga di daerahnya dapat bergelar sarjana.

“Keberhasilan kampung bukan dinilai megahnya pembangunan infrastruktur saja. Tapi, juga dinilai dari segi SDM (sumber daya manusia)-nya,” tuturnya.

“Sekarang kami dikenal petani yang kotor dan kumuh. Tapi dengan tingginya SDM, kedepannya warga kami bisa menjadi petani berdasi,” harapnya. (jun/app)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:17

17 Agustus, Ini Pesan Penting Bupati Berau

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengimbau kepada masyarakat Berau, khususnya agar dapat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:15

BPJS Diminta Beri Kebijakan

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, berharap Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS)…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:24

Talisayan Diminta Berbenah

TALISAYAN –Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng, minta kelompok…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:23

Pemuda Harus Merdeka dari Narkoba

TALISAYAN – Peringati hari kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia, Camat Talisayan David Pamuji,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:22

DMPK Berhentikan Dua Kakam

TANJUNG REDEB – Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dua Kepala Kampung (Kakam) diberhentikan.…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:43

7 Orang Langsung Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:42

Tinjau Pemondokan di Arafah dan Mina

TANJUNG REDEB - Sudah lebih sepekan seluruh jamaah haji asal Berau berada di Tanah Suci. Walau sempat…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:41

Makin Nekat, Monyet Masuk Rumah Warga

BATU PUTIH - Gerombolan monyet liar turun dari gunung dan masuk ke permukiman warga di Kampung Tembudan…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:40

Serap Aspirasi Pedagang

TANJUNG REDEB – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memuji keberhasilan Pemkab Berau yang…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:39

Bahaya, Siswa di Bidukbiduk Tumpangi Mobil Bak Terbuka

BIDUKBIDUK - Aktivitas siswa dari salah satu sekolah di Kecamatan Bidukbiduk saat pulang sekolah jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .