MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:42
Awasi Nelayan “Nakal”
PEMBERANTASAN ILLEGAL FISHING: Bupati menginstruksikan Dinas Perikanan Berau terus melakukan pengawasan terhadap nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan tak ramah lingkungan. Beberapa waktu lalu, pemusnahan terhadap pukat harimau dilakukan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharam meminta kepada Dinas Perikanan, untuk terus mengawasi aktivitas nelayan baik di sungai maupun di laut, sebab hingga saat ini masih saja ditemukan nelayan yang menggunakan bom ikan maupun setrum.

Ditegaskan Bupati, kekayaan laut Berau harus dijaga, praktik illegal fishing seperti pengeboman ikan yang masih dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, harus diwaspadai dari sekarang sebelum kekayaan ini tidak akan bisa dinikmati lagi kedepannya.

Lanjut Muharram, potensi yang sangat besar ini harus dijaga sejak dini. Kondisi ini dikhawatirkan membuat keanekaragaman di laut Berau menjadi berkurang seiring kerusakan terumbu karang sebagai tempat hidup para ikan, akibat bom ikan.

Dijelaskannya, tidak hanya menggunakan pukat tarik yang telah dilarang, oknum nelayan juga masih menggunakan bom ikan, potasium dan juga alat setrum untuk menangkap ikan.

"Cara yang tidak ramah lingkungan ini dikhawatirkan akan menyebabkan populasi ikan menurun, dan merusak terumbu karang. Pada akhirnya akan menyebabkan penurunan populasi ikan dan mengancam sektor pariwisata bahari, yang selama ini menjadi andalan Berau," ungkapnya.

Untuk memberantas praktik ini, pihaknya telah meminta kepada Dinas Perikanan Berau, melakukan pengawasan lebih ketat terhadap nelayan.

"Kami juga telah melarang penjual untuk tidak membeli ikan dari hasil bom ikan. Ia mewanti-wanti para pembeli ikan dari pelaku ini karena perbuatan itu masuk dalam ranah pidana," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Berau, Fuadi mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran untuk mengganti alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Fuadi mengingatkan, jika para nelayan tetap bersikeras menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pihaknya bersama TNI dan Polri akan memberikan tindakan tegas.

“Jika para nelayan masih terus menggunakan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, maka kedepannya akan dilakukan penertiban oleh pemerintah bekerja sama dengan kepolisian atau TNI,” tegasnya.

Meski demikian, Dinas Perikanan Berau masih akan terus berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada para nelayan. “Program penggantian alat tangkap ikan ramah lingkungan ini akan berjalan selama tiga tahun, jadi kami akan terus melakukan sosialisasi kepada nelayan,” tandasnya. (*/sin/app)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 00:43

7 Orang Langsung Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:42

Tinjau Pemondokan di Arafah dan Mina

TANJUNG REDEB - Sudah lebih sepekan seluruh jamaah haji asal Berau berada di Tanah Suci. Walau sempat…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:41

Makin Nekat, Monyet Masuk Rumah Warga

BATU PUTIH - Gerombolan monyet liar turun dari gunung dan masuk ke permukiman warga di Kampung Tembudan…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:40

Serap Aspirasi Pedagang

TANJUNG REDEB – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memuji keberhasilan Pemkab Berau yang…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:39

Bahaya, Siswa di Bidukbiduk Tumpangi Mobil Bak Terbuka

BIDUKBIDUK - Aktivitas siswa dari salah satu sekolah di Kecamatan Bidukbiduk saat pulang sekolah jadi…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:25

Tak Punya Izin Bisa Ditertibkan

TANJUNG REDEB - Banyaknya pedagang yang buka lapak dalam Kota Tanjung Redeb, diakui Satuan Polisi Pamong…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:20

Tak Pakai Jaring, Buah Kerap Jatuh di Jalan

BATU PUTIH - Masyarakat keluhkan aktivitas truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) yang lalu lalang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:08

Kasus Dugaan Pemerkosaan Karyawan Tambang, Ternyata Polisi Belum Cukup Bukti

SAMBALIUNG - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap warga Suaran, Sambaliung, oleh salah satu karyawan kontraktor…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:08

Operator Speedboat Mulai Sadar Keselamatan Penumpang, Ini Buktinya....

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, akui saat ini pengguna jasa transportsi…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:07

Banding di PT Upaya Terakhir

TANJUNG REDEB – Upaya hukum banding pada perkara kasus yang menimpa Bupati Muharram, merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .