MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Februari 2018 00:42
Awasi Nelayan “Nakal”
PEMBERANTASAN ILLEGAL FISHING: Bupati menginstruksikan Dinas Perikanan Berau terus melakukan pengawasan terhadap nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan tak ramah lingkungan. Beberapa waktu lalu, pemusnahan terhadap pukat harimau dilakukan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharam meminta kepada Dinas Perikanan, untuk terus mengawasi aktivitas nelayan baik di sungai maupun di laut, sebab hingga saat ini masih saja ditemukan nelayan yang menggunakan bom ikan maupun setrum.

Ditegaskan Bupati, kekayaan laut Berau harus dijaga, praktik illegal fishing seperti pengeboman ikan yang masih dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, harus diwaspadai dari sekarang sebelum kekayaan ini tidak akan bisa dinikmati lagi kedepannya.

Lanjut Muharram, potensi yang sangat besar ini harus dijaga sejak dini. Kondisi ini dikhawatirkan membuat keanekaragaman di laut Berau menjadi berkurang seiring kerusakan terumbu karang sebagai tempat hidup para ikan, akibat bom ikan.

Dijelaskannya, tidak hanya menggunakan pukat tarik yang telah dilarang, oknum nelayan juga masih menggunakan bom ikan, potasium dan juga alat setrum untuk menangkap ikan.

"Cara yang tidak ramah lingkungan ini dikhawatirkan akan menyebabkan populasi ikan menurun, dan merusak terumbu karang. Pada akhirnya akan menyebabkan penurunan populasi ikan dan mengancam sektor pariwisata bahari, yang selama ini menjadi andalan Berau," ungkapnya.

Untuk memberantas praktik ini, pihaknya telah meminta kepada Dinas Perikanan Berau, melakukan pengawasan lebih ketat terhadap nelayan.

"Kami juga telah melarang penjual untuk tidak membeli ikan dari hasil bom ikan. Ia mewanti-wanti para pembeli ikan dari pelaku ini karena perbuatan itu masuk dalam ranah pidana," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Berau, Fuadi mengatakan, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran untuk mengganti alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Fuadi mengingatkan, jika para nelayan tetap bersikeras menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pihaknya bersama TNI dan Polri akan memberikan tindakan tegas.

“Jika para nelayan masih terus menggunakan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan, maka kedepannya akan dilakukan penertiban oleh pemerintah bekerja sama dengan kepolisian atau TNI,” tegasnya.

Meski demikian, Dinas Perikanan Berau masih akan terus berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada para nelayan. “Program penggantian alat tangkap ikan ramah lingkungan ini akan berjalan selama tiga tahun, jadi kami akan terus melakukan sosialisasi kepada nelayan,” tandasnya. (*/sin/app)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:45

Ada Isu Tsunami, Wisatawan Cuek, Biduk-Biduk Ramai

BIDUKBIDUK – Beredarnya isu tsunami di Bidukbiduk, tidak memengaruhi kunjungan wisatawan ke kecamatan…

Senin, 15 Oktober 2018 13:44

Antisipasi Pencurian, Minta Poskamling Diaktifkan

BIDUKBIDUK - Kepolisian Resor (Polres) Bidukbiduk mengimbau segenap warga yang berada di wilayah hukumnya,…

Senin, 15 Oktober 2018 13:33

Penerangan Tepian Teratai Perlu Ditambah

TANJUNG REDEB - Minimnya  penerangan di beberapa titi tepian teratai Jalan Pulau Derawan, dianggap…

Senin, 15 Oktober 2018 13:32

Jalan Rusak Juga Jadi Penyebab Laka

TANJUNG REDEB – Kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi, tak hanya karena kelalaian pengendara.…

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jaringan Telekomunikasi di Pesisir Juga Buruk

TALISAYAN - Beberapa hari terakhir, jaringan telekomunikasi di beberapa kecamatan di pesisir selatan…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:08

Proses Check In Penumpang Terganggu

TANJUNG REDEB – Hingga Sabtu (13/10) , gangguan jaringan internet dan telekomunikasi masih terjadi.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:18

Sulit Mengurus Administrasi Kependudukan

TALISAYAN – Sulitnya mengurus administrasi kependudukan di wilayah pesisir selatan, membuat masyarakat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:13

Wabup: Jangan Langsung Percaya

KABAR akan terjadi tsunami di Bidukbiduk pada Jumat (12/10) hingga membuat sebagian warga memilih untuk…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:12

Termakan Isu, Warga Bidukbiduk Masih Mengungsi

BIDUKBIDUK- Hingga Jumat (12/10) kemarin, sebagian warga dari sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk…

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:12

Tak Ada Gejala Tsunami, Nelayan Tetap Melaut

BIDUKBIDUK - Nelayan yang bermukim di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk tetap beraktivitas biasa,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .