MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 16 Februari 2018 10:17
JPU Terus Perjuangkan H Samir

Berkas Banding Dilimpahkan ke PT Samarinda

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus pembunuhan H Samir yang dilakukan Laminyo dengan dua rekannya, Supriadi dan Wahyudin terus berkembang. Vonis hukuman penjara 20 tahun terhadap Laminyo dan dua rekannya, dirasa tidak adil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan keluarga korban. Banding pun dilakukan.

Berkas banding ujar Nanang Prihanto selaku JPU kasus tersebut, telah dilimpahkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb ke Pengadilan Tinggi (PT) Samarinda.

Nanang mengatakan, pihaknya mengajukan Fakta Pernyataan Permohonan Banding Penuntut Umum dan diterima oleh Panitera pada 31 Januari lalu. Kemudian ia menyerahkan memori banding dan diterima oleh PN pada 8 Februari.

“Sudah diterima satu minggu yang lalu oleh pihak pengadilan,” ujar Nanang saat ditemui di ruang kerjanya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau , Kamis (15/2).

Ketika Laminyo dan dua rekannya divonis oleh Majelis Hakim pada persidangan pada 25 Januari lalu, ada tiga sikap yang diambil baik dari penuntut umum maupun kuasa hukum terdakwa. Disebutkannya, sikap itu yakni menerima, menolak atau pikir-pikir selama 7 hari.

“Nanti PT mempelajari berkasnya dulu. Apakah nanti penasehat hukumnya mengajukan juga kontra memori banding tersebut setelah putusan pengadilan tingkat pertama itu turun. Jadi saya tidak tahu apakah mereka membuatkan itu atau tidak,” bebernya.

Karena hingga saat ini pihaknya belum menerima banding dari pihak penasehat hukum terdakwa. “Yang jelas karena kami yang banding, jadi kami yang mengajukan.  Karena jauh dari tuntutan kami yakni seumur hidup tapi putusnya hanya 20 tahun,” tegasnya.

Namun Nanang enggan berkomentar soal hasil putusan Majelis Hakim tersebut. Yang jelas menurutnya tidak ada mempertimbangkan hal yang meringankan. Tidak terima putusan itu, ia pun mengajukan upaya banding tersebut.

“Ketika saya menuntut yang meringankan tidak ada. Jika dilihat dari perkaranya ini terang benderang perencanaan. Mulai dari pemberian upah, disuruh membunuh. Tapi itulah putusan Majelis Hakim. Saya hormati putusannya. Saya berkomentarnya dengan itu sidang banding. Saya tidak terima putusan ya saya mengajukan upaya itu,” ungkapnya.

Terkait hasilnya, JPU tidak bisa memastikan berapa lama proses banding ini. Tergantung dari Majelis Tinggi nanti dalam memeriksa berkas. Tapi biasanya, menurut Nanang, jika ini perkara anarki yang mengikuti masa penahanan, kemungkinan menurut kacamatanya dilakukan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan.

“Putusan apa pun nanti misalnya cuman 15 tahun atau berapa, dan saya tidak terima, saya pilih sikap pikir-pikir kemudian saya ajukan banding. Kalau seandainya PT pun diputus sama 20 tahun, dikuatkan, saya masih ada upaya hukum lagi yakni kasasi ke Mahkamah Agung,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya,  Penasihat Hukum (PH) ketiga terdakwa tersebut, Penny Isdhan Tommy SH dan Abadullah SH mengaku wajar jika JPU melakukan banding terhadap vonis yang ditetapkan Majelis Hakim PN Tanjung Redeb.

Tommy menilai, keputusan JPU mengajukan banding sangat wajar. Dan pihaknya siap menghadapinya. “Wajarlah jaksa banding. Karena tuntutan seumur hidup kemudian diputus hanya 20 tahun. Sangat wajar jika jaksa banding,” katanya kepada Berau Post, Senin (12/2).

Tapi dari kacamatanya, vonis 20 tahun penjara juga cukup pantas bagi ketiga kliennya. “Karena menurut kami, itu (vonis 20 tahun) sudah selayaknya untuk klien kami. Dari tuntutan seumur hidup kemudian turun menjadi 20 tahun, menurut kami sudah pantas,” katanya.

Dari informasi yang diterima Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kaltim, Tanjung Redeb, Senin (12/2) telah mendapat pemberitahuan memori banding dari PN Tanjung Redeb.

“Nanti biasanya berkas itu dikirim ke Pengadilan Tinggi Kaltim untuk diperiksa. Dan disidangkan di Pengadilan Tinggi,” jelasnya. 

Namun, sidang banding tersebut lanjut dia, berbeda dengan sidang perkara yang digelar di PN Tanjung Redeb. Karena sifatnya hanya memeriksa putusan Majelis Hakim PN Tanjung Redeb.

“Ada tiga kemungkinan putusan. Bisa lebih ringan, bisa lebih berat, atau sama saja. Artinya, jika Majelis Hakim berpandangan 20 tahun itu masih terlalu berat, bisa jadi putusannya lebih ringan. Atau kembali menyesuaikan tuntutan JPU yakni seumur hidup. Atau bisa jadi Majelis Hakim nanti menguatkan keputusan pertama yakni 20 tahun penjara,” pungkasnya. (*/mar/rio)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 13:27

Sarankan Musorkab Diundur

WAKIL Bupati Berau, Agus Tantomo menyarankan kegiatan Musyawarah Olahraga Kabupaten…

Selasa, 26 Maret 2019 13:21

Pengecer Diciduk, Bandar Berkeliaran

TANJUNG REDEB - Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres…

Senin, 25 Maret 2019 14:26

5 UPTD Dihapus, Diskan Kewalahan

TANJUNG REDEB - Sejak dihapusnya 5 Unit Pelaksana Teknis Daerah…

Senin, 25 Maret 2019 14:24

KPU Sebut Tak Ada Kendala

TANJUNG REDEB - Pesta demokrasi lima tahunan yang hanya tinggal…

Senin, 25 Maret 2019 14:23

Optimistis Berau Raih KLA Madya

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Pengendalian…

Senin, 25 Maret 2019 14:21

Berpenghasilan di Atas Rp 1,5 Juta

TANJUNG REDEB - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Minggu, 24 Maret 2019 01:12

Jembatan Limunjan Disuntik Rp 40 M

TANJUNG REDEB - Meski terancam terlambat dalam pembangunannya, Kepala Badan…

Minggu, 24 Maret 2019 01:09

HOT BANGET..!! Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

TANJUNG REDEB – Penomena matahari yang sedang berada di titik…

Sabtu, 23 Maret 2019 14:05

641 Surat Suara Ditemukan Rusak

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau telah melaksanakan…

Sabtu, 23 Maret 2019 14:04

Pendukung Caleg ‘Bakar KPU’

TANJUNG REDEB – Ratusan massa pendukung salah satu calon legislatif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*