MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 16 Februari 2018 10:38
Pedagang “Nakal” Bakal Ditindak

HET BBM Eceran Wajib Rp 8 Ribu Per Botol

JANGAN MELANGGAR: Para pedagang BBM eceran di Talisayan yang kedapatan menjual melampaui HET bakal ditertibkan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor: 501/384/Trantib-CTS, tentang penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium wajib mengikuti harga standar yang telah ditetapkan, yakni Rp 8 ribu per botol.

Hal itu dipertegas Kasi Trantib Kecamatan Talisayan, Sigit Dwi Prakoso. Ia mengatakan, penertiban harga ini merupakan tindak lanjut keluhan warga dan pembahasan terkait harga jual BBM di wilayah Kecamatan Talisayan, Senin (12/2) lalu.

Dalam pembahasan itu, para pedagang eceran komitmen mengikuti standar Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai kesepakatan pada berita acara 12 April 2016. Di mana, HET di Talisayan ditetapkan Rp 8 ribu per botol.

“SE ini, mempertegas kembali kepada seluruh pedagang eceran untuk tidak mematok harga diatas Rp 8 ribu. Atau harga yang dinilai tak masuk akal,” katanya kepada Berau Post, Kamis (15/2).

Sigit –sapaan akrabnya- menerangkan, penjualan BBM eceran  termaksud kegiatan ilegal jika mengacu pada UU No 22/2001 tentang minyak dan gas bumi (Migas). Bagi para pelaku akan dikenakan sanksi denda mencapai Rp 60 miliar atau kurungan badan selama enam tahun.

Hanya saja, jika mengacu pada Peraturan Badan Pengaturan Hilir Minyak Bumi dan Gas (BPH Migas) No 6/2015, para pelaku diberikan kesempatan menjadi sub penyalur, sehingga kegiatan menjadi legal. Dengan catatan para pelaku harus mengikuti ketetapan harga BBM dari pemerintah daerah.

“Karena, keberadaan mereka sangat membantu penenuhan kebutuhan BBM masyarakat. Baik hanya sekadar beraktivitas maupun bekerja. Mengingat, di Talisayan hanya terdapat satu APMS yang melayani Kecamatan Talisayan dan sekitarnya,” jelasnya.

“Meski diberikan kebijakan, mereka tidak bisa menjual atau mematok harga sesuka hati mereka. Itu sama saja membebankan warga,” tambahnya.

Jika mememukan pedagang membaderol harga tidak mengikuti HET atau menjual di atas Rp 8 ribu per botol, Sigit meminta kepada warga khususnya pengguna kendaraan untuk melapor untuk ditindak lanjuti pihaknya.

Jika kedapatan melanggar aturan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas, berupa sanksi maupun penertiban di lapangan.

“Kegiatan ini juga dibantu pemerintah kampung dan kepolisian. Mulai melakukan monitoring hingga penertiban,” tuturnya. 

Namun, dirinya lebih memilih para pedagang dapat tertib aturan. Oleh karena itu, dirinya meminta kerja sama para pelaku usaha.(jun/app)

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .