MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 17 Februari 2018 11:11
Masih Pertanyakan Legalitas Peserta Didik

Rencana Pembangunan Sekolah Alam di Berau

BEDA KURIKULUM: Dinas Pendidikan Berau berencana membangun Sekolah Alam yang diprioritaskan pada kampung-kampung pesisir dan pedalaman.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Upaya Dinas Pendidikan (Disdik) Berau membangun Sekolah Alam, terus dilakukan. Mulai dengan memetakan sejumlah daerah terpencil, yang dianggap memerlukan Sekolah Alam, hingga merencanakan studi banding untuk mengkaji lebih konsep Sekolah Alam.

Sekolah yang berfokus pada empat bidang dasar yakni pembinaan akhlak, logika, pembinaan, dan bisnis ini, ujar Kepala Disdik Berau Basri Sahrin, masih dalam pengkajian pola penerapannya. Berikut soal kurikulum, tenaga pengajar dan aturan sekolahnya.

"Sistemnya mungkin tidak terikat dalam satu ruangan. Materinya juga kemungkinan perpaduan antara kurikulum Disdik dan mata pelajaran pihak sekolah alam. Bisa jadi perpaduan sekolah resmi dan alam," ujarnya, kemarin (16/2).

Selain itu, legalitas peserta didik ketika lulus dari Sekolah Alam juga masih dalam pengkajian. Pasalnya Sekolah Alam di Berau nantinya, tidak bisa meniru sepenuhnya Sekolah Alam di Bandung, Jawa Barat, yang murni Sekolah Alam. "Sementara anak didik (setelah lulus) memerlukan legalitas?" tegasnya.

Untuk daerah sasarannya, ujar Basri, di Berau tidak terlalu banyak. Sementara ini Disdik sudah mencatat kurang lebih 60 siswa, yang tersebar di 12 kampung di Kabupaten Berau.

Beberapa di antaranya yang dianggap paling membutuhkan, yakni Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Kampung Long Suluy, Kelay dan beberapa kampung di Kecamatan Segah. Ketiganya ini belum memiliki fasilitas SMP, sehingga kemungkinan akan menjadi prioritas pembangunan Sekolah Alam.

Dalam upayanya, ditambahkan Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Suprapto, pihaknya akan melakukan kunjungan ke Bandung, Jawa Barat pekan depan, untuk bertemu langsung dengan Lendo Novo selaku penggagas Sekolah Alam di sana.

"Kami akan melihat langsung Sekolah Alam di sana (Jabar). Sekaligus bertanya banyak hal soal Sekolah Alam sebelum kami adopsi dan terapkan di Berau," jelasnya.

Pasalnya hingga saat ini, masih belum jelas dengan model sekolahnya nanti. Termasuk soal tenaga pengajar yang nantinya harus dipenuhi. Mungkinkah menggunakan tenaga yang ada saja, atau mengandalkan tenaga dari Bandung. 

"Terlebih karena mereka pencetusnya, kita bekerja sama dan berguru pada mereka. Maka merekalah yang nanti memantau dan mengawasi Sekolah Alam kita," terang Suprapto.

"Kalau ternyata nantinya belum bisa dibangun di semua daerah. Ya kami buat untuk beberapa titik dan beberapa sekolah yang paling darurat," imbuhnya.

Sementara soal pembiayaan, seperti honor guru dan sebagainya, akan melibatkan donatur dan pihak swasta. (*/ech/udi)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .