MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 17 Februari 2018 11:12
Minta Kendaraan Berat Lewat Jalur Alternatif

Warga Mulai Khawatirkan Kondisi Jembatan Talisayan

MULAI WASWAS: Warga Talisayan mulai mengkhawatirkan kondisi Jembatan Talisayan karena selalu dilintasi kendaraan bertonase besar.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Jembatan Talisayan, Kecamatan Talisayan, menjadi akses penghubung utama masyarakat pesisir selatan Berau, mulai dikhawatirkan kondisinya. Sebabnya, tiap hari kendaraan bertonase belasan hingga puluhan ton melintasi jembatan yang kelasnya hanya bertonase 8 ton itu.

Kejadian ambruknya beberapa jembatan di Kaltim, mulai menghantui warga setempat akan kondisi jembatan di atas Sungai Kiam itu.

“Mudahan saja tidak terjadi. Apalagi, itu (jembatan, red) menjadi akses utama yang menunjang aktivitas perekonomian warga selama ini. Ada jalan alternatif, tapi jauh. Dua kali lipat jarak tempuhnya,” ucap Heri, warga Kampung Talisayan kepada Berau Post, Jumat (16/2).

Menurutnya, jembatan saat ini sudah tidak layak dilalui kendaraan bertonase belasan ton. Ketahanan jembatan saat ini bukan lagi jaminan. Selain sudah termakan usia, kendaraan angkutan yang melintas melebihi kapasitas maksimum jembatan.

"Waktu baru dibangun, okelah mampu menahan bobot lima ton. Tapi ini usianya sudah tua, tentu ketahanan atau kekuatan berkurang. Apalagi yang lewat kendaraan mengangkut hingga 12 ton. Kalau dipikirkan jadi ngeri,” tuturnya.

Apalagi, akses jembatan yang kewenangannya berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim tersebut, hingga kini belum pernah tersentuh perawatan. Termasuk melakukan kajian kekuatan jembatan saat ini tak pernah dilakukan, apalagi untuk membatasi beban kendaraan yang melintas.

“Saya sebagai warga Talisayan berharap agar dirawat, minimal dua sampai tiga tahun sekali. Setidaknya, ada larangan angkutan berat melintas lagi, dengan dialihkan melalui jalur alternatif,” pintanya.

“Saya cemas bila tidak diterapkan pembatasan, suatu ketika akan terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

Ardi, warga setempat lainnya juga mengungkapkan kecemasannya.

“Kondisi sekarang memang membuat kita takut. Usia yang tua dan kendaraan berat yang melintas tentu mengancam keberlangsungan jembatan,” ujarnya.

Pria yang kesehariannya bekerja pada perusahaan ekspedisi tersebut memprediksi, mengharapkan pemerintah segera melakukan perawatan jembatan tersebut.

“Setidaknya dilakukan kajian dulu, terutama ketahanan jembatan. Jika tak memungkinkan dilalui kendaraan berat, sementara dialihkan ke jalur alternatif sembari menunggu perbaikan,” ucapnya.

“Bukan sensitif dengan pengusaha angkutan, hanya saja hal ini perlu dilakukan. Sebelum kondisi ini betul-betul memutuskan akses mobilitas dan menyebabkan korban jiwa,” pungkasnya. (jun/udi)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .