MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 Februari 2018 11:09
Satu Keluarga Jadi Tersangka

Sarangkan 130 Peluru di Tubuh Orangutan

TEGAKKAN HUKUM: Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan (duduk tengah) menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku pembunuh orangutan, Sabtu (17/2) siang. Para tersangka pembunuh orangutan berdiri di belakang.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus pembantaian terhadap orangutan di Teluk Pandan, Kutai Timur beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Lima orang tersangka ditangkap. Lima orang tersebut bahkan memiliki hubungan keluarga. Hal itu diungkap setelah penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur bersama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim.

Pengungkapan pembunuh orangutan ini sangat diapresiasi Centre for Orangutan Protection (COP) selaku lembaga yang menangani konservasi orangutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Manager Program Perlindungan Habitat, COP Ramadhani mengatakan, keberhasilan pihak kepolisian dalam menemukan tersangka pembunuhan hewan dilindungi tersebut membuka harapan baru. Khususnya pada penegakan hukum perlindungan satwa liar di Indonesia.

“Pihak kepolisian telah berhasil menemukan pelakunya yang diketahui lima orang. COP pun bangga karena telah menjadi mitra kepolisian dalam pengungkapan kasus yang telah mendapat soroton dunia internasional ini,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (17/2).

Tidak hanya kasus pembunuhan orangutan di Kutai Timur, pihak kepolisian diterangkan Dhani–sapaan akrabnya- juga turut mengungkap kasus kematian orangutan lainnya yakni di Kalimantan Tengah yang terjadi Januari lalu. Primata malang itu ditemukan mengambang tanpa kepala di Sungai Kalahien, Kalimantan Tengah.

Selama proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, Dhani menjelaskan COP terlibat sejak awal. Bahkan ikut membantu segala hal yang diperlukan dalam penanganan dua kasus tersebut. Mulai dari proses otopsi hingga di lapangan. “Kami terlibat dalam penyelidikan sejak menit pertama kasus pertama ini,” ucapnya.

Meskipun dalam dua kasus itu telah ditetapkan para tersangka, Dhani mengatakan, perjalanan masih panjang untuk bisa benar-benar menjerat para pelaku dengan hukuman setimpal. COP pun akan terus memantau proses penegakan hukum hingga tersangka mendapat pidana.

Dengan hukuman maksimal, menurutnya akan membuat efek jera bagi para pelaku kejahatan terhadap orangutan maupun hewan dilindungi lainnya. Hal itu, secara tidak langsung juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat mengenai perlindungan hewan dilindungi.

“Apalagi lokasi penembakan berada di sekitar Taman Nasional Kutai yang merupakan model kondisi terkini kawasan konservasi di Indonesia. Dan kasus ini juga seharusnya akan menjadi pelajaran bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan orangutan di Kutai Timur membuat publik Indonesia terbelalak. Pasalnya, orangutan yang diberi nama Kaluhara 2 itu, tewas dengan 130 butir peluru tersarang di badannya.

Tim Centre for Orangutan Protection (COP) yang dibantu Polres Bontang, Polres Kutai Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun hanya berhasil mengeluarkan 48 peluru saat operasi di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang Selasa (6/2) lalu.

Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani mengatakan, penyebab kematian sementara Orangutan itu diperkirakan karena adanya infeksi luka yang telah menimpanya. Ia juga menerangkan, 130 peluru yang berada di tubuh Kaluhara 2 itu merupakan sejarah baru dalam konflik antara Orangutan dan manusia.

“Lemahnya penyelesaian kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terulang,” katanya kepada Berau Post.

Sebab, pembantaian terhadap mamalia dilindungi itu tidak sekali ini saja terjadi. Bahkan di Berau pun pernah terjadi pada 2013 lalu. Tercatat, 6 ekor orangutan tewas dengan dugaan dibunuh dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.  (arp/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 11:27

Keteladanan Lebih Baik dari Seribu Nasihat

TANJUNG REDEB – Rangkaian kegiatan memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-208 Kota Tanjung Redeb dan…

Sabtu, 22 September 2018 11:26

Tak Perlu Ditutup-tutupi, KPU Diminta Beber Caleg Mantan Napi

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau diminta lebih terbuka kepada masyarakat, untuk…

Sabtu, 22 September 2018 11:25

Minim Kejuaraan, Maksimalkan Waktu Pemulihan

Atlet-atlet Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Berau, terus meningkatkan porsi latihan menjelang…

Sabtu, 22 September 2018 11:23

Dirut Berau Post Lulus Sangat Memuaskan

JAKARTA - Setelah 7,5 bulan menjalani proses pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI,…

Sabtu, 22 September 2018 11:22

Jadwal Pendaftaran CPNS Belum Jelas

TANJUNG REDEB – Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Wakil Rakyat Dinilai Pasif

TANJUNG REDEB – DPRD Berau kembali menggelar hearing atau rapat dengar pendapat menindaklanjuti…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Bantah Disebut Proyek Siluman

TANJUNG REDEB - Proyek normalisasi irigasi di RT 20 Kelurahan Sambaliung, yang semula dianggap proyek…

Jumat, 21 September 2018 10:53

Tak Punya Bus Sekolah, Bisa dengan Angkot

TANJUNG REDEB – Kurangnya sarana penunjang aktivitas pelajar, seperti bus sekolah, disebut Ketua…

Kamis, 20 September 2018 00:22

KPU Minta Permohonan Tertulis

TANJUNG REDEB – Pendaftaran dan verifikasi calon peserta pemilihan legislatif (Pileg) 2019 telah…

Kamis, 20 September 2018 00:20

Rapat Anggaran Porprov Deadlock

TANJUNG REDEB – Rapat pembahasan kesiapan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .