MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 Februari 2018 11:09
Satu Keluarga Jadi Tersangka

Sarangkan 130 Peluru di Tubuh Orangutan

TEGAKKAN HUKUM: Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan (duduk tengah) menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku pembunuh orangutan, Sabtu (17/2) siang. Para tersangka pembunuh orangutan berdiri di belakang.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus pembantaian terhadap orangutan di Teluk Pandan, Kutai Timur beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Lima orang tersangka ditangkap. Lima orang tersebut bahkan memiliki hubungan keluarga. Hal itu diungkap setelah penyelidikan yang dilakukan Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur bersama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim.

Pengungkapan pembunuh orangutan ini sangat diapresiasi Centre for Orangutan Protection (COP) selaku lembaga yang menangani konservasi orangutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Manager Program Perlindungan Habitat, COP Ramadhani mengatakan, keberhasilan pihak kepolisian dalam menemukan tersangka pembunuhan hewan dilindungi tersebut membuka harapan baru. Khususnya pada penegakan hukum perlindungan satwa liar di Indonesia.

“Pihak kepolisian telah berhasil menemukan pelakunya yang diketahui lima orang. COP pun bangga karena telah menjadi mitra kepolisian dalam pengungkapan kasus yang telah mendapat soroton dunia internasional ini,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (17/2).

Tidak hanya kasus pembunuhan orangutan di Kutai Timur, pihak kepolisian diterangkan Dhani–sapaan akrabnya- juga turut mengungkap kasus kematian orangutan lainnya yakni di Kalimantan Tengah yang terjadi Januari lalu. Primata malang itu ditemukan mengambang tanpa kepala di Sungai Kalahien, Kalimantan Tengah.

Selama proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, Dhani menjelaskan COP terlibat sejak awal. Bahkan ikut membantu segala hal yang diperlukan dalam penanganan dua kasus tersebut. Mulai dari proses otopsi hingga di lapangan. “Kami terlibat dalam penyelidikan sejak menit pertama kasus pertama ini,” ucapnya.

Meskipun dalam dua kasus itu telah ditetapkan para tersangka, Dhani mengatakan, perjalanan masih panjang untuk bisa benar-benar menjerat para pelaku dengan hukuman setimpal. COP pun akan terus memantau proses penegakan hukum hingga tersangka mendapat pidana.

Dengan hukuman maksimal, menurutnya akan membuat efek jera bagi para pelaku kejahatan terhadap orangutan maupun hewan dilindungi lainnya. Hal itu, secara tidak langsung juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat mengenai perlindungan hewan dilindungi.

“Apalagi lokasi penembakan berada di sekitar Taman Nasional Kutai yang merupakan model kondisi terkini kawasan konservasi di Indonesia. Dan kasus ini juga seharusnya akan menjadi pelajaran bagi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan orangutan di Kutai Timur membuat publik Indonesia terbelalak. Pasalnya, orangutan yang diberi nama Kaluhara 2 itu, tewas dengan 130 butir peluru tersarang di badannya.

Tim Centre for Orangutan Protection (COP) yang dibantu Polres Bontang, Polres Kutai Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun hanya berhasil mengeluarkan 48 peluru saat operasi di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Bontang Selasa (6/2) lalu.

Manajer Perlindungan Habitat COP Ramadhani mengatakan, penyebab kematian sementara Orangutan itu diperkirakan karena adanya infeksi luka yang telah menimpanya. Ia juga menerangkan, 130 peluru yang berada di tubuh Kaluhara 2 itu merupakan sejarah baru dalam konflik antara Orangutan dan manusia.

“Lemahnya penyelesaian kasus dan kurangnya kesadaran masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terulang,” katanya kepada Berau Post.

Sebab, pembantaian terhadap mamalia dilindungi itu tidak sekali ini saja terjadi. Bahkan di Berau pun pernah terjadi pada 2013 lalu. Tercatat, 6 ekor orangutan tewas dengan dugaan dibunuh dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.  (arp/rio)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 15:21
BREAKING NEWS

JANGAN DITIRU..!! Lebaran, Pengendara Motor Banyak Tak Pakai Helm

TANJUNG REDEB - Mulai hari pertama hingga ketiga lebaran, masih banyak pengendara motor tidak menggunakan…

Sabtu, 16 Juni 2018 16:50

30 Petugas Dishub Siaga di Lima Posko Mudik Lebaran

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan Berau, kerahkan 30 anggotanya guna menyukseskan arus mudik Lebaran…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:15

Pembesuk Membeludak, Rutan Batasi Waktu

TANJUNG REDEB - Pembesuk pada hari kedua Lebaran di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IB membeludak,…

Jumat, 15 Juni 2018 18:15

Pembesuk Membeludak, Penjagaan Rutan Diperketat

TANJUNG REDEB – Pengaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb diperketat. …

Jumat, 15 Juni 2018 16:31

Momen Lebaran, Lokasi Wisata Ramai

SAMBALIUNG - Meski tengah dalam suasana Idul Fitri, namun tak menyurutkan antusias masyarakat untuk…

Jumat, 15 Juni 2018 12:27

BERKAH..!! Idulfitri, Empat Narapidana Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB – Ada 369 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb…

Jumat, 15 Juni 2018 08:32
BREAKING NEWS

Semangat Salat Idulfitri Meski Hujan

TANJUNG REDEB - Hujan yang menguyur Bumi Batiwakkal sejak dini hari tidak melunturkan semangat umat…

Jumat, 15 Juni 2018 08:25
BREAKING NEWS

Kebakaran di Lamin Diduga karena Korsleting Listrik

TELUK BAYUR - Kebakaran di kawasan Lamin, Kecamatan Teluk Bayur merupakan rumah sewa milik Suroto. Diduga…

Jumat, 15 Juni 2018 05:06
BREAKING NEWS

Teluk Bayur Kebakaran Lagi, Rumah di Lamin Hangus

TELUK BAYUR - Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (15/6). Setelah sebelumnya di…

Kamis, 14 Juni 2018 22:15
BREAKING NEWS

Kumandang Takbir hingga Pesisir

TALISAYAN - Tak mau kalah, Kecamatan Talisayan juga mengumandangkan takbir dengan konvoi kendaraan keliling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .