MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 Februari 2018 11:31
PBB Tak Lolos Verifikasi Pemilu 2019

Ketua DPC Berau Berencana Pindah Haluan

ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat telah menetapkan partai-partai yang lolos verifikasi dan berhak maju sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 nanti. Dari 16 partai yang melakukan verifikasi, dua diantaranya dinyatakan gagal atau tidak memenuhi syarat.

Kedua partai tersebut Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Sementara itu, sejumlah partai baru seperti Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Perindo justru lolos verfikasi.

Mengetahui keputusan ini, Ketua PBB Berau Liliansyah mengaku prihatin dan pasrah. Menurutnya, perjalanan  partai yang diketuai Yusril Ihza Mahendra itu tinggal selangkah lagi untuk maju di Pemilu 2019.

Namun, perjuangan tersebut dinyatakan gagal oleh KPU pusat setelah verifikasi di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat tidak memenuhi syarat. “Padahal waktu itu enam orang pengurus PBB di sana (Manokwari Selatan) hanya terlambat saat verifikasi. Dan langsung dinyatakan tidak lolos,” katanya saat dihubungi Berau Post, Sabtu (17/2).

Rasa sedih dan kecewa pun tentu dirasakan Liliansyah dan para pengurus PBB Berau. Namun, ia menerangakan Ketua Umum PBB Yusril telah meminta para pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PBB di Indonesia untuk tetap tenang.

“Beliau mengatakan masih ada waktu 12 hari untuk mediasi dengan KPU terkait permasalahan yang terjadi di Papua Barat,” ucapnya.

Namun, Liliansyah mengungkapkan mulai berpikir untuk mengganti baju partai lain yang telah lolos verifikasi. Terutama apabila dalam jangka waktu tersebut belum ada titik terang mengenai keikutsertaan PBB pada Pemilu 2019. “Tapi kami dan saya terutama masih ingin melihat dulu perjuangan DPP agar PBB tetap bisa lolos,” ucapnya.

Rasa frustrasi dan pikiran untuk mengganti baju itu mulai menyelubunginya sejak mendengar kabar bahwa partai yang diketuainya di Bumi Batiwakkal ini tidak lolos verifikasi. Terlebih, beberapa rekan politisi yang akrab dengan Liliansyah dari partai lain juga ikut “menggoda” agar dirinya bergabung.

“Sebagai orang politik tentu saya ada kepikiran untuk pindah haluan. Namun, apabila takdirnya tidak lolos, ya maka saya akan melihat-melihat juga partai-partai mana yang sejalan dengan diri saya,” tandasnya.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis dari  Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra kepada Berau Post, ia mengeatakan pihaknya meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan mediasi antara PBB dengan KPU Pusat terkait persoalan di Manokwari Selatatan dan Papua Barat.

Menurut Yusril, penyebab tidak lolosnya PBB di kabupaten itu karena enam orang anggota PBB terlambat ke KPU setempat. “Itu karena surat panggilan untuk mereka tak kunjung diterima. Dan mereka juga tinggal jauh di pegunungan Papua dan harus berjalan kaki ke kabupaten,” ucapnya tertulis melalui pesan Whatsapp.

Ahli hukum tata negara ini mengaku pihaknya telah menjelaskan perihal tersebut. Namun KPU tetap bersikukuh dengan ketentuan awal dan menolak keterangan yang disampaikan pihaknya. “Mereka menganggap Papua itu seperti Jakarta atau Pulau Jawa. Dan sebenarnya semua partai mengalami hal yang sama di Papua, tapi PBB dari selalu dipersulit untuk ikut Pemilu,” tuturnya.

Alumnus Universitas Indonesia menerangkan, PBB akan mengajukan sengekta kepada Bawaslu dalam waktu tiga hari kerja atau hingga Rabu (21/2). Namun, ia mengungkapkan PBB akan mempercepat pengajuan sengketa itu pada Senin (19/2) mendatang.

“Mudah-mudahan Bawaslu bisa melakukan mediasi PBB dengan KPU agar persoalan Manokwari Selatan ini dapat diselesaikan dengan bijak. Karena kami tidak ingin melawan KPU hingga hancur-hancuran di pengadilan seperti pengalaman Pemilu 2014 lalu,” tandasnya. (arp/rio)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:24

207 Koperasi Langgar Aturan

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Elpiji Melon Kian Mahal

TANJUNG REDEB - Persoalan tingginya harga elpiji 3 Kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Maret 2019 12:51

Wisata Kuliner di Kabupaten Ini Stagnan

TANJUNG REDEB - Wacana pembangunan wisata kuliner yang sempat dicanangkan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:47

Ratusan Karyawan Demo, Ini yang Diminta Mereka

TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja tambang batu bara PT Sapta…

Selasa, 19 Maret 2019 12:45

PH Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Terdakwa Ardiansyah dan Roberto yang tersandung kasus…

Selasa, 19 Maret 2019 12:40

Drainase Perkotaan Ditarget Rampung Mei

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*