MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 20 Februari 2018 09:40
Albothyl Ditarik dari Pasaran
IZIN EDAR DICABUT: Staf Dinkes mengamankan Albothyl yang beredar di sejumlah apotek.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Setelah menghentikan peredaran dan izin produksi Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi, kali ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, membekukan izin edar Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat, karena penggunaan policresulen di dalamnya.

Kepala Dinas Kesahatan (Dinkes) Berau Totoh Hermanto, mengatakan akan meneruskan siaran pers BPOM tersebut, dan meminta kepada seluruh apotek atau toko obat agar tidak lagi menjual tiga jenis obat yaitu Viostin DS, Enzyplex, dan Albothyl. Selanjutnya mengganti dengan obat pilihan lainnya.

“Untuk itu kami berharap masyarakat serta pengelola toko obat dan apotek di Berau juga ikut mentaati intruksi dari BPOM,” ungkapnya.

Dijelaskan Totoh, merk suplemen Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex Tablet produksi PT Mediafarma Laboratories positif mengandung DNA babi. Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771, nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

“Jadi hasil pengambilan sampel yang dilakukan BPOM dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA babi. Dari pengawasan yang kami lakukan, sudah tidak ada lagi apotek atau toko obat yang menjual dua jenis suplemen makanan tersebut,” tegas Totoh.

Selain itu, Dinkes Berau juga mulai menginformasikan ke apotek terkait pemantauan Albothyl, dalam 2 tahun terakhir BPOM RI menerima 38 laporan dari profesional kesehatan yang menerima pasien dengan keluhan efek samping obat Albothyl untuk pengobatan sariawan, di antaranya efek samping serius yaitu sariawan yang membesar dan berlubang hingga menyebabkan infeksi.

Diterangkan Totoh, BPOM juga telah melakukan pengkajian aspek keamanan obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat dan diputuskan tidak boleh digunakan sebagai hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan serta penggunaan pada kulit (dermatologi); telinga, hidung dan tenggorokan (THT) sariawan (stomatitis aftosa) dan gigi (odontologi).

“Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan obat ini untuk mengatasi sariawan, dapat menggunakan obat pilihan lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C. Bila sakit berlanjut, masyarakat agar berkonsultasi di sarana pelayanan kesehatan terdekat,” terangnya.

Ditegaskannya, setelah ini, apabila masih ada apotek atau toko obat yang masih menjual tiga jenis obat tersebut dalam waktu satu bulan setelah mendapat surat terusan dari Dinkes, maka pihaknya akan memberikan teguran. (sin/app)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:07

Tingkatkan Kualitas Pemandu Wisata

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbudpar)…

Rabu, 19 September 2018 13:06

Warga Berharap Peningkatan Jalan

BIATAN - Masyarakat yang berada di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan berharap akses jalan di…

Rabu, 19 September 2018 13:05

Masyarakat Masih Berharap DOB BPS

TALISAYAN - Pemerintah pusat telah melakukan moratorium pemekaran wilayah, menimbulkan kekecewaan di…

Rabu, 19 September 2018 13:05

Seluruh Aparat Kampung Didaftarkan Jaminan Sosial

BIDUKBIDUK - Tak hanya Kampung Talisayan yang akan mendaftarkan seluruh aparat kampungnya ke Badan Penyelenggara…

Rabu, 19 September 2018 13:04

Listrik Belum Merata di Tabalar

TABALAR – Warga di sejumlah kampung wilayah Kecamatan Tabalar, masih belum sepenuhnya masih mendapatkan…

Selasa, 18 September 2018 17:14

Pernah Terlihat di Teluk Bayur, Berharap Bunga Dirawat

TUMBUHNYA salah satu spesies bunga bangkai di halaman rumah warga di Jalan Benua Etam, Kelurahan Gayam…

Selasa, 18 September 2018 17:12

Jarang tapi Tak Langka, Si Kerabat Bunga Bangkai yang Tumbuh di Berau

Bunganya cantik, warnanya merah keunguan. Sayang baunya tak sedap, seperti bau bangkai tikus. Bunga…

Selasa, 18 September 2018 17:06

Pasang 18 Titik Penerangan Tenaga Surya

TALISAYAN - Demi menghindari hal yang tak diinginkan khususnya di malam hari, Pemerintah Kampung Talisayan…

Selasa, 18 September 2018 17:04

Pembakaran Lahan Mulai Dikeluhkan

TALISAYAN - Mulai maraknya pembakaran lahan untuk membuka lahan pertanian mulai dikeluhkan warga. Pasalnya,…

Selasa, 18 September 2018 16:59

Besok Rombongan Haji Tiba di Berau

TANJUNG REDEB - Sebanyak 149 Jamaah haji asal Kabupaten Berau dijadwalkan tiba di bumi Batiwakkal pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .