MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 22 Februari 2018 11:43
Rita Tetap Umbar Senyum

Jalani Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta

TAK TEGANG: Silvi Agustina (kiri) mengabadikan momen bersama adiknya, Rita Widyasari (kedua kiri), sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin (21/2).

PROKAL.CO, JAKARTA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemarin (21/2). Tak ada ketegangan maupun sedih yang terlihat dari wajahnya.

WajahRita justru terlihat cerah dan banyak mengumbar senyum saat sekitar satu jam menunggu dimulainya sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Putri almarhum mantan Bupati Kukar Syaukani HR itu mengaku sudah siap mental dijerat dakwaan gratifikasi dan suap yang ancaman hukumannya 4–20 tahun penjara.

“Insyaallah saya bisa jawab semua dakwaan. Karena tuduhan itu hampir semua bisa saya pertanggungjawabkan. Sebab, saya tak melakukan apa yang dituduhkan jaksa. Makanya saya ceria,” ucap Rita sambil terus mengumbar senyum. Bagi dia, yang dialami sekarang merupakan konsekuensi menjadi politikus dan bupati. “Apapun itu saya sudah ikhlas menerimanya. Kalau tak ikhlas, bisa-bisa sakit seperti Bapak,” sambungnya.

Beruntungnya lagi, sang suami Endri Elfran Syarif serta keluarga besar Rita bisa menerima kasus hukum yang kini tengah dijeratkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Mereka, lanjut Rita, legawa sekaligus bisa menjelaskan kepada putri-putrinya, jika ibundanya sementara tak bisa berkumpul bersama. “Anak saya sempat tiga kali besuk,” ungkapnya.

Hampir empat bulan ditahan di Rutan KPK, Rita mengaku mendapat banyak pelajaran dan pengalaman. Dari soal bagaimana menghadapi proses hukum, sampai berkonsultasi berbagai hal dengan tokoh nasional yang kini terjerat masalah korupsi seperti mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Setya terjerat kasus dugaan korupsi KTP elektronik. “Kalau bebas, Pak SN (Setya Novanto) mau buat partai baru,” selorohnya, saat ditanya apa saja yang diobrolkan dengan Setya selama di tahanan KPK.

Perempuan 44 tahun lalu itu sempat mengungkapkan kenapa dirinya disidang di Jakarta, bukan di Pengadilan Tipikor Samarinda yang merupakan tempat kejadian perkara. Menurut Rita, bila disidangkan di Samarinda, Polda Kaltim khawatir soal keamanan. “Ada surat dari Polda Kaltim, kalau terdakwa punya basis massa yang kuat. Sehingga berpotensi mengganggu pengaman pilkada,” ucapnya.

Surat Polda Kaltim tadi kemudian ditindaklanjuti Ketua Mahkamah Agung Muhammad Hatta Ali. Lalu menerbitkan surat keputusan yang memperbolehkan Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang kasus gratifikasi dan suap yang berlangsung di Kukar itu.

Rita menjelaskan kenapa dia menunjuk adik iparnya sendiri, Noval El Farveisa, sebagai pengacara. “Sudah datang ke Pak Yusril Ihza Mahendra dan Pak Maqdir Ismail (keduanya pengacara) ternyata mahal banget,” ucapnya cepat.

Sekitar 15 menit jelang sidang dimulai, wawancara terputus karena datangnya Silvi Agustina, kakak sulung Rita. Sama seperti sang adik, Silvi tak tampak tegang atau sedih. Selepas pelukan dengan Rita, dia langsung mengangkat iPhone X miliknya untuk foto bersama. “Coba iPhone baru ah,” ucap Silvi santai.

Selama pembacaan dakwaan yang berlangsung sekitar satu jam, Rita maupun keluarganya tampak rileks. Beberapa kerabatnya bahkan terlihat menyiarkan proses sidang lewat streaming video menggunakan ponsel.

Kondisi sebaliknya dilakukan Khairudin. Pria 41 tahun yang merupakan tim sukses Rita saat Pemilihan Bupati Kukar itu tampak tegang dan menolak pertanyaan wartawan. Tangan kanannya langsung terangkat tanda tak mau meladeni pertanyaan.

RAUP RP 475 MILIAR

Selama 7 tahun menjabat bupati Kukar, Rita Widyasari didakwa telah mengumpulkan Rp 475 miliar dari hasil menyalahgunakan kebijakan. Perinciannya, Rp 469 miliar didapat dari gratifikasi hasil penerbitan 1.233 izin, serta pemberian dari puluhan rekanan pelaksana proyek di 10 dinas, badan, dan RSUD Dayaku Raja Kota Bangun.

Sementara itu, sisanya Rp 6 miliar menurut jaksa KPK Ahmad Burhanudin, merupakan uang suap setelah Rita menerbitkan izin lokasi perkebunan sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan, Muara Kaman, Kukar. “Uang diserahkan pada Juli sampai Agustus 2010 dari Dirut PT Sawit Golden Prima (SGP) Hery Susanto Gun alias Abun, selaku pemohon izin,” ucap Ahmad, saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dikatakan, korupsi yang dilakukan bupati perempuan pertama di Kaltim tersebut, tak lepas dari bantuan terdakwa kedua, Khairudin. Diungkapkan, selepas dilantik sebagai bupati pada 30 Juni 2010, Rita lantas menunjuk komisaris PT Media Bangun Bersama itu sebagai staf khusus. Tugas utama Khairudin adalah mengondisikan penerimaan uang terkait perizinan dan proyek-proyek yang dilaksanakan di kabupaten tersebut.

Disebutkan pula, dalam melaksanakan tugas Khairudin tak bekerja sendiri. Dia dibantu saksi AS, SVZ, JN, AB, DS, RD, AR, AR, EW, dan FT. Mereka sebelumnya adalah tim pemenangan Rita saat mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode pertama 2010–2015.

Selepas Rita terpilih, sebut jaksa, sebuah kelompok yang dinamai Tim 11 sangat berperan dalam roda pemerintahan di Kukar. Dakwaan setebal 18 halaman dibacakan di depan lima hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang diketuai Sugiyanto. Disebutkan dalam dakwaan itu, peran Tim 11 lain selain Khairudin. Semisal, AS dan JN yang perannya sebagai penerima “uang panas” dari rekanan pelaksana proyek.

AS terlacak menerima Rp 286 miliar dari rekanan pelaksana proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kukar. “Kurang lebih 867 proyek senilai Rp 286 miliar (gratifikasinya) diserahkan melalui AS,” ungkap jaksa. Bersama JN, disebutkan, Andi juga menerima gratifikasi senilai Rp 25,4 miliar (238 proyek) dari rekanan di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kukar. Sejak 2012 sampai 2016, keduanya juga menerima Rp 67,3 miliar dari rekanan pelaksana proyek di Dinas Pendidikan Kukar.

Total, selama 7 tahun memerintah sebagai bupati, ratusan rekanan pelaksana proyek di delapan organisasi perangkat daerah (OPD) beserta rumah sakit umum se-Kukar harus menyetorkan uang ke JN dan AS, untuk kemudian diserahkan ke Rita.

Nama lain yang ditugasi mengumpulkan uang adalah saksi IH, SR, serta ASM yang merupakan staf Dinas Lingkungan Hidup Kukar. Sejak 2014–2017, mereka berhasil mengumpulkan gratifikasi senilai Rp 2,75 miliar.

Melalui Khairudin, Rita juga menerima Rp 18,9 miliar dari saksi Juanda Lesmana Lauw. Uang didapat dari hasil penjualan PT Gerak Kesatuan Bersama (PT GKB) yang diberikan izin pertambangan seluas 2.000 hektare. Menurut jaksa penjualan ini diduga mengandung unsur korupsi karena saat pendirian PT GKB modalnya hanya Rp 250 juta.

Gratifikasi terbesar senilai Rp 49,5 miliar, lanjut jaksa, didapat dari Ichsan Suaidi, dirut PT Citra Gading Asritama (PT CGA). Uang yang ditransfer 13 kali lewat rekening Khairudin tersebut diberikan setelah PT CGA memenangkan proyek pembangunan RSUD Parikesit, Jalan Tabang, SMU Unggulan 3, lanjutan penyemenan Kota Bangun-Liang Ilir, proyek Kembang Janggut-Kelekat, proyek irigasi Jonggon, dan pembangunan Royal World Plaza Tenggarong.

Ichsan Suaidi pun kini dipenjara selama 8,5 tahun karena terbukti terlibat korupsi proyek pelabuhan di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selain itu, dia terbukti bersalah menyuap pejabat Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna.

Saat ditanya hakim, pengacara Rita maupun Khairudin menolak mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa. Mereka juga menyatakan menolak semua dakwaan yang disusun delapan jaksa KPK itu. “Untuk apa (dieksepsi) kami juga punya bukti. Buktikan dulu, jangan cuma bilang melalui, melalui siapa saja (transaksinya),” ucap Noval El Farveisa, pengacara Rita.

Senada dengan Noval, pengacara Khairudin, Tubagus Deni Sunardi, yang dikonfirmasi di tempat yang sama, menyebut pihaknya menolak mengajukan eksepsi karena dakwaan jaksa tak jelas. “Kami lihat pemeriksaan saksi seperti apa,” katanya. (pram/rom/k8/kpg/udi)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 15:21
BREAKING NEWS

JANGAN DITIRU..!! Lebaran, Pengendara Motor Banyak Tak Pakai Helm

TANJUNG REDEB - Mulai hari pertama hingga ketiga lebaran, masih banyak pengendara motor tidak menggunakan…

Sabtu, 16 Juni 2018 16:50

30 Petugas Dishub Siaga di Lima Posko Mudik Lebaran

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan Berau, kerahkan 30 anggotanya guna menyukseskan arus mudik Lebaran…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:15

Pembesuk Membeludak, Rutan Batasi Waktu

TANJUNG REDEB - Pembesuk pada hari kedua Lebaran di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IB membeludak,…

Jumat, 15 Juni 2018 18:15

Pembesuk Membeludak, Penjagaan Rutan Diperketat

TANJUNG REDEB – Pengaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb diperketat. …

Jumat, 15 Juni 2018 16:31

Momen Lebaran, Lokasi Wisata Ramai

SAMBALIUNG - Meski tengah dalam suasana Idul Fitri, namun tak menyurutkan antusias masyarakat untuk…

Jumat, 15 Juni 2018 12:27

BERKAH..!! Idulfitri, Empat Narapidana Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB – Ada 369 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb…

Jumat, 15 Juni 2018 08:32
BREAKING NEWS

Semangat Salat Idulfitri Meski Hujan

TANJUNG REDEB - Hujan yang menguyur Bumi Batiwakkal sejak dini hari tidak melunturkan semangat umat…

Jumat, 15 Juni 2018 08:25
BREAKING NEWS

Kebakaran di Lamin Diduga karena Korsleting Listrik

TELUK BAYUR - Kebakaran di kawasan Lamin, Kecamatan Teluk Bayur merupakan rumah sewa milik Suroto. Diduga…

Jumat, 15 Juni 2018 05:06
BREAKING NEWS

Teluk Bayur Kebakaran Lagi, Rumah di Lamin Hangus

TELUK BAYUR - Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (15/6). Setelah sebelumnya di…

Kamis, 14 Juni 2018 22:15
BREAKING NEWS

Kumandang Takbir hingga Pesisir

TALISAYAN - Tak mau kalah, Kecamatan Talisayan juga mengumandangkan takbir dengan konvoi kendaraan keliling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .