MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Kamis, 22 Februari 2018 11:49
Pacu Hilirisasi Industri Pengolahan Kakao
KAKAO: Bupati Berau Muharram saat meninjau pameran hasil produksi pertanian, salah satunya adalah biji Kakao yang sudah dikeringkan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pemerintah kembali melirik potensi perkebunan Kakao di Berau yang masih sangat tinggi. Bakan Pemerintah Kabupaten Berau memacu agar hilirisasi industri pengolahan kakao bisa diwujudkan.

Pengembangan ini pun seiring dengan program pemerintah pusat. Saat ini Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai lokasi pengembangan kakao.

Data Dinas Perkebunan Berau, komoditas kakao yang sebelumnya berkembang cukup pesat, mengalami penurunan. Pada tahun 2010 luas tanam kakao mencapai 3.509 hektare dengan rata-rata produksi 800 kilogram pertahun perhektar menurun pada tahun 2016 menjadi 2.159 hektare dengan rata-rata produksi 624 kilogram pertahun perhektar.

Angka inilah yang ingin dinaikkan karena potensi komoditas ini masih sangat tinggi untuk dikembangkan. Bupati Berau Muharram mengatakan pengembangan perkebunan kakao merupakan program nasional menjadi target yang harus dicapai pemerintah daerah.

Pemerintah pun siap memberikan pendampingan kepada setiap kelompok tani, mulai dari pembibitan hingga pasca-panen.

Menurutnya, penurunan minat dalam pengembangan kakao dipengaruhi berbagai faktor, seperti keterbatasan informasi pemasaran para petani. Hal ini yang menjadi perhatian utama pemerintah. Sehingga para petani lebih mudah memasarkan hasil kebunnya.

Muharram mengatakan, langkah awal yang akan diambil pemerintah dalam mendukung pengembangan kakao yaitu pemetaaan daerah-daerah potensial. Selain itu, pemenuhan bibit unggul juga menjadi salah satu upaya yang akan dilakukan. Kemudian, kepastian pemasaran. Pasalnya, pemasaran merupakan hal yang sangat penting, sehingga petani lebih yakin dan serius berkebun.

Muharram mengatakan seperti yang telah dilakukan oleh para petani di Kampung Tumbit Melayu dengan menghasilkan produk akhir dalam pengolahan kakao berbentuk coklat batangan. Ia menilai, hasil akhir ini bakal memberikan nilai tambah bagi peningkatan industri kakao di Berau.

“Kan nanti bisa jadi oleh-oleh juga kepada wisatawan yang datang. Ini juga akan mendukung sektor pariwisata kita. Kita harap pengembangan perkebunan kakao semakin meningkat,” ujarnya.(hms5/asa)

 


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 14:33

Pemkab Siap Bantu Pembangunan Rumah Ibadah

TANJUNG REDEB – Bupati Muharram meresmikan gedung gereja Katolik Santo…

Senin, 10 Desember 2018 14:28

Kagumi Keindahan Wisata Berau

TANJUNG REDEB - Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Berau,…

Senin, 10 Desember 2018 14:26

Best Airport dan PDAM Terbaik

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau kembali menorehkan prestasi tingkat nasional.…

Senin, 10 Desember 2018 14:25

Jalan Santai HUT Ke-73 Armed TNI AD

TANJUNG REDEB - Batalyon Armed 18/Komposit Kabupaten Berau, menggelar peringatan…

Sabtu, 08 Desember 2018 14:12

Harga Anjlok, Petani Bergolak

TANJUNG REDEB – Setelah melakukan rapat pada Selasa (4/12) lalu,…

Sabtu, 08 Desember 2018 14:11

Bupati Pekalongan Kunker ke Berau

TANJUNG REDEB – Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, Asip Kholbihi beserta…

Sabtu, 08 Desember 2018 14:08

Tingkatkan Kesadaran Hukum melalui Lomba Kadarkum

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar Lomba Keluarga…

Sabtu, 08 Desember 2018 14:05

Dorong ASN Ciptakan Inovasi Baru

TANJUNG REDEB – Upaya peningkatan pendapatan daerah menjadi perhatian serius…

Jumat, 07 Desember 2018 13:54

Kurangi Konsumsi Beras dan Terigu

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sedang berupaya mengkampanyekan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:52

Pajak Restoran Naik 31 Persen

TANJUNG REDEB – Pajak restoran di Kabupten Berau naik sebesar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .