MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 11:21
Pengacara Rita: Angka Gratifikasi Cuma Asumsi Jaksa
MENOLAK DAKWAAN: Rita Widyasari (kanan) dan Khairudin setelah menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/2).

PROKAL.CO, JAKARTA -Gratifikasi senilai Rp 469 miliar yang didakwakan jaksa kepada Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari dan komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin, disebut hanya asumsi belaka atau tanpa dasar hukum yang kuat. Angka ratusan miliar itu, didapat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menyimpulkan keterangan saksi-saksi. Bukan hasil audit lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Karena dakwaannya gratifikasi, maka kami harus mencermati pengakuan saksi-saksi. Apa benar nilainya segitu. Jadi saya rasa (besaran gratifikasi) hanya asumsi jaksa,” terang pengacara Rita, Noval El Farveisa kepada Kaltim Post, kemarin (22/2).

Selain memastikan kebenaran keterangan saksi, lanjut dia, pihaknya juga akan berusaha membantah keterangan saksi dan bukti yang dihadirkan jaksa. Yakni menghadirkan saksi meringankan dan ahli bahwa apa yang dilakukan bupati Kukar dua periode itu tak tergolong gratifikasi.

Pengacara Khairudin, Tubagus Deni Sunardi saat dikonfirmasi menolak menanggapi isi dakwaan dengan alasan sudah masuk pokok perkara. Sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (21/2), Rita sempat menanggapi kasus yang membelitnya.

Mengacu berkas pemeriksaan yang sempat dia baca, disebutkan tak satupun keterangan saksi yang mengaku diperintahkan langsung oleh dirinya selaku bupati untuk menyerahkan uang. “Di BAP tak ada kepala dinas yang menyebutkan saya memerintahkan (menyerahkan uang dari rekanan proyek). Dan saya memang tak pernah memerintahkan,” ucapnya.

Namun berdasar surat dakwaan, disebutkan sebanyak 9 organisasi perangkat daerah (OPD) dan RSUD Dayaku Raja Kota Bangun selama 7 tahun diharuskan menyetor sejumlah uang ke Rita melalui Khairudin atau orang terdekatnya yang biasa disebut Tim 11.

Uang didapat dari penerbitan izin atau dari rekanan pelaksana proyek di Dinas Lingkungan Hidup Kukar, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta RSUD Dayaku Raja Kota Bangun.

Kemudian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan. Gratifikasi dari pihak swasta didapat dari Ichsan Suaidi, selaku Dirut PT Citra Gading Asritama (PT CGA). Terpidana 8,5 tahun kasus korupsi dan suap pejabat Mahkamah Agung ini tercatat 13 kali mentransfer uang ke Khairudin senilai Rp 49,5 miliar.

Lewat Khairudin pula, Rita mendapat Rp 18,9 miliar dari hasil penjualan perusahaan PT Gerak Kesatuan Bersama yang bergerak dalam bidang pertambangan batu bara. Selain gratifikasi, Rita juga dijerat dakwaan suap Rp 6 miliar, setelah menerbitkan izin lokasi perkebunan sawit di Desa Kupang Baru, Muara Kaman yang diajukan Dirut PT Sawit Golden Prima (SGP) Hery Susanto Gun alias Abun, yang kini telah ditahan KPK. Dari dua dakwaan total uang yang didapat Rita menurut jaksa mencapai Rp 475 miliar.

Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas yang diterima pejabat negara terkait jabatannya. Bentuknya bisa berupa pemberian dalam bentuk uang, barang, diskon, komisi pinjaman tanpa bunga, fasilitas penginapan, tiket wisata, dan sebagainya. Gratifikasi akan berubah menjadi korupsi jika dalam waktu 30 hari sejak diterima tak dilaporkan ke KPK. (pra/rom/kpg/udi)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 15:07

KPU Jangan ‘Cuci Tangan’

TANJUNG REDEB – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau yang tetap menilai H Rustan telah…

Rabu, 19 September 2018 13:02

Bupati Akui Angka Kesejahteraan Masyarakat Menurun

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram menyoroti menurunnya angka kesejahteraan masyarakat di Bumi…

Rabu, 19 September 2018 12:59

Optimistis Tiga Emas, Regenerasi Atlet Lancar

Menargetkan tiga medali emas, Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Berau, tak ingin main-main…

Rabu, 19 September 2018 12:58

Menteri Tantang Bupati

TANJUNG REDEB – Mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak tingkat pratama, Menteri…

Selasa, 18 September 2018 16:43

Yakin Bawa Pulang Tiga Medali Emas

Cabang olahraga Muay Thai merupakan salah satu cabor yang nyatakan kesiapannya di ajang Porprov 2018…

Selasa, 18 September 2018 16:40

Muncul Koperasi TKBM ‘Tandingan’

TANJUNG REDEB – Polemik antara buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung…

Selasa, 18 September 2018 16:39

12 Juli, Rustan Mundur dari Gerindra

Polemik mengenai Pergantian Antar Waktu (PAW) Firmansyah, membuat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Selasa, 18 September 2018 16:33

Internal Demokrat Berau Memanas

TANJUNG REDEB – Keputusan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Berau yang menunjuk…

Selasa, 18 September 2018 16:20

Berpuasa, Widi Tertidur saat Berkendara

TANJUNG REDEB – Enam pengendara roda dua dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Senin, 17 September 2018 15:27

Mogok Kerja Merugikan Masyarakat, K2 di Berau Diimbau Tak Ikut-ikutan

TANJUNG REDEB – Kembali mencuatnya rencana honorer kategori 2 (K2) se-Indonesia menggelar aksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .