MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 11:22
Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan

Pengalaman Aji Bambang Kusuma Menginjakkan Kaki di Istana Negara

PENGALAMAN BERHARGA: Aji Bambang Kusuma (kanan) saat diundang ke Istana Negara dalam rangka memperingati Konferensi Asia-Afrika, 18 April 2017 lalu. Aji Bambang juga berkesempatan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

PROKAL.CO, Sukses di perantauan, tak membuat Aji Bambang Kusuma lupa dengan kampung halaman. Putra daerah, asli Gunung Tabur ini, terus terlibat mempertahankan adat dan kebudayaan. Jauh, bukan berarti lupa. Di dalam kopernya pun selalu disimpan baju adat Kesultanan Gunung Tabur jika melakukan perjalanan bisnis.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Gunung Tabur

 

BISA dihitung dengan jari Aji Bambang Kusuma tidur di rumah peninggalan orangtuanya yang terletak di Jalan Kuran RT 1, Kelurahan Gunung Tabur. Sisanya dihabiskan di Tarakan, Kalimantan Utara.

Beberapa bulan belakangan ini, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di Guangzhao, Tiongkok. Menjaga sang istri yang sedang dalam perawatan medis.

Kesibukannya sebagai pebisnis andal, ternyata tak membuatnya lupa daratan. Bahkan, ketika berpergian untuk menjalankan bisnisnya, pria 59 tahun itu, selalu menyimpan baju adat di dalam kopernya.

“Saya ini profesional. Tapi bukan berarti tidak peduli dengan kampung halaman,” katanya saat dijumpai di rumah masa kecilnya yang berada di tepi Sungai Segah, bagian Gunung Tabur.

Pria berkacamata ini selalu memperkenalkan diri sebagai orang Berau. Ketika bertemu dengan rekan bisnis. Atau saat rapat-rapat terbatas dengan para pejabat negara. “Sampai kapan pun, saya ini orang Berau,” tegasnya.

Ada kebangaan tersendiri baginya menjadi orang Berau. Bahkan, ketika sukses membangun bisnis di sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) industri, tidak semerta-merta membuat Aji Bambang tinggi hati. Kerinduan dengan kampung halaman selalu menghantui pria paro baya itu. Karena kerinduan itu pula, ia membuat paguyuban masyarakat Berau di Tarakan.

Kesuksesannya menjadi pebisnis memberi kemudahan baginya untuk bisa mengenalkan kebudayaan Berau khususnya Gunung Tabur ke khalayak luas. Prestasi itu seirama dengan keinginannya yang kuat untuk menyebarluaskan kebudayaan asli Berau.

Puncaknya, pada 18 April 2017 lalu, ia diundang ke Istana Negara, Jakarta, untuk memperingati Konferensi Asia-Afrika. Di sana, ia bertatap muka sekaligus bersalaman dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mengenakan kain batik, serta kaca mata khasnya dengan kopiah hitam, ia menyapa orang nomor satu dan dua di Indonesia itu. “Saya ditanya dari mana. Saya katakan dari Berau, Kalimantan Timur,” terangnya menceritakan pengalaman tersebut.

Presiden ujar Aji Bambang mengaku kaget. Tak menyangka, ada orang seperti dirinya datang ke acara yang sangat spesial tersebut. Ia menjelaskan, bahwa dirinya selama ini terus mendorong kebudayaan asli Berau agar makin dikenal khalayak luas. Namun, dengan caranya sendiri.

Pria yang dipercaya sebagai ketua Lembaga Pemangku Adat Wilayah Kesultanan Gunung Tabur itu menjelaskan, bahwa dirinya banyak bergerak dari luar. Bukan karena tak mampu menggerakkan dari Berau.

Namun, ia menjelaskan, diperlukan pergerakan hingga tingkat nasional, untuk bisa melebarkan kebudayaan Berau. Sebab, tak mungkin digerakkan hanya di sekitar Berau saja. Alasan itu membuatnya sempat ditunjuk sebagai Sekretaris Forum Komunikasi Kesultanan se-Nusantara pada 2012 silam.

“Saya memang sempat vakum selama 2 tahun terakhir. Karena istri sakit. Tapi sekarang, saya berkomitmen untuk bisa kembali mendorong agar kebudayaan Berau semakin dikenal,” tutur bapak tiga anak ini.

Tekad itu didapat setelah kepulangannya dari Istana Negara, tahun lalu. Seperti tercerahkan, ia kini kembali ke kampung halaman demi mengembalikan emosi kebudayaan kepada seluruh generasi. Terutama generasi muda.

Ia pun menginisiasi, mengundang para sultan seluruh nusantara termasuk dari Brunei Darussalam untuk hadir dalam rangka milad kesultanan Gunung Tabur di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawa, Selasa (27/2) nanti.

Dalam kegiatan yang sekaligus jadi ajang koordinasi dan pembahasan rapat nusantara para raja dan sultan se-Indonesia, April mendatang. Lebih dari itu, acara tersebut terang Aji Bambang, sekaligus memperlihatkan kepada publik bahwa Berau memiliki adat istiadat dan kebudayaan asli yang luar biasa. “Sekaligus mengembalikan emosi bersama. Kemudian menggali rasa memiliki, bahwa adat dan istiadat serta kebudayaan ini milik bersama. Bukan perorangan,” tegasnya.

Jika emosi pada memoar masa lalu itu telah dibangkitkan kembali, selanjutnya ucap Aji, adalah melangkahkan kaki satu per satu secara perlahan. Hal itu dilakukan agar progres untuk memajukan kebudayaan tersebut terlihat.

Ia ingin kebudayaan khas Gunung Tabur tersebut tidak terkikis oleh zaman. Sama seperti rumah orangtuanya yang menurutnya sudah dibangung dari 1911 itu. Aji berjanji terus memperjuangkan kebudayaan asli Gunung Tabur. (*/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 11:27

Keteladanan Lebih Baik dari Seribu Nasihat

TANJUNG REDEB – Rangkaian kegiatan memeriahkan perayaan Hari Jadi ke-208 Kota Tanjung Redeb dan…

Sabtu, 22 September 2018 11:26

Tak Perlu Ditutup-tutupi, KPU Diminta Beber Caleg Mantan Napi

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau diminta lebih terbuka kepada masyarakat, untuk…

Sabtu, 22 September 2018 11:23

Dirut Berau Post Lulus Sangat Memuaskan

JAKARTA - Setelah 7,5 bulan menjalani proses pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI,…

Sabtu, 22 September 2018 11:22

Jadwal Pendaftaran CPNS Belum Jelas

TANJUNG REDEB – Kepala Bidang Pengadaan dan Mutasi, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Wakil Rakyat Dinilai Pasif

TANJUNG REDEB – DPRD Berau kembali menggelar hearing atau rapat dengar pendapat menindaklanjuti…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Bantah Disebut Proyek Siluman

TANJUNG REDEB - Proyek normalisasi irigasi di RT 20 Kelurahan Sambaliung, yang semula dianggap proyek…

Jumat, 21 September 2018 10:53

Tak Punya Bus Sekolah, Bisa dengan Angkot

TANJUNG REDEB – Kurangnya sarana penunjang aktivitas pelajar, seperti bus sekolah, disebut Ketua…

Kamis, 20 September 2018 00:22

KPU Minta Permohonan Tertulis

TANJUNG REDEB – Pendaftaran dan verifikasi calon peserta pemilihan legislatif (Pileg) 2019 telah…

Kamis, 20 September 2018 00:20

Rapat Anggaran Porprov Deadlock

TANJUNG REDEB – Rapat pembahasan kesiapan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)…

Kamis, 20 September 2018 00:17

Tangisan Haru Sambut Kedatangan Jamaah Berau

TANJUNG REDEB - Tangis bahagia menyambut kedatangan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Berau saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .