MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 11:22
Lebih Dikenal sebagai Pengusaha, Pulang Kampung Majukan Kebudayaan

Pengalaman Aji Bambang Kusuma Menginjakkan Kaki di Istana Negara

PENGALAMAN BERHARGA: Aji Bambang Kusuma (kanan) saat diundang ke Istana Negara dalam rangka memperingati Konferensi Asia-Afrika, 18 April 2017 lalu. Aji Bambang juga berkesempatan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

PROKAL.CO, Sukses di perantauan, tak membuat Aji Bambang Kusuma lupa dengan kampung halaman. Putra daerah, asli Gunung Tabur ini, terus terlibat mempertahankan adat dan kebudayaan. Jauh, bukan berarti lupa. Di dalam kopernya pun selalu disimpan baju adat Kesultanan Gunung Tabur jika melakukan perjalanan bisnis.

 

RIO TAUFIQ ADAM, Gunung Tabur

 

BISA dihitung dengan jari Aji Bambang Kusuma tidur di rumah peninggalan orangtuanya yang terletak di Jalan Kuran RT 1, Kelurahan Gunung Tabur. Sisanya dihabiskan di Tarakan, Kalimantan Utara.

Beberapa bulan belakangan ini, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di Guangzhao, Tiongkok. Menjaga sang istri yang sedang dalam perawatan medis.

Kesibukannya sebagai pebisnis andal, ternyata tak membuatnya lupa daratan. Bahkan, ketika berpergian untuk menjalankan bisnisnya, pria 59 tahun itu, selalu menyimpan baju adat di dalam kopernya.

“Saya ini profesional. Tapi bukan berarti tidak peduli dengan kampung halaman,” katanya saat dijumpai di rumah masa kecilnya yang berada di tepi Sungai Segah, bagian Gunung Tabur.

Pria berkacamata ini selalu memperkenalkan diri sebagai orang Berau. Ketika bertemu dengan rekan bisnis. Atau saat rapat-rapat terbatas dengan para pejabat negara. “Sampai kapan pun, saya ini orang Berau,” tegasnya.

Ada kebangaan tersendiri baginya menjadi orang Berau. Bahkan, ketika sukses membangun bisnis di sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) industri, tidak semerta-merta membuat Aji Bambang tinggi hati. Kerinduan dengan kampung halaman selalu menghantui pria paro baya itu. Karena kerinduan itu pula, ia membuat paguyuban masyarakat Berau di Tarakan.

Kesuksesannya menjadi pebisnis memberi kemudahan baginya untuk bisa mengenalkan kebudayaan Berau khususnya Gunung Tabur ke khalayak luas. Prestasi itu seirama dengan keinginannya yang kuat untuk menyebarluaskan kebudayaan asli Berau.

Puncaknya, pada 18 April 2017 lalu, ia diundang ke Istana Negara, Jakarta, untuk memperingati Konferensi Asia-Afrika. Di sana, ia bertatap muka sekaligus bersalaman dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Mengenakan kain batik, serta kaca mata khasnya dengan kopiah hitam, ia menyapa orang nomor satu dan dua di Indonesia itu. “Saya ditanya dari mana. Saya katakan dari Berau, Kalimantan Timur,” terangnya menceritakan pengalaman tersebut.

Presiden ujar Aji Bambang mengaku kaget. Tak menyangka, ada orang seperti dirinya datang ke acara yang sangat spesial tersebut. Ia menjelaskan, bahwa dirinya selama ini terus mendorong kebudayaan asli Berau agar makin dikenal khalayak luas. Namun, dengan caranya sendiri.

Pria yang dipercaya sebagai ketua Lembaga Pemangku Adat Wilayah Kesultanan Gunung Tabur itu menjelaskan, bahwa dirinya banyak bergerak dari luar. Bukan karena tak mampu menggerakkan dari Berau.

Namun, ia menjelaskan, diperlukan pergerakan hingga tingkat nasional, untuk bisa melebarkan kebudayaan Berau. Sebab, tak mungkin digerakkan hanya di sekitar Berau saja. Alasan itu membuatnya sempat ditunjuk sebagai Sekretaris Forum Komunikasi Kesultanan se-Nusantara pada 2012 silam.

“Saya memang sempat vakum selama 2 tahun terakhir. Karena istri sakit. Tapi sekarang, saya berkomitmen untuk bisa kembali mendorong agar kebudayaan Berau semakin dikenal,” tutur bapak tiga anak ini.

Tekad itu didapat setelah kepulangannya dari Istana Negara, tahun lalu. Seperti tercerahkan, ia kini kembali ke kampung halaman demi mengembalikan emosi kebudayaan kepada seluruh generasi. Terutama generasi muda.

Ia pun menginisiasi, mengundang para sultan seluruh nusantara termasuk dari Brunei Darussalam untuk hadir dalam rangka milad kesultanan Gunung Tabur di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawa, Selasa (27/2) nanti.

Dalam kegiatan yang sekaligus jadi ajang koordinasi dan pembahasan rapat nusantara para raja dan sultan se-Indonesia, April mendatang. Lebih dari itu, acara tersebut terang Aji Bambang, sekaligus memperlihatkan kepada publik bahwa Berau memiliki adat istiadat dan kebudayaan asli yang luar biasa. “Sekaligus mengembalikan emosi bersama. Kemudian menggali rasa memiliki, bahwa adat dan istiadat serta kebudayaan ini milik bersama. Bukan perorangan,” tegasnya.

Jika emosi pada memoar masa lalu itu telah dibangkitkan kembali, selanjutnya ucap Aji, adalah melangkahkan kaki satu per satu secara perlahan. Hal itu dilakukan agar progres untuk memajukan kebudayaan tersebut terlihat.

Ia ingin kebudayaan khas Gunung Tabur tersebut tidak terkikis oleh zaman. Sama seperti rumah orangtuanya yang menurutnya sudah dibangung dari 1911 itu. Aji berjanji terus memperjuangkan kebudayaan asli Gunung Tabur. (*/udi)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 14:54

Tutup ‘Wisata Seribu Lubang’

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan poros pesisir…

Senin, 17 Desember 2018 14:53

Penyu Sisik Masuk Daftar Merah Kepunahan

TANJUNG REDEB – Ketegasan Pemkab Berau yang tidak akan menolerir…

Senin, 17 Desember 2018 14:49

Minibus Seruduk Traffic Light, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan  Pemuda Tanjung…

Senin, 17 Desember 2018 14:48

Bakar, Jangan Digunting!

TANJUNG REDEB –Cegah agar temuan ribuan KTP elektronik tercecer di…

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .