MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 23 Februari 2018 11:26
JPU Hadirkan Dua Saksi, Lanjutan Sidang Kasus Pembunuhan yang Dipicu Rasa Cemburu
KURSI PESAKITAN: Darsi menjalani sidang kedua kasus pembunuhan yang didakwakan pada dirinya, di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, kemarin (22/2).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sidang lanjutan kasus pembunuhan Baharuddin (53), warga Km 2 Jalan Raya Bangun Lama, Sambaliung, oleh terdakwa Darsi (65), warga Karang Ambun, Kelurahan Gayam, digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb, Kamis (22/2). Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Abu Achmad Sidqi, dengan agenda mendengarkan keterangan dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kedua saksi yang dihadirkan JPU masing-masing Darna dan Rahmat yang merupakan istri dan anak sulung terdakwa. Kedua saksi ini dihadirkan terkait ikatan keluarga dengan terdakwa.

Persidangan yang dimulai pukul 13.19 Wita, diwarnai ketegangan. Saksi Rahmat menuturkan tidak tahu persis polemik yang terjadi antara ibunya Darna dengan ayahnya yang duduk di kursi pesakitan. Tapi ia membenarkan jika ibunya telah menikah sirih dengan Bahar yang menjadi korban.

Pada persidangan kemarin, JPU Nanang memastikan akan menghadirkan beberapa saksi lagi dalam agenda sidang selanjutnya. Dirinya juga belum mau menyimpulkan masuknya motif pembunuhan berencana sesuai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Nanti kita lihat saja jalannya persidangan,” tegasnya.

Menurutnya, keterangan saksi dalam persidangan sudah jelas memang ada pembunuhan. Pelakunya pun jelas adalah terdakwa, sesuai pengakuan saksi-saksi.

“Cuma untuk menentukan apakah itu termasuk pembunuhan berencana atau biasa, perlu untuk didengarkan keterangan saksi-saksi lainnya. Baru kami menyimpulkan,” terangnya.

Ia membeberkan, setelah agenda pemeriksaan saksi-saksi, selanjutnya giliran keterangan terdakwa yang akan didengarkan.

“Terdakwa belum, terdakwa kalau mau menghadirkan saksi yang meringankan bisa saja. Misalnya soal pisau itu, ternyata memang ada hubungan dengan pekerjaannya sebagai tukang potong ayam. Jadi memang setiap hari dia bawa pisau untuk memotong ayam. Tapi jika tidak ada hubungannya, ya perlu didengar keterangan saksi saksi lainnya,” pungkasnya.

Sementara Penasihat Hukum terdakwa Syahrudin menjelaskan, berdasarkan analisanya, satu saksi yakni istri terdakwa menurutnya memberikan keterangan yang tidak benar. Karena banyak yang tidak sinkron, atau berubah seketika.

“Banyak sih keterangan yang menurut kami itu agak janggal dari saksi Darna. Pertama dari keterangannya terhadap hakim. Begitu jaksa bertanya kembali, berbeda lagi jawabannya. Artinya semacam cerita itu dikarang sama saksi,” terang Syahruddin.

Salah satunya, Darna mengatakan punya satu anak dari Bahar. Tapi ketika dipertegas oleh JPU, Darna menyebut jika Bahar hanya mengakui anak bungsunya itu sudah dianggap seperti anak kandungnya sendiri.

“Nah itu kan sudah berbohong namanya. Dan kedua, keterangan saksi (Rahmat), dia juga tidak tahu apakah anak itu (adik bungsunya) adalah anak dari terdakwa atau anak kandung korban,” tandasnya.

Pihaknya juga belum mengambil kesimpulan, karena masih akan mendengarkan pengakuan saksi lainnya yang akan dihadirkan JPU.

“Sementara itu saja dulu. Nanti dilihat pada fakta persidangan minggu depan. Menurut JPU, masih ada saksi lain yang mau dihadirkan. Dan saya belum bisa menanggapi karena belum masuk pada kesimpulan atau pembelaan atau dakwaan,” tambahnya.

Terpisah, anggota Majelis Hakim Andi Hardiansyah mengatakan, dari keterangan saksi membenarkan adanya penusukan dan penikaman itu benar adanya. 

“Hanya pada saat kejadian saksi tidak melihat langsung. Karena dari keduanya memang sudah ada masalah katanya. Ada semacam dendam lah,” terangnya.

Untuk agenda persidangan berikutnya, jaksa masih punya waktu untuk menghadirkan saksi tambahan.

“Kebetulan ketua majelis ada cuti minggu depan. Jadi (sidang lanjutan) kami tunda hingga 5 Maret, dengan agenda persidangan masih mendengarkan keterangan saksi,” katanya.

Diketahui, kejadian pembunuhan bermula dari kecemburuan terdakwa kepada korban, Bahar.

Darsi memiliki dendam dengan korban Bahar, karena istrinya Darna dibawa lari oleh korban ke Nunukan selama bertahun-tahun. Dibakar rasa cemburu, Darsi memang sudah mengingatkan Bahar agar tidak kembali ke Bumi Batiwakkal.

Tapi, ketika orangtua Darna meninggal dunia, korban dan Darna kembali ke Berau, tepatnya di Sei Bebanir Bangun, pada 21 Oktober 2017.

Mengetahui Bahar dan istrinya kembali ke Berau, dengan rasa cemburu yang dipendam selama 13 tahun kepada Bahar, emosi Darsi tak dapat terbendung lagi.

Tepat di rumah duka korban, di Gang Rambai, Jalan Pendidikan RT 03, Kampung Sei Bebanir Bangun, Dasri langsung menikam Bahar hingga tewas saat korban sedang memotong kayu yang hendak digunakan untuk peti jenazah orangtua Darna.

Berdasarkan keterangan saksi disampaikan, Kapolsek Sambaliung Iptu Aprisakundi, Darsi ke rumah duka untuk melayat. Tak berselang lama, pelaku langsung menikam korban menggunakan pisau yang memang sudah dia bawa, sebanyak empat kali di bagian depan dan satu kali di bagian belakang tubuh korban.

Setelah membuat korban tersungkur di tanah dan bersimbah darah, pelaku pergi ke Polsek Sambaliung untuk menyerahkan diri. Sementara korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

“Usai menikam korban, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Sambaliung,” ungkap pria yang akrab di sapa Apri itu.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi, aksi itu dia lakukan akibat sudah tidak bisa menahan rasa cemburunya terhadap korban yang merupakan suami siri istrinya yang sudah menikah selama 13 tahun dan telah dikaruniai seorang anak perempuan. (*/mar/udi)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:24

207 Koperasi Langgar Aturan

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Elpiji Melon Kian Mahal

TANJUNG REDEB - Persoalan tingginya harga elpiji 3 Kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Maret 2019 12:51

Wisata Kuliner di Kabupaten Ini Stagnan

TANJUNG REDEB - Wacana pembangunan wisata kuliner yang sempat dicanangkan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:47

Ratusan Karyawan Demo, Ini yang Diminta Mereka

TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja tambang batu bara PT Sapta…

Selasa, 19 Maret 2019 12:45

PH Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Terdakwa Ardiansyah dan Roberto yang tersandung kasus…

Selasa, 19 Maret 2019 12:40

Drainase Perkotaan Ditarget Rampung Mei

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*