MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 23 Februari 2018 11:28
Rokok Penyumbang Kemiskinan Terbesar Kedua

Angka Kemiskinan Berau Capai 5,41 Persen

KONSUMSI: Merokok menjadi salah satu faktor penyumbang kemiskinan di Indonesia.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, mencatat tingkat kemiskinan masyarakat di Bumi Batiwakkal, terus mengalami peningkatan sejak 2015 lalu.

Kepala BPS Berau, Hotbel Purba, mengatakan berdasarkan data dari BPS Berau, angka kemiskinan di Berau mengalami peningkatan sekitar 0,04 persen dari tahun 2016 dan 2017. Pada tahun 2015 angka kemiskinan mencapai 5,33 persen,  2016 sekitar 5,37 persen, tahun 2017 menjadi 5,41 persen.

Jika berbicara indeks kedalaman kemiskinan (P1), dikatakannya, pada 2016 angka kemiskinan bertambah 0,97 persen. Untuk faktor pemicu, banyak hal, seperti kenaikan harga barang dan berkurangnya lapangan kerja. Tentu saja, dua faktor tersebut yang memiliki andil besar terhadap peningkatan angka kemiskinan saat ini.

"Pertumbuhan ekonomi Berau mengalami minus 1,70 persen. Hal tersebut tidak bisa diartikan menurun, karena ekonomi Berau hanya melambat dan tetap berproses jalan," ungkapnya.

Jika dimisalkan rata-rata rumah tangga miskin ada 5 orang, maka garis kemiskinan untuk Maret 2016 adalah Rp 77.500 per rumah tangga per hari. “Nah, penduduk dengan pengeluaran rumah tangga di bawah garis kemiskinan itulah yang dikategorikan miskin,” jelasnya.

Sementara itu garis kemiskinan (GK) yang dipakai BPS, merupakan hasil penjumlahan garis kemiskinan makanan dan non makanan, seperti perumahan, pendidikan dan kesehatan.

GK di Berau lanjut dia, mengalami peningkatan. Hal ini bisa disebabkan oleh inflasi yang dirasakan hampir di seluruh daerah, pertumbuhan penduduk, dan konsumsi rokok.

“Karena rokok bagi sebagian orang yang merokok tidak masalah, konsumsi beras dan ikan berkurang asal tetap bisa merokok. Di level nasional, penyumbang kemiskinan yang pertama adalah beras, kedua rokok," ujarnya.

“Kontribusi rokok terhadap kemiskinan lebih tinggi dari daging sapi, telur ayam, daging ayam, mi instan, gula pasir, hingga tahu. Kontribusi rokok juga di atas biaya komoditi bukan makanan, seperti perumahan, listrik, hingga bensin sekalipun,” lanjutnya.

Yang jadi perhatian lain adalah indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan tingkat keparahan kemiskinan (P2). Hampir di seluruh kabupaten di Indonesia yang sebagian besar perdesaan, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan cenderung memburuk. (sin/app)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 14:30

USBN di SMA 8 Tanpa Kendala

BIDUKBIDUK - Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA/sederajat…

Selasa, 26 Maret 2019 14:03

Islam Tidak Keras, Tapi Tegas

TANJUNG REDEB – Menanggapi adanya salah seorang warga Berau yang…

Selasa, 26 Maret 2019 13:43

Hari Pertama UNBK SMK Lancar

TANJUNG REDEB - Pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari…

Senin, 25 Maret 2019 14:41

Sampah Berserakan, Timbulkan Bau Busuk

SAMBALIUNG - Tumpukan sampah di jalan poros Kampung Suaran, Kecamatan…

Senin, 25 Maret 2019 14:40

Dua Pasar Bakal Dibangun di Pesisir

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi…

Senin, 25 Maret 2019 14:38

Rambu Longsor Ganggu Pandangan Pengendara

TELUK BAYUR - Halangi pandangan, pengendara berharap spanduk yang digunakan…

Senin, 25 Maret 2019 14:37

Camat Talisayan Pelototi Pendatang

TALISAYAN - Pasca diamankannya salah seorang terduga teroris jaringan Sibolga…

Senin, 25 Maret 2019 14:27

Berharap Jalan Poros Tumbit Dayak Ditingkatkan

SAMBALIUNG - Kerap tergenang hingga 1,5 meter, Penjabat Kepala Kampung…

Minggu, 24 Maret 2019 01:18

Era Digital Mudahkan Kemajuan Pariwisata

TANJUNG REDEB – Potensi pariwisata di Kabupaten Berau tidak perlu…

Minggu, 24 Maret 2019 01:15

Ingin Kembangkan Non Formal Pelajarnya

TANJUNG REDEB - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anggrek Prestasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*