MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 23 Februari 2018 11:30
Yamsir Sesalkan Kinerja BPK

Tujuh Tahun, Hanya Satu Perkam di Tuntaskan

HARUS TUNTAS: Persoalan sampah di Kampung Talisayan masih tak kunjung tuntas karena belum dibuatkan peraturannya.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Kinerja Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Talisayan, belum maksimal. Dalam tujuh tahun terakhir, hanya mampu menuntaskan satu peraturan kampung (Perkam), yakni tentang penertiban ternak.

Kepala Kampung Talisayan Yamsir saat dikonfirmasi tak menampik, jika perkampungan yang dipimpinnya masih sangat sedikit aturan yang tertulis. Ia Pun telah beberapa kali merombak kepengurusan BPK. Salah satu pertimbangannya tentu karena sedikitnya perkam yang dibuat.

“Inilah yang sangat saya sayangkan. Beberapa Perkam telah kami ajukan. Namun belum ada satupun yang disahkan,” katanya kepada Berau Post saat berbincang di kediamannya, Kamis (22/2).

Satu diantara Perkam yang telah pihaknya ajukan dan dianggap krusial untuk segera dirumuskan BPK, yaitu Perkam tentang Sampah. Pasalnya, selama ini, pengelolaan sampah dilakukan tanpa aturan apa pun. Hanya sebatas surat keputusan (SK) kepala kampung.

Aturan yang dimaksud, terkait penarikan retribusi tiap rumah lingkungan di Kampung Talisayan. “Ini bisa jadi tindak pidana pungli (pungutan liar) loh, tidak ada payung hukumnya,” ucapnya.

Namun, bukan soal pungli yang ditakuti oleh Yamsir. Melainkan teror sampah yang semakin menumpuk. Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, akan membuat ancaman lingkungan.

“Tidak dilakukan, tapi mendesak untuk dilaksanakan. Selain program kampung bebas sampah, ini menjadi langkah agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Terutama ke sungai atau laut yang dapat mencemari sumber pemenuhan air bersih dan mata pencarian nelayan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Yamsir memberikan waktu dua bulan untuk menuntaskan perkam yang telah diajukan. Jika batas waktu yang diberikan tidak diindahkan juga, dia akan mengambil langkah dengan berkordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Talisayan, untuk mengambil sikap tegas.

Tindakan itu bukan mendesak. Hanya saja, Yamsir tidak menginginkan lembaga pendamping kampung dicap sebagai tukang kelenceran dan tidak memperhatikan kepentingan warga Kampung Talisayan, akibat buruknya kinerja.

Apalagi, beberapa perkam sangat diperlukan dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi kampung maupun bersifat kepentingan warga. ”Saya berikan waktu dua bulan. Apalagi, ada penyegaran anggota BPK baru, diharapkan kinerja mereka semakin meningkat dan bersinergi membangun Talisayan semakin maju,” pintanya.

Sementara, Ketua BPK Talisayan, Wahyudi saat dikonfirmasi menampik jika pihaknya dinilai tidak bekerja. Pihaknya mengklaim sudah menjalankan tugas sesuai Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 55. ”Tidak bekerja seperti apa yang dimaksud? Saya bisa balik bertanya. Baca dulu UU tentang desa baru berkomentar,” kesalnya.

Masalah perkam misalnya. Selama ini, ungkap Yudi, pemerintah kampung tidak pernah memberikan tebusan secara resmi, hanya sekadar penyampaian lisan.

“Kalau memang mendesak dan krusial untuk dilakukan, beri tebusan melalui surat resmi. Bukan berbincang. Perlu belajar soal tata pemerintahan,” cetusnya.

Pembuatan perkam ujar Wahyudi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kajian-kajian yang jelas tanpa mengurangi hak-hak masyarakat. Apalagi, penetapan perkam tidak hanya sekali pakai, tapi dapat diimplementasikan sebagai acuan pemerintahan.

”Ada peraturan, pasti ada sanksi bagi pelanggar. Apakah pemerintah kampung bisa berkomitmen dengan ini. Kalau bisa dia pertanggungjawabkan, sehari saya buatkan,” tegasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 09:01
BREAKING NEWS

Pastikan Pasokan Listrik Aman, Najemuddin Cek ke PLTU Lati

TANJUNG REDEB - Untuk memastikan pasokan listrik aman atau tidak terjadi gangguan di PLTU Lati, Direktur…

Kamis, 14 Juni 2018 14:04
Kampung Tembudan Kenalkan Gua Luang Subuyan

YESS..!! Gua Ini Eksotis Banget, Lebaran Ini Dibuka untuk Umum

BATU PUTIH - Potensi objek wisata di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih seperti tak ada habisnya.…

Kamis, 14 Juni 2018 14:02

Perlu Lembaga Tangani Pengguna Lem

TANJUNG REDEB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau Iramsyah menyatakan, hingga…

Kamis, 14 Juni 2018 14:00

Siagakan 27 Personel Amankan Permukiman

TANJUNG REDEB – Menjelang Hari Raya Idulfitri, upaya pengamanan wilayah mulai digencarkan Polsek…

Kamis, 14 Juni 2018 13:59

Satu Damkar Bakal Disiagakan di Talisayan

TANJUNG REDEB - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memastikan akan melakukan penambahan…

Rabu, 13 Juni 2018 12:15

Kendaraan Besar Paksa lewat Jembatan Bujangga, Dishub Ancam Tarik KIR Kendaraan

TANJUNG REDEB - Kembali rusaknya portal Jembatan Bujangga, membuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 13 Juni 2018 12:14

Berau Targetkan 30.000 Kunjungan Wisatawan

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng…

Rabu, 13 Juni 2018 12:11

ASN dan Kakam Harus Hindari Politik Praktis

TALISAYAN- Pemilihan Gubernur Kaltim tidak lama lagi berlangsung. Berbagai cara dan upaya dilakukan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:44

IPA Mangkrak Perlu Dioperasikan

TANJUNG REDEB - Belum sepenuhnya fasilitas air bersih wilayah pesisir selatan Berau beropeasi, menjadi…

Selasa, 12 Juni 2018 14:41

Takbir Keliling di Kecamatan Juga Bisa Digelar

TALISAYAN - Masyarakat yang berada di Kecamatan Talisayan, pastikan akan menggelar takbir keliling pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .