MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 23 Februari 2018 11:30
Yamsir Sesalkan Kinerja BPK

Tujuh Tahun, Hanya Satu Perkam di Tuntaskan

HARUS TUNTAS: Persoalan sampah di Kampung Talisayan masih tak kunjung tuntas karena belum dibuatkan peraturannya.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Kinerja Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Talisayan, belum maksimal. Dalam tujuh tahun terakhir, hanya mampu menuntaskan satu peraturan kampung (Perkam), yakni tentang penertiban ternak.

Kepala Kampung Talisayan Yamsir saat dikonfirmasi tak menampik, jika perkampungan yang dipimpinnya masih sangat sedikit aturan yang tertulis. Ia Pun telah beberapa kali merombak kepengurusan BPK. Salah satu pertimbangannya tentu karena sedikitnya perkam yang dibuat.

“Inilah yang sangat saya sayangkan. Beberapa Perkam telah kami ajukan. Namun belum ada satupun yang disahkan,” katanya kepada Berau Post saat berbincang di kediamannya, Kamis (22/2).

Satu diantara Perkam yang telah pihaknya ajukan dan dianggap krusial untuk segera dirumuskan BPK, yaitu Perkam tentang Sampah. Pasalnya, selama ini, pengelolaan sampah dilakukan tanpa aturan apa pun. Hanya sebatas surat keputusan (SK) kepala kampung.

Aturan yang dimaksud, terkait penarikan retribusi tiap rumah lingkungan di Kampung Talisayan. “Ini bisa jadi tindak pidana pungli (pungutan liar) loh, tidak ada payung hukumnya,” ucapnya.

Namun, bukan soal pungli yang ditakuti oleh Yamsir. Melainkan teror sampah yang semakin menumpuk. Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, akan membuat ancaman lingkungan.

“Tidak dilakukan, tapi mendesak untuk dilaksanakan. Selain program kampung bebas sampah, ini menjadi langkah agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Terutama ke sungai atau laut yang dapat mencemari sumber pemenuhan air bersih dan mata pencarian nelayan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Yamsir memberikan waktu dua bulan untuk menuntaskan perkam yang telah diajukan. Jika batas waktu yang diberikan tidak diindahkan juga, dia akan mengambil langkah dengan berkordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Talisayan, untuk mengambil sikap tegas.

Tindakan itu bukan mendesak. Hanya saja, Yamsir tidak menginginkan lembaga pendamping kampung dicap sebagai tukang kelenceran dan tidak memperhatikan kepentingan warga Kampung Talisayan, akibat buruknya kinerja.

Apalagi, beberapa perkam sangat diperlukan dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi kampung maupun bersifat kepentingan warga. ”Saya berikan waktu dua bulan. Apalagi, ada penyegaran anggota BPK baru, diharapkan kinerja mereka semakin meningkat dan bersinergi membangun Talisayan semakin maju,” pintanya.

Sementara, Ketua BPK Talisayan, Wahyudi saat dikonfirmasi menampik jika pihaknya dinilai tidak bekerja. Pihaknya mengklaim sudah menjalankan tugas sesuai Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 55. ”Tidak bekerja seperti apa yang dimaksud? Saya bisa balik bertanya. Baca dulu UU tentang desa baru berkomentar,” kesalnya.

Masalah perkam misalnya. Selama ini, ungkap Yudi, pemerintah kampung tidak pernah memberikan tebusan secara resmi, hanya sekadar penyampaian lisan.

“Kalau memang mendesak dan krusial untuk dilakukan, beri tebusan melalui surat resmi. Bukan berbincang. Perlu belajar soal tata pemerintahan,” cetusnya.

Pembuatan perkam ujar Wahyudi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kajian-kajian yang jelas tanpa mengurangi hak-hak masyarakat. Apalagi, penetapan perkam tidak hanya sekali pakai, tapi dapat diimplementasikan sebagai acuan pemerintahan.

”Ada peraturan, pasti ada sanksi bagi pelanggar. Apakah pemerintah kampung bisa berkomitmen dengan ini. Kalau bisa dia pertanggungjawabkan, sehari saya buatkan,” tegasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 15:03

Agar Bisa Terarah

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Pertamina…

Senin, 17 Desember 2018 15:01

Bakal Sulap Permukiman Kumuh Lebih Berwarna

TALISAYAN - Dalam mewujudkan Talisayan Bersinar, Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah…

Senin, 17 Desember 2018 14:59

Listrik Dumaring Belum Merata

TALISAYAN- Hingga kini sebagian wilayah di Kampung Dumaring masih belum…

Senin, 17 Desember 2018 14:57

Sejumlah Puskesmas Masih Kurang Dokter

TANJUNG REDEB – Berau masih kekurangan tenaga dokter, khususnya di…

Senin, 17 Desember 2018 14:55

Warga Sumber Mulya Kesulitan Air Bersih

TALISAYAN - Masyarakat di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan, hingga…

Minggu, 16 Desember 2018 11:24

Perkara ADK Balikukup Segera Menyusul ke Meja Hijau

TANJUNG REDEB – Setelah berkas perkara dugaan korupsi kapal pariwisata…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Masih Kerap Ditemukan Truk Pengangkut Material Tak Ditutup Baknya

TANJUNG REDEB – Pengguna jalan, khususnya pengendara harus hati-hati. Pasalnya,…

Minggu, 16 Desember 2018 11:11

Lanjutan Proyek Turap Sambaliung Dipertanyakan

TANJUNG REDEB – Proyek penurapan di Jalan Tanjung Baru, Kecamatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:25

Waspada Pungli dalam Peningkatan PAD

TANJUNG REDEB - Dalam penetapan sembilan rancangan peraturan daerah (raperda)…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:24

Hujan Sebentar, Jalan Gatot Subroto Tergenang

TANJUNG REDEB – Diguyur hujan tak sampai satu jam, Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .