MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 23 Februari 2018 11:30
Yamsir Sesalkan Kinerja BPK

Tujuh Tahun, Hanya Satu Perkam di Tuntaskan

HARUS TUNTAS: Persoalan sampah di Kampung Talisayan masih tak kunjung tuntas karena belum dibuatkan peraturannya.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Kinerja Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Talisayan, belum maksimal. Dalam tujuh tahun terakhir, hanya mampu menuntaskan satu peraturan kampung (Perkam), yakni tentang penertiban ternak.

Kepala Kampung Talisayan Yamsir saat dikonfirmasi tak menampik, jika perkampungan yang dipimpinnya masih sangat sedikit aturan yang tertulis. Ia Pun telah beberapa kali merombak kepengurusan BPK. Salah satu pertimbangannya tentu karena sedikitnya perkam yang dibuat.

“Inilah yang sangat saya sayangkan. Beberapa Perkam telah kami ajukan. Namun belum ada satupun yang disahkan,” katanya kepada Berau Post saat berbincang di kediamannya, Kamis (22/2).

Satu diantara Perkam yang telah pihaknya ajukan dan dianggap krusial untuk segera dirumuskan BPK, yaitu Perkam tentang Sampah. Pasalnya, selama ini, pengelolaan sampah dilakukan tanpa aturan apa pun. Hanya sebatas surat keputusan (SK) kepala kampung.

Aturan yang dimaksud, terkait penarikan retribusi tiap rumah lingkungan di Kampung Talisayan. “Ini bisa jadi tindak pidana pungli (pungutan liar) loh, tidak ada payung hukumnya,” ucapnya.

Namun, bukan soal pungli yang ditakuti oleh Yamsir. Melainkan teror sampah yang semakin menumpuk. Pasalnya, jika tidak dikelola dengan baik, akan membuat ancaman lingkungan.

“Tidak dilakukan, tapi mendesak untuk dilaksanakan. Selain program kampung bebas sampah, ini menjadi langkah agar warga tidak membuang sampah sembarangan. Terutama ke sungai atau laut yang dapat mencemari sumber pemenuhan air bersih dan mata pencarian nelayan,” tambahnya.

Oleh karena itu, Yamsir memberikan waktu dua bulan untuk menuntaskan perkam yang telah diajukan. Jika batas waktu yang diberikan tidak diindahkan juga, dia akan mengambil langkah dengan berkordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Talisayan, untuk mengambil sikap tegas.

Tindakan itu bukan mendesak. Hanya saja, Yamsir tidak menginginkan lembaga pendamping kampung dicap sebagai tukang kelenceran dan tidak memperhatikan kepentingan warga Kampung Talisayan, akibat buruknya kinerja.

Apalagi, beberapa perkam sangat diperlukan dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi kampung maupun bersifat kepentingan warga. ”Saya berikan waktu dua bulan. Apalagi, ada penyegaran anggota BPK baru, diharapkan kinerja mereka semakin meningkat dan bersinergi membangun Talisayan semakin maju,” pintanya.

Sementara, Ketua BPK Talisayan, Wahyudi saat dikonfirmasi menampik jika pihaknya dinilai tidak bekerja. Pihaknya mengklaim sudah menjalankan tugas sesuai Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 55. ”Tidak bekerja seperti apa yang dimaksud? Saya bisa balik bertanya. Baca dulu UU tentang desa baru berkomentar,” kesalnya.

Masalah perkam misalnya. Selama ini, ungkap Yudi, pemerintah kampung tidak pernah memberikan tebusan secara resmi, hanya sekadar penyampaian lisan.

“Kalau memang mendesak dan krusial untuk dilakukan, beri tebusan melalui surat resmi. Bukan berbincang. Perlu belajar soal tata pemerintahan,” cetusnya.

Pembuatan perkam ujar Wahyudi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu kajian-kajian yang jelas tanpa mengurangi hak-hak masyarakat. Apalagi, penetapan perkam tidak hanya sekali pakai, tapi dapat diimplementasikan sebagai acuan pemerintahan.

”Ada peraturan, pasti ada sanksi bagi pelanggar. Apakah pemerintah kampung bisa berkomitmen dengan ini. Kalau bisa dia pertanggungjawabkan, sehari saya buatkan,” tegasnya. (jun/rio)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 11:28

Gundukan di Jalan Bujangga Dinilai Berbahaya

TANJUNG REDEB – Dianggap membahayakan bagi pengendara, warga minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Jumat, 21 September 2018 10:58

P2TP2A Bakal Kumpulkan Orangtua di Sekolah

TANJUNG REDEB – Perilaku menyimpang isap lem oleh anak-anak di media sosial (medsos), yang terjadi…

Kamis, 20 September 2018 00:27

Pengelolaan Objek Wisata Tulung Ni Lenggo Diapresiasi

BATU PUTIH - Meskipun terbilang jauh, namun tak menghalangi wisatawan untuk berlibur ke Tulung Ni Lenggo…

Kamis, 20 September 2018 00:26

Sulit Cari Solar di Pesisir Selatan Berau

BATU PUTIH - Solar eceran di sejumlah kampung pesisir selatan Berau, mulai langka. Hal itu terjadi di…

Kamis, 20 September 2018 00:26

Jarak Pandang Sempat 2 Kilometer

TANJUNG REDEB -  Kabut asap sempat terjadi pada Senin (17/9) lalu, dan hal itu disebut sebagai…

Kamis, 20 September 2018 00:23

Akun Instagram Anak Wabup Dibajak

TANJUNG REDEB – Masyarakat diimbau waspada terkait modus penipuan dengan membajak akun media sosial…

Rabu, 19 September 2018 13:06

Warga Berharap Peningkatan Jalan

BIATAN - Masyarakat yang berada di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan berharap akses jalan di…

Rabu, 19 September 2018 13:04

Listrik Belum Merata di Tabalar

TABALAR – Warga di sejumlah kampung wilayah Kecamatan Tabalar, masih belum sepenuhnya masih mendapatkan…

Selasa, 18 September 2018 17:12

Jarang tapi Tak Langka, Si Kerabat Bunga Bangkai yang Tumbuh di Berau

Bunganya cantik, warnanya merah keunguan. Sayang baunya tak sedap, seperti bau bangkai tikus. Bunga…

Selasa, 18 September 2018 17:06

Pasang 18 Titik Penerangan Tenaga Surya

TALISAYAN - Demi menghindari hal yang tak diinginkan khususnya di malam hari, Pemerintah Kampung Talisayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .