MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 26 Februari 2018 12:01
Penjajakan dengan Sekolah Alam

Wabup Cari Solusi Pendidikan di Pedalaman

SOLUSI PENDIDIKAN: Wakil Bupati Agus Tantomo saat memberikan penjelasan kondisi terkini pendidikan di Berau, kala melakukan kunjungan ke School of Universe, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/2) lalu.

PROKAL.CO, BOGOR - Permasalahan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil masih menghantui Pemkab Berau. Untuk menekan siswa putus sekolah pada level menengah pertama, Pemkab Berau saat ini mencoba menjajaki pola sekolah alam yang sudah dikembangkan di School of Universe, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Gagasan untuk mengadopsi pola sekolah alam ini awalnya muncul dari Wakil Bupati Agus Tantomo. Keresahannya terkait anak didik di wilayah pedalaman yang tak mampu meneruskan pendidikan ke jenjang menengah pertama, memaksanya mencari terobosan baru. “Ini permasalahan kita bersama. Banyak dari keluarga di pedalaman dan pesisir, yang tak mampu menyekolahkan anaknya setelah pendidikan dasar (SD). Ada banyak alasan. Karena tidak ada SMP di desanya. Dan ditambah masalah ekonomi, atau juga orang tua yang belum tega pisah dengan anaknya yang dianggap masih terlalu kecil. Ini yang membuat saya prihatin,” ujar Agus beberapa waktu lalu.

Setelah melalui beberapa rapat lintas pemangku kepentingan, akhirnya pada Jumat (23/2) lalu, rombongan yang terdiri dari Wakil Bupati dan Dinas Pendidikan Berau, melakukan kunjungan ke lembaga yang menjadi pionir dalam hal pengelolaan sekolah alam di Indonesia, School of Universe di Jalan Raya Parung Km 43, Bogor, Jawa Barat. “Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan pengelola sekolah alam (School of Universe) ini. Mereka sangat antusias untuk bisa membantu persoalan kita di daerah,” ujar Atat, panggilan karib Agus Tantomo.

School of Universe sendiri telah sukses membangun pola pendidikan yang lebih menekankan pada pembangunan karakter siswa. Pola pendekatan pada kegiatan di alam juga menjadikan sekolah ini memudahkan siswanya mengembangkan diri pada hal-hal yang menjadi kegemaran mereka. Meski demikian, kurikulum yang dipakai, juga diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jika diadopsi di Berau, kemudahan yang bisa didapat antara lain, tak perlu dituntut membangun gedung sekolah. Karena belajar bisa dilakukan di manapun. Tenaga pengajar juga bisa memanfaatkan relawan yang bisa direkrut dari daerah setempat.

Saat melakukan kunjungan lapangan ini, didapati perbedaan pola yang selama ini tak terpikir. Kenyataan bahwa di kota-kota besar, sekolah alam memiliki konsep sebagai sekolah pilihan. Sementara untuk wilayah Berau, yang diharapkan adalah sekolah pengganti mengingat ketiadaan sekolah umum di wilayah pedalaman dan terpencil.

“Tapi bukan berarti kita tidak bisa berkolaborasi. Kami juga punya pengalaman melakukan pendampingan dengan masyarakat pedalaman di wilayah   Muara Enim, Sumatera Selatan. Perbedaannya, kami langsung turun ke lapangan, tanpa ada awalan program dari pemerintah setempat,” ujar Donny P Nugroho, Chief Of Academic Officer yayasan Maestro, yang memayungi School of Universe tersebut.

“Saya yakin, jika ada campur tangan pemerintah, upaya untuk mengatasi persoalan pendidikan di wilayah terpencil akan semakin mudah,” lanjut Donny.

Melihat kondisi saat ini, di Berau setidaknya ada 11 kampung yang sangat memerlukan keberadaan sekolah lanjutan.  Dan itu tersebar di wilayah yang sulit untuk dijangkau. Kampung Balikukup di Batu Putih. Kampung Teluk Sulaiman di Bidukbiduk. “Juga sebagian besar di wilayah Kecamatan Kelay dan Segah. Akses menuju kampung-kampung itu juga masih sangat sulit,” ujar Basri Sahrin, Kepala Dinas Pendidikan Berau.

Menurut Basri, jika nantinya pola ini bisa diadopsi, minimal pada tahun ajaran 2018/2019, satu atau dua sekolah sudah bisa dijalankan. “Sebenarnya ada banyak pola yang bisa kita terapkan, misalnya sekolah filial, namun kelebihan dari sekolah alam ini, tenaga pengajar bisa dari mana saja. Dan ini akan meringankan persoalan guru. Jujur saja, kami belum menganggarkan untuk 2018, jadi usaha keras dari Pak Wabup ini harus kita dukung dan sukseskan,” tuturnya. (rjp/udi)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 14:54

Tutup ‘Wisata Seribu Lubang’

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan poros pesisir…

Senin, 17 Desember 2018 14:53

Penyu Sisik Masuk Daftar Merah Kepunahan

TANJUNG REDEB – Ketegasan Pemkab Berau yang tidak akan menolerir…

Senin, 17 Desember 2018 14:49

Minibus Seruduk Traffic Light, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan  Pemuda Tanjung…

Senin, 17 Desember 2018 14:48

Bakar, Jangan Digunting!

TANJUNG REDEB –Cegah agar temuan ribuan KTP elektronik tercecer di…

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .