MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 07 Maret 2018 12:05
2018, Penyaluran Elpiji Subsidi melalui KKS
SIDAK: Kepala Sub Bagian Bina Perekonomian Berau, Indah Ariani ketika mengunjungi salah satu agen elpiji di Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Berau melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau kembali mengimbau masyarakat khususnya golongan menengah ke atas untuk meninggalkan tabung gas elpiji bersubsidi kemasan 3 kiligram (kg) atau yang dikenal dengan sebutan gas melon, dan beralih ke elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg atau 5,5 kg.

Kepala Sub Bagian Bina Perekonomian Berau, Indah Ariani  menjelaskan saat ini pemerintah dan pertamina masih sulit memilah konsumen pembeli gas melon. Akibatnya, di Kabupaten Berau dari tahun ke tahun, konsumsi gas melon terus meningkat. Hasilnya, subsidi yang dikeluarkan pemerintah juga terus bertambah. Padahal pertamina telah menyiapkan elpiji nonsubsidi untuk rumah tangga, dalam bentuk kemasan 12 kg dan 5,5 kg (bright gas warna pink).

“Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2018, merencanakan penyaluran subisidi LPG 3 kg disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kartu tersebut akan diterbitkan oleh Kementerian Sosial,” jelas Indah Ariani, kepada Berau Post, Selasa (6/3).

Lebih lanjut, KKS itu akan dipergunakan untuk membeli LPG subsidi, program tersebut akan menyasar rumah tangga kategori miskin dan rentan miskin. Direncanakan tahun ini akan dijalankan termasuk di Berau. Hal ini bertujuan agar program subsidi tepat sasaran,” ujarnya,

Nantinya, lanjut Indah, gas melon hanya bisa dibeli oleh kelompok masyarakat tidak mampu pemegang KKS. “KKS saat ini masih diproses, diharapkan bisa segera terealisasi di Berau karena di beberapa daerah juga sudah mulai menerapkan hal ini,” ungkapnya.

Selain menggunakan KKS, lanjut Indah, tidak hanya mencakup gas elpiji 3 kilogram juga diperuntukkan penerima bantuan sosial (bansos) beras sejahtera (rastra). KKS nantinya akan dibagikan kepada masyarakat tidak mampu yang kemudian dipergunakan untuk pembelian gas melon maupun rastra.

“KKS ini nanti bisa digunakan untuk membeli gas bersubsidi, namun ada batasannya. Untuk gas melon sendiri hanya dibatasi 3 tabung setiap bulan, sementara bagi pelaku UMKM dibatasi 9 tabung setiap bulan,” jelas Indah.(*/nar/asa)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*