MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 Maret 2018 11:34
JPU Ajukan Kasasi, Atas Vonis Bebas Sopian yang Diduga Menyetubuhi Anak Kandungnya
Daud Zakariah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Setelah Sopian Hari (42) divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung.

Dikatakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Berau, Daud Zakariah, saat ini pihaknya tengah berproses untuk mengirim memori kasasi ke PN Tanjung Redeb yang selanjutnya akan dikirim ke Mahkamah Agung (MA).

Proses kasasi di Mahkamah Agung, ujar Daud, umumnya tergantung pada lamanya penahanan atau proses hukum terhadap terdakwa. Terlebih di MA juga terjadi penumpukan berkas perkara.

“Tapi saya tidak tahu ini apakah tetap menjadi prioritas di Mahkamah Agung, itu kembali ke mereka. Kami tidak berhak mengintervensi. Tapi kami harap bisa cepat diproses. Biasanya 2-3 bulan baru ada putusan,” beber Daud yang ditemui di ruang kerjanya kemarin (7/3).

Pihaknya tetap berkeyakinan, terdakwa melakukan perbuatan menyetubuhi korban yang masih di bawah umur, terbukti adanya. “Harapan kami minta dihukum sesuai tuntutan kami yakni 10 tahun. Tapi kembali ke pihak mereka (MA). Apakah diputus sesuai dengan apa yang kami tuntut. Atau memutus tetap bebas sesuai dengan putusan Majelis Hakim yang di sini,” ungkapnya.

Pihaknya juga terkejut mendengar putusan Majelis Hakim yang memvonis bebas Sopian, warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, Tanjung Redeb itu. Karena segala yang berkenaan dengan bukti dan pernyataan para saksi, jelas membuktikan terdakwa benar telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

“Padahal bukti dan keterangan para saksi sudah sangat jelas. Saat proses penyidikan tanpa paksaan diakui oleh korban maupun terdakwa sendiri, bahwa korban disetubuhi dan bapaknya sendiri mengakui menyetubuhi anaknya,” katanya.

Bahkan hasil asesmen dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau, menyatakan anak tersebut memang menjadi korban “birahi” ayahnya sendiri.

“Saat putusan korban mengaku tidak diperkosa. Padahal bukti ada, visum ada, alat rekaman medik itu ada. Pengakuan asesmen dari P2TP2A Berau juga ada, bahkan rekaman pengakuan dari korban maupun terdakwa, telah menyatakan sama-sama mengaku. Digauli dan menggauli. Jadi semuanya tidak ada yang meringankan,” pungkasnya.

Namun Majelis Hakim berpendapat lain dan mengabaikan keterangan saksi, dan alat bukti surat saat pihaknya melemparkan pernyataan itu. Alasannya bahwa korban telah mencabut laporan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dalam berkas perkara saat di persidangan.

“Jika melihat dari fakta hukumnya ternyata benar, ada melakukan tindak pidana asusila itu. Hanya saja pendapat hakim lain. Karena korban tidak mengakui, dan telah mencabut BAP itu. Akhirnya terdakwa yang kami tahan, juga mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan dengan anaknya,” ungkapnya.

Pihaknya berasumsi korban mendapat tekanan dari orangtuanya. “Kami dengarnya begitu,” singkatnya.

Terlebih, tindakan asusila tersebut bukan kali pertama diterima korban, tapi sudah berulang kali. “Ya, mungkin karena faktor ekonomi, makanya korban tidak mengakui dan mencabut BAP itu. Tapi di luar apapun itu, yang namanya asusila, itu bukanlah tindakan yang wajar. Biadab namanya,” tambahnya. (*/mar/udi)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:28

Hari Ini, Bantuan Diberangkatkan

BANTUAN kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sulawesi Tengah, melalui Posko Ikatan Kerukunan Keluarga…

Senin, 15 Oktober 2018 13:27

Gangguan yang Sangat Mengganggu

GANGGUAN pelayanan telekomunikasi, kelistrikan dan air bersih yang terjadi kemarin (14/10), turut disayangkan…

Senin, 15 Oktober 2018 13:26

Jasa Pelayanan ‘KO’ di Akhir Pekan

TANJUNG REDEB – Listrik padam, air tidak mengalir dan koneksi internet terputus, terjadi dalam…

Senin, 15 Oktober 2018 13:25

Hasilnya Tak Berkah, Ada Cela pada Hukum Indonesia

Hasil tangkapannya melimpah. Namun tidak pernah dirasakan membawa berkah. Ali pun telah menyadarinya.…

Senin, 15 Oktober 2018 13:22

Pertimbangan Sarana, TC Digelar di Samarinda

Ingin mencatatkan sejarah, kontingen senam Berau optimistis mampu membawa pulang minimal dua medali…

Senin, 15 Oktober 2018 13:20

DKPP Sebut Belum Jadi Laporan

TANJUNG REDEB – Informasi dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oknum komisioner Komisi…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:47

Presiden Bakal ke Maratua?

TANJUNG REDEB – Sejak mulai beroperasional pada akhir tahun 2017 lalu, akhirnya Bandara Maratua…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:45

Saksi Adief Tak Hadir di Sidang

TANJUNG REDEB - Proses gugatan mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) PT Tirta Segah Adief…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:44

Posko Masih Terima Bantuan

JELANG keberangkatan menuju Sulawesi Tengah untuk membawa berbagai bantuan dari masyarakat Berau, Posko…

Minggu, 14 Oktober 2018 13:42

Hadapi Banyak Kendala, Siap Berjuang hingga Akhir

Cabor basket minimal targetkan lolos fase grup pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 di Kutai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .