MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 Maret 2018 11:34
JPU Ajukan Kasasi, Atas Vonis Bebas Sopian yang Diduga Menyetubuhi Anak Kandungnya
Daud Zakariah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Setelah Sopian Hari (42) divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung.

Dikatakan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Berau, Daud Zakariah, saat ini pihaknya tengah berproses untuk mengirim memori kasasi ke PN Tanjung Redeb yang selanjutnya akan dikirim ke Mahkamah Agung (MA).

Proses kasasi di Mahkamah Agung, ujar Daud, umumnya tergantung pada lamanya penahanan atau proses hukum terhadap terdakwa. Terlebih di MA juga terjadi penumpukan berkas perkara.

“Tapi saya tidak tahu ini apakah tetap menjadi prioritas di Mahkamah Agung, itu kembali ke mereka. Kami tidak berhak mengintervensi. Tapi kami harap bisa cepat diproses. Biasanya 2-3 bulan baru ada putusan,” beber Daud yang ditemui di ruang kerjanya kemarin (7/3).

Pihaknya tetap berkeyakinan, terdakwa melakukan perbuatan menyetubuhi korban yang masih di bawah umur, terbukti adanya. “Harapan kami minta dihukum sesuai tuntutan kami yakni 10 tahun. Tapi kembali ke pihak mereka (MA). Apakah diputus sesuai dengan apa yang kami tuntut. Atau memutus tetap bebas sesuai dengan putusan Majelis Hakim yang di sini,” ungkapnya.

Pihaknya juga terkejut mendengar putusan Majelis Hakim yang memvonis bebas Sopian, warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, Tanjung Redeb itu. Karena segala yang berkenaan dengan bukti dan pernyataan para saksi, jelas membuktikan terdakwa benar telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

“Padahal bukti dan keterangan para saksi sudah sangat jelas. Saat proses penyidikan tanpa paksaan diakui oleh korban maupun terdakwa sendiri, bahwa korban disetubuhi dan bapaknya sendiri mengakui menyetubuhi anaknya,” katanya.

Bahkan hasil asesmen dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau, menyatakan anak tersebut memang menjadi korban “birahi” ayahnya sendiri.

“Saat putusan korban mengaku tidak diperkosa. Padahal bukti ada, visum ada, alat rekaman medik itu ada. Pengakuan asesmen dari P2TP2A Berau juga ada, bahkan rekaman pengakuan dari korban maupun terdakwa, telah menyatakan sama-sama mengaku. Digauli dan menggauli. Jadi semuanya tidak ada yang meringankan,” pungkasnya.

Namun Majelis Hakim berpendapat lain dan mengabaikan keterangan saksi, dan alat bukti surat saat pihaknya melemparkan pernyataan itu. Alasannya bahwa korban telah mencabut laporan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dalam berkas perkara saat di persidangan.

“Jika melihat dari fakta hukumnya ternyata benar, ada melakukan tindak pidana asusila itu. Hanya saja pendapat hakim lain. Karena korban tidak mengakui, dan telah mencabut BAP itu. Akhirnya terdakwa yang kami tahan, juga mengaku tidak pernah melakukan hubungan badan dengan anaknya,” ungkapnya.

Pihaknya berasumsi korban mendapat tekanan dari orangtuanya. “Kami dengarnya begitu,” singkatnya.

Terlebih, tindakan asusila tersebut bukan kali pertama diterima korban, tapi sudah berulang kali. “Ya, mungkin karena faktor ekonomi, makanya korban tidak mengakui dan mencabut BAP itu. Tapi di luar apapun itu, yang namanya asusila, itu bukanlah tindakan yang wajar. Biadab namanya,” tambahnya. (*/mar/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:14

Warga Tak Tahu Bakal Caleg 2019, Sosialisasi KPU Tak Beres?

TANJUNG REDEB – Minimnya sosialisasi, membuat warga Kecamatan Maratua ‘buta’ akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Suharto Jadi Tersangka

TANJUNG REDEB – Setelah membenarkan adanya penangkapan oleh pihaknya terhadap Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:12

Dapat Bingkisan, Kaget Dikunjungi Istri Bupati

17 Agustus merupakan momen berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali Nina. Namun, tahun…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:11

Pembebasan Lahan Dibatalkan, Khawatir Kinerja Dinilai Menurun

TANJUNG REDEB - Adanya pembatalan usulan pembebasan lahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10

Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM

TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:09

Lagi, Kibarkan Bendera di Laut Maratua

MARATUA – Pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Maratua, kembali dilaksanakan Berau Jurnalis…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:12

Sosialisasi DCS “Hanya” di Perkotaan

TALISAYAN – Tahapan pemilihan legislatif sudah masuk penetapan daftar caleg sementara. Namun DCS…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:06

Upacara Diwarnai Putusnya Tali Bendera

TANJUNG REDEB – Ada kejadian tak terduga pada upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan ke-73…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:04

Auditor Bantah Ada Kongkalikong

SALAH satu auditor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Tenni Ginting, menegaskan jika pihaknya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:02

Gara-Gara Ini, Kepala Kampung Biatan Ulu Dipolisikan

BIATAN - Diduga menerbitkan izin garapan di hutan lindung, Kepala Kampung Biatan Ulu Suharto, harus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .