MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 09 Maret 2018 13:45
Kejaksaan Tunggu Hasil Penghitungan BPKP

Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes di RSUD

KASUS TIPIKOR: Suasana pelayanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai yang dijepret Berau Post kemarin (8/3).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, masih menunggu hasil penghitungan dugaan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai.

Dikatakan Kasi Pidsus Kejari Berau Nasrullah Syam, hingga saat ini pihaknya juga masih memeriksa sejumlah saksi dari berbagai pihak. “Salah satunya dari penyedia jasanya sedang kami periksa. Kami masih mendalami lagi biar lebih jelas kasusnya,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/3).

Lanjutnya, dua dokter yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD juga sudah berstatus tersangka. Namun keduanya belum ditahan, karena proses penyidikan diperkirakan masih butuh waktu untuk pendalaman. Sehingga bisa mempengaruhi masa penahanan terhadap tersangka yang hanya 20-60 hari. “Kedua tersangka juga belum kami periksa,” singkatnya.

Kedua tersangka, lanjut dia, diancam dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Nanti, setelah hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP sudah ada, baru kami bisa menentukan tindakan apa yang selanjutnya akan dilakukan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyelidikan kasus dugaan tipikor pengadaan alkes RSUD sejak  tahun 2012, dengan modus pengelembungan harga, dimulai sejak 2015 lalu.

Ada 7 berkas kontrak pengadaan alkes yang diselidiki pihak kejaksaan di rumah sakit pelat merah tersebut. Rinciannya, pada tahun anggaran 2012 ada 2 kontrak kegiatan, tahun 2013 juga 2 kontrak kegiatan, dan tahun 2014, 3 kontrak. “Untuk nilai kontraknya maupun rekanannya bervariasi,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau yang saat itu masih dijabat Rudy Hartawan Manurung.

Indikasi pengelembungan harga diperoleh setelah pihak kejaksaan memintai keterangan pihak-pihak terkait, salah satunya berinisial E, selaku pengguna anggaran saat itu.

Selanjutnya KY, sekalu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Selain itu, kejaksaan juga sudah memeriksa Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek berinisial Sy, dan Yo yang berperan sebagai panitia pengadaan atau masuk dalam panitia lelang.

“Dari hasil pemeriksaan, sudah tergambar nyata bahwa terdapat proses penggelembungan harga atau indikasi mark up harga,” tegasnya. (*/mar/udi)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:18

Jawab Keraguan dengan Atlet-Atlet Lokal

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI di Kutai Timur telah…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:16

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

TANJUNG REDEB – Masa kampanye pemilihan legislatif maupun presiden sudah…

Jumat, 14 Desember 2018 10:22

ASIK..!! Dapat Kucuran Rp 300 Miliar, di Kabupaten Ini Bakal Ada Sekolah Penerbangan

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun flying…

Jumat, 14 Desember 2018 10:20

Akui Gas Melon Juga Digunakan ASN

TANJUNG REDEB – Persoalan tingginya harga eceran LPG 3 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .