MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 10 Maret 2018 10:07
UMSK Disepakati Rp 3.035.000
Ilustrasi

PROKAL.CO, DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau bersama dewan pengupahan yang terdiri dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja di Kabupaten Berau, menetapkan besaran Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) 2018 sebesar Rp 3.035.000.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, Apridoh Piarso mengatakan, UMSK 2018 mengalami 7,05 persen atau bertambah Rp 200.000 dibanding tahun lalu.

Penetapan UMSK mengacu pada Pasal 44 ayat 1 dan 2 Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan, Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan maupun Permenakertrans Nomor 7/2013 tentang Upah Minimum.

“Rapat pleno digelar pada 28 Februari 2018 lalu di Kantor Disnakertrans Berau. Dihadiri anggota dewan pengupahan yang terdiri dari 9 orang perwakilan serikat pekerja dan 9 orang dari perusahaan pertambangan batu bara," ujarnya kepada Berau Post, Jumat (9/3).

Kepala Seksi (Kasi) Pengupahan dan Jaminan Sosial, Disnakertrans Berau, Bekti Wijayanti menambahkan, untuk UMSK 2018 telah meminta rekomendasi kepada Bupati Muharram untuk diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Setelah diterima pak bupati dan ditandatangni, kami telah mengirim berkas untuk disampaikan ke Disnaker Provinsi Kaltim, untuk ditindaklanjuti. Jika disetujui untuk diteruskan ke gubernur,” terangnya.

Selanjutnya dikeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk direalisasikan. SK tersebut menjadi landasan agar UMSK 2018 bisa segera diterapkan.

Diakuinya, penetapan UMSK 2018 kali ini terbilang lebih cepat dari penetapan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya terang Bekti UMSK baru ditetapkan pada triwulan keempat tahun berjalan. Namun, kali ini triwulan pertama UMSK sudah berhasil disepakati.

“Karena dengan dukungan dari Serikat Pekerja, Asosiasi Pengusaha Batu Bara, Apindo dan Kepala Disnakertrans Berau yang bekerjasama mencapai kesepakatan dan saling pengertian. Inilah yang terus diperbaiki sistemnya agar lebih cepat dinikmati dan memudahkan segalanya baik pengusaha maupun pekerja,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, besaran UMSK tentu lebih besar dibandingkan UMP dan UMK. Hal ini telah diatur Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 7 tahun 2013 tentang upah minimum.

“Apabila nantinya UMSK ini ditetapkan pada Maret ini. Maka perusahaan pertambangan wajib merapel gaji pekerjanya dari Januari hingga UMSK dijalankan,” tegasnya. (*/nar/rio)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .