MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 10 Maret 2018 10:09
PT MER Kantongi Izin Angkut-Jual

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kepala Bidang Pertambangan Umum, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Goenoeng Joko Hadi, menyebut Izin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus yang dimiliki PT Mineral Energi Resource (MER), merupakan izin angkut-jual.

Izin tersebut diterangkan Goenoeng, dikeluarkan setelah adanya permohonan dari Korpri Berau selaku pemilik lahan. Dalam kajian yang diberikan Korpri Berau, lahan yang bakal dijadikan perumahan bagi para pegawai tersebut memiliki kandungan batu bara.

“Jadi kajian itu menjelaskan apabila tetap dibangun perumahan di atas lahan yang ada batu baranya, maka akan berbahaya bagi masyarakat sekitar,” katanya saat dihubungi Berau Post, Jumat (9/3).

Namun, karena Kopri tak memiliki kewenangan untuk melakukan pengerukan batu bara, maka PT MER ditunjuk melakukan pengeluaran batu bara, sekaligus pematangan lahan.

Goenoeng menyebutkan, sebelum IUP Khusus tersebut dikeluarkan, pihak PT MER telah membayar royalti kepada pemerintah. Sekaligus kewajiban yang harus dibayar setelah dikeluarkannya IUP khusus tersebut.

Meskipun tak mengetahui persis jumlah royalti yang telah dibayarkan, ia menjelaskan besarannya berdasar hasil rumusan kualitas batu bara yang diangkut dan harga patokan batu bara yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, terkait jangka waktu pengerukan batu bara, pihaknya tidak memberikan batasan waktu terhadap PT MER. Namun, tetap diperhitungkan dengan waktu pematangan lahan.

“Yang perlu diketahui juga, untuk IUP Khusus ini dari kami yang mengeluarkan izinnya. Sementara kalau untuk pematangan lahan, itu kewenangan dari pihak kabupaten,” tuturnya.

Mengurus IUP Khusus juga tidak instan. Butuh waktu cukup panjang. “Mengurus izin ini sebenarnya membutuhkan waktu lama. Tidak sebentar. Untuk PT Mineral Energi Resource saja perlu satu tahun proses pengurusan izin sampai keluar,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, aktivitas pengerukan batu bara di lokasi pematangan lahan, terjadi di Jalan Kedaung, Tanjung Redeb.

Hal itu diakui Kepala Bidang Amdal dan Hukum Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau Lita Handiri. Dikatakan, pihaknya memang telah mengeluarkan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) untuk perusahaan tersebut, namun hanya untuk kegiatan pematangan lahan yang rencananya untuk pembangunan perumahan Korpri. 

Namun, perihal adanya kandungan batu bara di lokasi pembangunan, maka kegiatan pematangan lahan yang akan dilakukan, wajib berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim selaku pihak berwenang. “Untuk hal seperti ini yang sifatnya tergali, maka mereka harus berkoordinasi dengan ESDM Provinsi,” katanya kepada Berau Post, Selasa (6/3).

Dikonfirmasi, Direktur Operasional PT Mineral Energi Resource Gunawan Sumantri, memastikan pihaknya telah mengantongi IUP Khusus yang diterbitkan Gubernur Kaltim, untuk melakukan pengambilan batu bara di sekitar Jalan Kedaung, Kecamatan Tanjung Redeb.

Menurut Gunawan, kegiatan penambangan tersebut merupakan salah satu langkah untuk melakukan pematangan lahan, pada lokasi rencana proyek perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Pihaknya, ujar Gunawan, telah mengurus perizinan kegiatan tersebut sejak lima tahun lalu. Termasuk IUP Khusus yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Satu Pintu (DPMSP) Provinsi Kaltim yang diterbitkan Desember 2017. “Ini adalah proyek pematangan lahan milik Korpri dengan luasan sekitar 7 hektare. Dan ini bukan penambangan,” katanya saat ditemui di sekitar lokasi pematangan lahan, Rabu (7/3).

Ia menjelaskan, setelah diketahui lokasi rencana pembangunan perumahan ada kandungan batu bara, maka sesuai ketentuan perundang-undangan, batu bara tersebut harus diambil untuk menghindari bahaya bagi masyarakat sekitar. Sehingga pematangan lahan harus didahului dengan pengambilan batu baranya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 14:54

Tutup ‘Wisata Seribu Lubang’

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan poros pesisir…

Senin, 17 Desember 2018 14:53

Penyu Sisik Masuk Daftar Merah Kepunahan

TANJUNG REDEB – Ketegasan Pemkab Berau yang tidak akan menolerir…

Senin, 17 Desember 2018 14:49

Minibus Seruduk Traffic Light, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan  Pemuda Tanjung…

Senin, 17 Desember 2018 14:48

Bakar, Jangan Digunting!

TANJUNG REDEB –Cegah agar temuan ribuan KTP elektronik tercecer di…

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .