MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 10 Maret 2018 10:12
Membumikan Ekonomi Syariah
TINGKATKAN LITERASI: SPS dan JES bekerjasama dengan BNI 46 Syariah menggelar bincang-bincang dengan para jurnalis di Hotel Novotel, Balikpapan, Jumat (9/3).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Serikat Perusahaan Pers (SPS) bersama Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) dipelopori BNI 46 Syariah mengadakan bincang-bincang dengan para jurnalis di Hotel Novotel, Balikpapan, Jumat (9/3).

Kegiatan itu dilakukan demi meningkatkan literasi ekonomi syariah kepada masyarakat khususnya para pewarta.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur (Kaltim) Dwi Ariyanto mengatakan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk-produk ekonomi syariah di Bumi Etam hanya 3,6 persen. Nilai itu terangnya, masih sangat kecil jika dibandingkan inklusi keuangan ekonomi syariah yang mencapai 12,6 persen pada Januari 2018. Hal itu terangnya, membuat banyak masyarakat, masih awam terhadap produk-produk ekonomi syariah. “Artinya pertumbuhan secara bisnis cukup baik. Tapi tidak terhadap pemahaman,” katanya di sela-sela diskusi.

Sependapat, Manajer Moneter Bank Indonesia (BI) Balikpapan Joko Andono menjelaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi syariah di Kota Minyak-sebutan Kota Balikpapan- cukup baik. Namun, masih kalah dengan bank konvesional. Oleh sebab itu, pertumbuhannya pun masih sangat rendah. Persoalan lain terangnya, karena jumlah cabang perbankan syariah di daerah masih sangat minim. Sementara, bank konvesional yang lebih dulu berkembang telah memiliki kantor cabang bahkan hingga pelosok perkampungan.

Untuk itulah SPS bersama JES yang didukung BNI 46 Syariah mengajak para pewarta menjadi agen dalam membantu pemerintah mengembangkan ekonomi syariah melalui literasi. Sebab, untuk ukuran negara yang mayoritas Islam, penggunaan terhadap produk-produk syariah hanya 5 persen secara nasional. Selisih 15 persen terhadap Malaysia, yang mencapai 20 persen.

Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI 46 Syariah Tribuana Tunggadewi menerangkan, pihak perbankan tengah berupaya tidak hanya sekadar meningkatkan inklusi keuangan. Tapi juga pemahaman kepada masyarakat terhadap produk-produk ekonomi syariah.

Namun, perempuan yang disapa Dewi ini tidak menampik jika perbankan syariah di Indonesia cukup sulit berkembang. Bukan hanya karena pemahaman yang kurang, namun minimnya aset yang dikelola perbankan syariah. Jumlah aset perbankan syariah di Indonesia saat ini hanya mencapai Rp 350 triliun.

“Oleh sebab itu kami perlu memilah risiko-risiko bisnis yang dapat merugikan. Selain itu juga menghilangkan riba dalam bisnis yang dijalankan,” katanya.

Caranya terang Dewi adalah dengan melakukan mitigasi bisnis secara komprehensif. Setidaknya, ada 10 aspek yang diawasi perbankan syariah dalam pengelolaan aset. Lebih banyak dibandingkan bank konvesional yang hanya 8 aspek. “Tapi kami yakin ekonomi syariah ini mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama,” tandasnya. (rio2)

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 11:28

Gundukan di Jalan Bujangga Dinilai Berbahaya

TANJUNG REDEB – Dianggap membahayakan bagi pengendara, warga minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Jumat, 21 September 2018 10:58

P2TP2A Bakal Kumpulkan Orangtua di Sekolah

TANJUNG REDEB – Perilaku menyimpang isap lem oleh anak-anak di media sosial (medsos), yang terjadi…

Kamis, 20 September 2018 00:27

Pengelolaan Objek Wisata Tulung Ni Lenggo Diapresiasi

BATU PUTIH - Meskipun terbilang jauh, namun tak menghalangi wisatawan untuk berlibur ke Tulung Ni Lenggo…

Kamis, 20 September 2018 00:26

Sulit Cari Solar di Pesisir Selatan Berau

BATU PUTIH - Solar eceran di sejumlah kampung pesisir selatan Berau, mulai langka. Hal itu terjadi di…

Kamis, 20 September 2018 00:26

Jarak Pandang Sempat 2 Kilometer

TANJUNG REDEB -  Kabut asap sempat terjadi pada Senin (17/9) lalu, dan hal itu disebut sebagai…

Kamis, 20 September 2018 00:23

Akun Instagram Anak Wabup Dibajak

TANJUNG REDEB – Masyarakat diimbau waspada terkait modus penipuan dengan membajak akun media sosial…

Rabu, 19 September 2018 13:06

Warga Berharap Peningkatan Jalan

BIATAN - Masyarakat yang berada di Kampung Manunggal Jaya, Kecamatan Biatan berharap akses jalan di…

Rabu, 19 September 2018 13:04

Listrik Belum Merata di Tabalar

TABALAR – Warga di sejumlah kampung wilayah Kecamatan Tabalar, masih belum sepenuhnya masih mendapatkan…

Selasa, 18 September 2018 17:12

Jarang tapi Tak Langka, Si Kerabat Bunga Bangkai yang Tumbuh di Berau

Bunganya cantik, warnanya merah keunguan. Sayang baunya tak sedap, seperti bau bangkai tikus. Bunga…

Selasa, 18 September 2018 17:06

Pasang 18 Titik Penerangan Tenaga Surya

TALISAYAN - Demi menghindari hal yang tak diinginkan khususnya di malam hari, Pemerintah Kampung Talisayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .