MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 10 Maret 2018 10:15
Terancam Gagal Panen

Petani Tembudan Siaga dari Serangan Monyet

BELUM ADA SOLUSI: Sejumlah monyet melintasi areal pertanian di kilometer 25-28 Kampung Tembudan, Kecamatan Talisayan.

PROKAL.CO, BATU PUTIH – Menjelang masa panen, petani padi gunung Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, dibuat waswas karena ancaman monyet yang kerap merusak areal persawahan di kilometer 25-28 kampung tersebut.

Untuk mengantisipasi menurunnya hasil produksi hingga ancaman gagal panen akibat serangan monyet, petani melakukan penjagaan intensif sejak beberapa pekan terakhir hingga musim panen berakhir.

“Sudah beberapa minggu terakhir, saya bersama petani lainnya (kawasan kilometer 25-28, Red) menginap di kebun. Jika tidak begitu, puluhan hektare lahan padi bakalan rusak sebelum dipanen,” kata Kurdiah, salah seorang petani  kepada Berau Post, Jumat (9/3).

Monyet yang menjadi hama bagi petani setempat, biasanya menyerang sawah petani secara bergerombol pada pagi dan sore. Jumlahnya yang bisa mencapai  puluhan ekor, sangat menyulitkan petani untuk melakukan pengusiran. Bahkan, beberapa metode telah dilakukan namun gagal. Salah satunya dengan menggunakan anjing.

“Karena monyetnya banyaknya, jadinya anjingnya yang dikejar monyet,” akunya.

Hal serupa diutarakan Susana, petani lainnya. Berbagai macam cara telah dilakukan, namun belum ampuh mengatasi hama tersebut. Malah, kata dia, populasi monyet di lingkungannya tiap tahun kian bertambah.

Ia pernah berpikir untuk melakukan perburuan, tapi hal itu diurungkan. Sebab, bertentangan dengan hukum. Selain monyet hewan yang dilindungi, penggunaan senjata api rakitan jenis penabur, telah dilarang pihak kepolisian.

“Bingung saya mau lakukan apalagi. Di sisi lain, belum ada solusi yang diberikan pemerintah. Apakah monyet lebih istimewa (dilindungi), daripada masyarakat. Apalagi ini berbicara sumber ekonomi kami,” kesalnya.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan ada tindakan dari pemerintah kampung, kecamatan maupun Dinas Pertanian dan Peternakan, agar bisa menuntaskan permasalahan hama monyet yang kian meresahkan petani di Kampung Tembudan. (jun/udi)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 15:03

Agar Bisa Terarah

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Pertamina…

Senin, 17 Desember 2018 15:01

Bakal Sulap Permukiman Kumuh Lebih Berwarna

TALISAYAN - Dalam mewujudkan Talisayan Bersinar, Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah…

Senin, 17 Desember 2018 14:59

Listrik Dumaring Belum Merata

TALISAYAN- Hingga kini sebagian wilayah di Kampung Dumaring masih belum…

Senin, 17 Desember 2018 14:57

Sejumlah Puskesmas Masih Kurang Dokter

TANJUNG REDEB – Berau masih kekurangan tenaga dokter, khususnya di…

Senin, 17 Desember 2018 14:55

Warga Sumber Mulya Kesulitan Air Bersih

TALISAYAN - Masyarakat di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan, hingga…

Minggu, 16 Desember 2018 11:24

Perkara ADK Balikukup Segera Menyusul ke Meja Hijau

TANJUNG REDEB – Setelah berkas perkara dugaan korupsi kapal pariwisata…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Masih Kerap Ditemukan Truk Pengangkut Material Tak Ditutup Baknya

TANJUNG REDEB – Pengguna jalan, khususnya pengendara harus hati-hati. Pasalnya,…

Minggu, 16 Desember 2018 11:11

Lanjutan Proyek Turap Sambaliung Dipertanyakan

TANJUNG REDEB – Proyek penurapan di Jalan Tanjung Baru, Kecamatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:25

Waspada Pungli dalam Peningkatan PAD

TANJUNG REDEB - Dalam penetapan sembilan rancangan peraturan daerah (raperda)…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:24

Hujan Sebentar, Jalan Gatot Subroto Tergenang

TANJUNG REDEB – Diguyur hujan tak sampai satu jam, Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .