MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 10 Maret 2018 10:16
Kekerasan Perempuan dan Anak Mengkhawatirkan
Fika Yuliana Tantomo

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Penanganan kasus kekerasan pada anak di Kabupaten Berau cukup tinggi. Menurut Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)  Kabupaten Berau,  kasus kekerasan terhadap anak sayangnya banyak yang tidak dilaporkan secara hukum kepada pihak berwajib.

Ketua P2TP2A Berau, Fika Yuliana Tantomo  mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan keluarga korban atau korban tidak mau melaporkan kasus yang dialami. Misalnnya saja keluarga korban malu. Bahkan ada juga yang justru memilih menyelesaikan dengan cara kekeluargaan agar masalahnnya tidak berlarut pada proses hukum. 

Sebab, ada sejumlah kasus yang diadukan kepada P2TP2A Berau, namun korban justru enggan ketika hendak dibawa melalui proses hukum. Menurut data yang ada pada tahun lalu,  P2TP2A telah menangani  49 kasus yg terdiri dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),  kekerasan seksual,  penelantaran,  kekerasan masa pacaran,  hak asuh anak, penculikan, kekerasan pada anak,  perselingkuhan,  penganiayaan, anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan perceraian. 

“P2TP2A ini adalah untuk memberikan pelayanan pada korban. Bukan hanya itu kami juga bisa melayani pelaku tapi dengan catatan pelaku masih dikategorikan anak-anak. Dan kami akan melayani dan berupaya agar tidak masuk ranah hukum,” ungkapnya.  Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Fika ini mengingikan agar untuk tidak ragu datang ke P2TP2A jika menjadi korban kekerasan.

Fika mengaku prihatin karena banyaknya kasus yang ditangani P2TP2A. Menurutnya, masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Berau sangat mengkhawatirkan.

Untuk menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, P2TP2A bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dan menggencarkan sosialisasi untuk pencegahan di wilayah kecamatan.

Seluruh pengaduan yang diterima P2TP2A, juga telah diproses pihaknya. Mulai dari melakukan mediasi, memberikan perlindungan, memberikan pelayanan kesehatan, hingga mendampingi para korban sampai menempuh jalur hukum. “Ini menjadi pekerjaan kami,  jadi kalau ada anak yang bermasalah bisa langsung menyampaikan kepada kami,” tegasnya. (sin/rio)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 15:03

Agar Bisa Terarah

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Pertamina…

Senin, 17 Desember 2018 15:01

Bakal Sulap Permukiman Kumuh Lebih Berwarna

TALISAYAN - Dalam mewujudkan Talisayan Bersinar, Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah…

Senin, 17 Desember 2018 14:59

Listrik Dumaring Belum Merata

TALISAYAN- Hingga kini sebagian wilayah di Kampung Dumaring masih belum…

Senin, 17 Desember 2018 14:57

Sejumlah Puskesmas Masih Kurang Dokter

TANJUNG REDEB – Berau masih kekurangan tenaga dokter, khususnya di…

Senin, 17 Desember 2018 14:55

Warga Sumber Mulya Kesulitan Air Bersih

TALISAYAN - Masyarakat di Kampung Sumber Mulya, Kecamatan Talisayan, hingga…

Minggu, 16 Desember 2018 11:24

Perkara ADK Balikukup Segera Menyusul ke Meja Hijau

TANJUNG REDEB – Setelah berkas perkara dugaan korupsi kapal pariwisata…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Masih Kerap Ditemukan Truk Pengangkut Material Tak Ditutup Baknya

TANJUNG REDEB – Pengguna jalan, khususnya pengendara harus hati-hati. Pasalnya,…

Minggu, 16 Desember 2018 11:11

Lanjutan Proyek Turap Sambaliung Dipertanyakan

TANJUNG REDEB – Proyek penurapan di Jalan Tanjung Baru, Kecamatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:25

Waspada Pungli dalam Peningkatan PAD

TANJUNG REDEB - Dalam penetapan sembilan rancangan peraturan daerah (raperda)…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:24

Hujan Sebentar, Jalan Gatot Subroto Tergenang

TANJUNG REDEB – Diguyur hujan tak sampai satu jam, Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .