MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 10 Maret 2018 10:18
Risiko Minim, Bantu Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat
TERUS BERTAHAN: Bejo peternak ayam di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung sedang membersihkan kandangnya.

PROKAL.CO, SAMBALIUNG – Sektor peternakan ayam cukup menguntungkan. Tingginya permintaan dan stabilnya harga di pasaran membuat para peternak semakin mantap menjalankan bisnis tersebut.

Bejo, salah seorang peternak ayam yang memiliki satu kandang di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, mampu menampung 3.500 ekor ayam pedaging. Setidaknya ayam mampu dipanen ketika telah diternak selama 30-35 hari di kandangnya.

Untuk ayam yang dipanen berat rata-rata sekitar dua kilogram(kg). Ayam tersebut selanjutnya dijual kepada para pedagang di pasar. Bejo mematok harga Rp 22 ribu hingga 30 ribu per kg. Tergantung dari perkembangan harga ayam di pasaran. Sedikitnya ia mampu meraih laba sekitar Rp 7 juta tiap kali panen.

“Modal awal sampai masa panen sebesar Rp 25 juta rupiah. Itu sudah termasuk membeli bibit dari Samarinda hingga pakan untuk ternak. Jadi omzetnya bisa mencapai Rp 32 juta sekali panen,” katanya kepada Berau Post, Jumat (9/3).

Memelihara ayam peternak diakuinya juga tidak sulit. Ayam diberi pakan biasa. Dalam sepekan, kandang diberikan desinfektan sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran bakteri yang membuat ayam terserang virus.

“Hanya saja selama memelihara ayam ini, harus rutin dalam melakukan pengawasan. Karena kalau ayam masih dalam keadaan kecil biasanya akan terinjak oleh ayam-ayam lainnya yang pertumbuhannya lebih besar. Itu salah satu pemicu ayam bisa mati,” ucapnya.

Meski mudah dalam perawatan, namun bisnis tersebut diakui Bejo bukannya tanpa risiko. Tanpa perawatan rutin, ayam bisa terserang wabah virus sehingga membuatnya rugi. Mencegah hal itu tidak terjadi, Bejo pun mempekerjakan sejumlah orang untuk membantu memelihara, termasuk membersihkan dan memberikan ayam makan. “Sampai saat ini kami belum pernah merasakan kerugian,” jelasnya.

Selain keuntungan menurutnya bisnis beternak ayam pedaging mampu membantu pemerintah dalam hal memenuhi ketahanan pangan. Saat ini terang Bejo, ia menjadi salah seorang peternak di Bumi Batiwakkal yang mampu memenuhi pasar lokal.

“Diharapkan permintaan tidak turun dan harga tetap stabil. Sehingga kami para peternak bisa semakin tenang dalam berbisnis,” pungkasnya. (*/sof/rio)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .