MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 12 Maret 2018 10:34
Tak Ingin Ini Terjadi, Wabup Batasi Kendaraan di Pulau Maratua
Agus Tantomo

PROKAL.CO, MARATUA – Tak ingin ada polusi serta terhindar dari suara bising kendaraan, Pemkab Berau akan membatasi jumlah kendaraan yang ada di Pulau Maratua.

Dikatakan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, soal pembatasan kendaraan di Pulau Maratua, sudah disampaikan pihaknya saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua.

“Pokoknya semua jenis kendaraan, baik roda empat maupun roda dua,” ujarnya kepada Berau Post di Pulau Maratua, beberapa waktu lalu.

Dalam pembatasan kendaraan, nantinya Pemkab akan membuat Peraturan Bupati (Perbup). Hal tersebut juga akan dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya. Izin kepemilikan kendaraan di Maratua, nantinya akan diatur oleh pemerintah.

Saat ini, di Pulau Maratua, sudah terdapat 47 kendaraan baik motor maupun mobil yang rata-rata milik warga Maratua. Jumlah ini akan bertambah dengan adanya 4 unit bus sekolah dan ambulans. “Kalau ambulans enggak mungkin kami larang, termasuk bus untuk anak sekolah. Yang sudah terlanjur ada tidak masalah, nanti kami rumuskan dulu,” jelas Agus.

Rencana pembatasan yang bisa diterapkan nantinya, ketika kendaraan sudah mencapai batas tertentu tidak ada lagi akan diterbitkan izin kepemilikan baru. Jika pun harus ada, maka harus ada yang keluar. “Seperti halnya Singapura, sudah mencapai jumlah sekian tidak boleh ada lagi, makanya terkadang surat-surat atau izin mahal dan jadi pendapatan negara,” terangnya.

Yang menjadi pertimbangan pembatasan kendaraan akan dilakukan, karena angka kecelakaan sudah mulai tinggi, bahkan sudah ada korban meninggal dunia.

Untuk resort, Agus meminta agar menggunakan mobil golf yang memang ramah lingkungan, seperti di Gili Trawangan, Lombok. Daerah ini juga sama sekali dilarang total kepemilikan kendaraan, dampaknya penyewaan kuda dan sepeda laris serta menjadi pendapatan masyarakat.

“Niatnya agar Maratua tetap tenang dan enggak ada polusi. Kalau di Maratua intinya bukan larangan total. Karena jaraknya jauh-jauh,” ungkapnya. (app/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 14:54

Tutup ‘Wisata Seribu Lubang’

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan poros pesisir…

Senin, 17 Desember 2018 14:53

Penyu Sisik Masuk Daftar Merah Kepunahan

TANJUNG REDEB – Ketegasan Pemkab Berau yang tidak akan menolerir…

Senin, 17 Desember 2018 14:49

Minibus Seruduk Traffic Light, Pengemudi Dilarikan ke Rumah Sakit

TANJUNG REDEB – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan  Pemuda Tanjung…

Senin, 17 Desember 2018 14:48

Bakar, Jangan Digunting!

TANJUNG REDEB –Cegah agar temuan ribuan KTP elektronik tercecer di…

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .