MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 12 Maret 2018 10:34
Tak Ingin Ini Terjadi, Wabup Batasi Kendaraan di Pulau Maratua
Agus Tantomo

PROKAL.CO, MARATUA – Tak ingin ada polusi serta terhindar dari suara bising kendaraan, Pemkab Berau akan membatasi jumlah kendaraan yang ada di Pulau Maratua.

Dikatakan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, soal pembatasan kendaraan di Pulau Maratua, sudah disampaikan pihaknya saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua.

“Pokoknya semua jenis kendaraan, baik roda empat maupun roda dua,” ujarnya kepada Berau Post di Pulau Maratua, beberapa waktu lalu.

Dalam pembatasan kendaraan, nantinya Pemkab akan membuat Peraturan Bupati (Perbup). Hal tersebut juga akan dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya. Izin kepemilikan kendaraan di Maratua, nantinya akan diatur oleh pemerintah.

Saat ini, di Pulau Maratua, sudah terdapat 47 kendaraan baik motor maupun mobil yang rata-rata milik warga Maratua. Jumlah ini akan bertambah dengan adanya 4 unit bus sekolah dan ambulans. “Kalau ambulans enggak mungkin kami larang, termasuk bus untuk anak sekolah. Yang sudah terlanjur ada tidak masalah, nanti kami rumuskan dulu,” jelas Agus.

Rencana pembatasan yang bisa diterapkan nantinya, ketika kendaraan sudah mencapai batas tertentu tidak ada lagi akan diterbitkan izin kepemilikan baru. Jika pun harus ada, maka harus ada yang keluar. “Seperti halnya Singapura, sudah mencapai jumlah sekian tidak boleh ada lagi, makanya terkadang surat-surat atau izin mahal dan jadi pendapatan negara,” terangnya.

Yang menjadi pertimbangan pembatasan kendaraan akan dilakukan, karena angka kecelakaan sudah mulai tinggi, bahkan sudah ada korban meninggal dunia.

Untuk resort, Agus meminta agar menggunakan mobil golf yang memang ramah lingkungan, seperti di Gili Trawangan, Lombok. Daerah ini juga sama sekali dilarang total kepemilikan kendaraan, dampaknya penyewaan kuda dan sepeda laris serta menjadi pendapatan masyarakat.

“Niatnya agar Maratua tetap tenang dan enggak ada polusi. Kalau di Maratua intinya bukan larangan total. Karena jaraknya jauh-jauh,” ungkapnya. (app/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

Jadi Gaya Hidup

TANJUNG REDEB – Perkembangan kopi dalam rentan waktu 40 sampai…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:51

Pelindo Cek Kedalaman Sungai

SAMBALIUNG – Pembangunan Pelabuhan Gurimbang oleh PT Pelindo IV, bakal…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:48

Kerugian Negara Rp 15,2 Miliar

TANJUNG REDEB – Penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang…

Jumat, 07 Desember 2018 13:34

Borong 12 Medali, Berau Juara Umum

TANJUNG REDEB – Cabang Olahraga Layar berhasil memborong 12 medali…

Jumat, 07 Desember 2018 13:32

Tanamkan Moral, Pelajar Jadi Sasaran

Suasana tegang biasanya mengiringi jalannya pelaksanaan lomba pidato yang digelar…

Jumat, 07 Desember 2018 13:25

Bupati Serahkan pada Kejaksaan

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram menyerahkan sepenuhnya persoalan dugaan…

Kamis, 06 Desember 2018 13:25

Sopir Truk Diperiksa sebagai Saksi

TANJUNG REDEB – Polisi masih mendalami penyelidikan kecelakaan maut di…

Kamis, 06 Desember 2018 13:23

Tambah Pengetahuan melalui Pelatihan Jurnalistik

Pendokumentasian sebuah kegiatan merupakan salah satu hal penting. Apalagi bagi…

Kamis, 06 Desember 2018 13:22

Endus Dugaan Penggelapan ADK

TANJUNG REDEB – Selain di Kampung Balikukup, penyalahgunaan Alokasi Dana…

Rabu, 05 Desember 2018 12:27

Segera Sidangkan Laporan FMP4

LAPORAN Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundangan (FMP4) Berau, ditindaklanjuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .