MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 12 Maret 2018 10:34
Tak Ingin Ini Terjadi, Wabup Batasi Kendaraan di Pulau Maratua
Agus Tantomo

PROKAL.CO, MARATUA – Tak ingin ada polusi serta terhindar dari suara bising kendaraan, Pemkab Berau akan membatasi jumlah kendaraan yang ada di Pulau Maratua.

Dikatakan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, soal pembatasan kendaraan di Pulau Maratua, sudah disampaikan pihaknya saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua.

“Pokoknya semua jenis kendaraan, baik roda empat maupun roda dua,” ujarnya kepada Berau Post di Pulau Maratua, beberapa waktu lalu.

Dalam pembatasan kendaraan, nantinya Pemkab akan membuat Peraturan Bupati (Perbup). Hal tersebut juga akan dikoordinasikan dengan instansi terkait lainnya. Izin kepemilikan kendaraan di Maratua, nantinya akan diatur oleh pemerintah.

Saat ini, di Pulau Maratua, sudah terdapat 47 kendaraan baik motor maupun mobil yang rata-rata milik warga Maratua. Jumlah ini akan bertambah dengan adanya 4 unit bus sekolah dan ambulans. “Kalau ambulans enggak mungkin kami larang, termasuk bus untuk anak sekolah. Yang sudah terlanjur ada tidak masalah, nanti kami rumuskan dulu,” jelas Agus.

Rencana pembatasan yang bisa diterapkan nantinya, ketika kendaraan sudah mencapai batas tertentu tidak ada lagi akan diterbitkan izin kepemilikan baru. Jika pun harus ada, maka harus ada yang keluar. “Seperti halnya Singapura, sudah mencapai jumlah sekian tidak boleh ada lagi, makanya terkadang surat-surat atau izin mahal dan jadi pendapatan negara,” terangnya.

Yang menjadi pertimbangan pembatasan kendaraan akan dilakukan, karena angka kecelakaan sudah mulai tinggi, bahkan sudah ada korban meninggal dunia.

Untuk resort, Agus meminta agar menggunakan mobil golf yang memang ramah lingkungan, seperti di Gili Trawangan, Lombok. Daerah ini juga sama sekali dilarang total kepemilikan kendaraan, dampaknya penyewaan kuda dan sepeda laris serta menjadi pendapatan masyarakat.

“Niatnya agar Maratua tetap tenang dan enggak ada polusi. Kalau di Maratua intinya bukan larangan total. Karena jaraknya jauh-jauh,” ungkapnya. (app/udi)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:24

Kebangetan Banyaknya..!! Ada 207 Koperasi Langgar Aturan

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

BIKIN MENJERIT..!!! Elpiji Melon Kian Mahal

TANJUNG REDEB - Persoalan tingginya harga elpiji 3 Kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Maret 2019 12:51

Wisata Kuliner di Kabupaten Ini Stagnan

TANJUNG REDEB - Wacana pembangunan wisata kuliner yang sempat dicanangkan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:47

Ratusan Karyawan Demo, Ini yang Diminta Mereka

TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja tambang batu bara PT Sapta…

Selasa, 19 Maret 2019 12:45

PH Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Terdakwa Ardiansyah dan Roberto yang tersandung kasus…

Selasa, 19 Maret 2019 12:40

Drainase Perkotaan Ditarget Rampung Mei

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*