MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Senin, 12 Maret 2018 10:37
Kepastian yang Tidak Pasti

Penari Langit Bule di Bukit Pabbaresseng (4)

Dahlan Iskan

PROKAL.CO, KALAU Anda bisa paham tulisan seri 4 ini, kecerdasan Anda pasti di atas rata-rata. Inilah bagian yang paling rumit untuk bisa ditulis dengan sederhana: sistem kelistrikan.

Misalnya. Mengenai ketidakpastian berapa pembangkit listrik tenaga angin di Pabbaresseng itu bisa memproduksi listrik. Apakah 75 MW? Ataukah hanya 30 MW? Atau bahkan hanya 20 MW?

Tidak  ada kepastian itu. Tergantung angin. Ini sangat-sangat menyulitkan PLN.

Apalagi masih ada ketidakpastian yang lain: timingnya. Jam berapa bisa kirim listrik dalam jumlah berapa. Jam berapa naik berapa. Jam berapa turun berapa.

Semua tidak pasti. Semua tergantung jam kedatangan angin.

Tidak pasti jumlahnya, tidak pasti pula jam pengirimannya.

Lebih sulit lagi karena ini: Sulsel dalam posisi kelebihan listrik. Padahal listrik dari Pabbaresseng ini harus dibeli dengan harga lebih mahal. Ini berarti PLN Sulsel harus mematikan beberapa pembangkit.

Berapa pembangkit yang harus dimatikan? Di sinilah sulitnya.

Karena serba tidak pasti. Kalau pembangkit yang harus dimatikan itu milik PLN sendiri tidak sulit. Meski tetap rugi secara finansial. Tapi kalau pembangkit itu ternyata milik swasta yang berdasar kontrak listriknya harus dibeli juga, kesulitan PLN bertambah.

Setahu saya banyak pembangkit di Sulsel milik PLN sendiri. Masih baru-baru pula.

Masalahnya pembangkit itu adalah jenis PLTU batubara. Tidak bisa mendadak dimatikan. Tidak bisa pula mendadak dihidupkan.

Kalau toh ada yang bisa dimatikan, masih ada satu kepusingan lagi: Yang kapasitas berapa yang dimatikan? Katakanlah yang kapasitas 50 MW. Misalnya satu unit PLTU yang ada di Barru itu. Tapi jangan-jangan ketika yang 50 MW sudah terlanjur dimatikan tidak ada angin di Pabbaresseng.

Masih banyak kepusingan lain. Misalnya yang terkait pengaturan beban puncak (saat masyarakat paling banyak menggunakan listrik, umumnya antara pukul 17:00 sampai pukul 22:00. Kalau angin bisa dipastikan bertiup kencang pada kurun waktu tersebut, tentu sangat membantu. Tapi siapa yang bisa memerintahkan angin agar hanya bertiup pada jam itu?

Begitu banyak pekerjaan dan pemikiran yang harus dilakukan orang PLN untuk menerima kehadiran pembangkit baru dua tiga bulan lagi itu.

Atau jangan-jangan orang PLN tidak pusing. Masa bodoh. Toh bukan uang dia. Ini kan uang perusahaan.

Sikap masa bodoh itulah yang akan berakibat pada, “biarlah. Produksi saja listrik sebanyak-banyaknya. Kalau tidak digunakan yang rugi kan perusahaan. Bukan kami. Kami kan hanya disuruh.”

Belum lagi masih ada kepusingan lain yang lebih rumit. Masalah frekuensi, masalah transmisi dan masalah teknis lainnya. Tapi untuk apa saya mengajak pembaca untuk ikut pusing?

Kita nikmati sajalah pemandangan indah 30 penari langit bule di Pabbaresseng itu. Yang begitu agung.

Tingginya menjulang 120 meter. Panjang baling-balingnya saja 54 meter.

Kita nikmati saja juga 20 penari langit bule lainnya di Jeneponto itu. Lebih tinggi lagi. Dan rentang bilahnya 60 meter. Berputar di langit begitu anggunnya.

Hanya dengan melihat putaran baling-baling listrik tenaga anginnya saja setidaknya perasaan kita sudah bisa lebih damai.(bersambung/udi)


BACA JUGA

Kamis, 26 Juli 2018 13:32

Sekolah Lapuk

TAMPAK sebagian atap tak lagi menutupi gedung tua itu. Penyangganya hampir lepas. Cahaya masuk dengan…

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .