MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 12 Maret 2018 10:39
Hanya Satu Hiu, Baru Sebatas MoU

Rencana Kerja Sama Pemkab Berau dengan PT Taman Impian Jaya Ancol

HARUS MENGUNTUNGKAN: Hiu paus di perairan Talisayan sudah menjadi salah satu magnet pariwisata untuk Bumi Batiwakkal. Pemkab Berau berencana menjalin kerja sama dengan PT Taman Impian Jaya Ancol, untuk menempatkan satu hiu paus di Ancol dengan kompensasi fee yang masuk ke kas daerah, dan otomatis ikut mempromosikan wisata bahari Bumi Batiwakkal.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, menyebut kerja sama antara Pemkab Berau dengan PT Taman Impian Jaya Ancol masih sebatas Memorandum of Understanding (MoU).

Ia mengatakan, penandatanganan yang dilakukan kedua belah pihak di Jakarta beberapa waktu lalu, belum sepenuhnya merinci hal-hal yang akan disepakati antara kedua pihak. Namun, kerja sama tersebut lebih menekankan pada bidang konservasi dan ilmu pengetahuan.

“Dalam kerja sama ini kami melihat ada peluang promosi pariwisata, dan juga berpotensi meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) Berau,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (10/3). Setelah penandatanganan MoU, langkah selanjutnya adalah penyusunan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak.

Perihal promosi wisata, nantinya hewan-hewan endemik yang ada di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – khususnya biota laut akan dibawa ke tempat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Hewan-hewan tersebut antara lain ubur-ubur tak menyengat, penyu, pari manta hingga hiu paus yang ada di Talisayan.

Namun, di antara hewan-hewan tersebut, hiu paus yang paling terakhir akan dibawa ke Jakarta. Sebab, hiu paus akan ditempatkan di akuarium khusus yang sedang dibangun pihak perusahaan daerah (Perusda) DKI Jakarta.

“Akuarium itu nantinya yang paling besar di dunia dan direncanakan selesai dua tahun mendatang,” ujarnya.

“Kemudian yang perlu diketahui juga, tidak semua hiu paus yang di Talisayan akan dibawa ke sana. Hanya satu ekor saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, mengenai dampak peningkatan PAD, Agus menjelaskan bahwa Berau akan mendapatkan jatah komisi dari tiket masuk pengunjung Taman Impian Jaya Ancol.

“Dalam satu tahun itu, jumlah pengunjung yang masuk ke sana berkisar 18 juta orang. Dan nantinya Berau akan mendapatkan fee dari tiket masuk,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Berau Muharram mengucapkan terima kasih kepada jajaran direksi Taman Impian Jaya Ancol atas kerja sama tersebut. Muharram mengakui bahwa jalinan kerja sama yang dilakukan dalam bidang pariwisata tentu dengan tujuan sama-sama menguntungkan.

“Yang namanya kerja sama dua atau beberapa pihak itu sudah tentu dengan perhitungan saling menguntungkan. Makanya kerja sama ini kami lakukan dengan harapan Pemkab Berau dapat keuntungan dan Ancol pun juga dapat. Target akhirnya pasti seperti itu. Tidak mungkin kami mau kerja sama kalau perhitungan akhirnya rugi,” ujar Muharram.

Sebagai daerah yang terus berupaya menjadi tujuan wisata, baik domestik maupun mancanegara, Berau tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak, seperti Ancol dalam membangun jaringan informasi pariwisata. Sehingga pembangunan pariwisata Berau semakin berkembang dan promosi wisata pun terus berjalan.

Selain Pemkab Berau mendapat keuntungan secara materi yang masuk ke kas daerah, dengan kerja sama ini pariwisata Berau akan terus dipromosikan dan akan lebih dikenal para wisatawan yang berkunjung ke Ancol. Terlebih, kata bupati, pengunjung Ancol jumlahnya mencapai jutaan orang per tahun.

“Ancol yang menyiapkan akuarium raksasa, isinya adalah biota laut Berau jenis pari manta, ubur-ubur Kakaban yang tidak menyengat, dan hiu paus. Ketika orang datang melihat akuarium raksasa ini, mereka tahu bahwa biota laut itu milik Berau. Karena penasaran ingin melihat langsung, maka wisatawan pun berkunjung ke Berau untuk menyaksikan langsung beragam biota dan keindahan bawah laut Berau dengan melakukan penyelaman,” jelas Muharram. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:24

207 Koperasi Langgar Aturan

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Elpiji Melon Kian Mahal

TANJUNG REDEB - Persoalan tingginya harga elpiji 3 Kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Maret 2019 12:51

Wisata Kuliner di Kabupaten Ini Stagnan

TANJUNG REDEB - Wacana pembangunan wisata kuliner yang sempat dicanangkan…

Selasa, 19 Maret 2019 12:47

Ratusan Karyawan Demo, Ini yang Diminta Mereka

TANJUNG REDEB - Ratusan pekerja tambang batu bara PT Sapta…

Selasa, 19 Maret 2019 12:45

PH Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Terdakwa Ardiansyah dan Roberto yang tersandung kasus…

Selasa, 19 Maret 2019 12:40

Drainase Perkotaan Ditarget Rampung Mei

TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 18 Maret 2019 14:51

Proyek MYC Mantaritip Terancam Molor

TANJUNG REDEB -Tahun ini merupakan tahun penyelesaian bagi 10 proyek…

Senin, 18 Maret 2019 14:50

Bupati Tunggu Hasil Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Aksi semena-mena yang dilakukan Kepala Kampung (Kakam)…

Minggu, 17 Maret 2019 01:47

Kawasan Budidaya Kehutanan Terlanjur ‘Dikuasai’ Masyarakat

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram meminta pihak kecamatan melakukan…

Minggu, 17 Maret 2019 01:45

Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*