MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 12 Maret 2018 10:41
Lambat Dalam Penyelesaian Sengketa Industrial

Disnakertrans Kekurangan Mediator

Apridoh Piarso

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus sengketa industrial antara perusahaan dengan karyawan di Bumi Batiwakkal, rata-rata mencapai 70 kasus per tahun. Namun upaya penyelesaian yang dilakukan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau terkesan cukup lamban, karena hanya ditangani satu mediator yang dimiliki Disnakertrans Berau.

Kondisi itu diakui Kepala Disnakertrans Berau Apridoh Piarso. Dikatakan, sebenarnya Berau punya empat mediator yang telah mengikuti pelatihan khusus dengan biaya hingga ratusan juta rupiah. Namun karena tiga orang yang telah mengikuti pelatihan khusus mediator saat ini tidak bertugas di Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnakertrans, maka fungsi mediatornya seolah hilang. “Memang mediator ini seperti pegawai khusus, pendidikannya juga khusus,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, saat ini ketiga pegawai yang sempat mengikuti pelatihan mediator, masih bertugas di Berau. Dua orang ditugaskan pada bidang lain di Disnaketrans, sedangkan yang satu bertugas di instansi lain. “Jadi yang bisa menjalankan fungsinya sebagai mediator tinggal satu, yang memang bertugas di bidang HI,” terang dia.

Untuk mengembalikan fungsinya, Apridoh sudah mengajukan permohonan pengembalian ketiga pegawai yang telah mengikuti pelatihan mediator tersebut, kembali ditugaskan ke Bidang Industrial. “Semoga Pak Bupati menyetujui, karena ini untuk kepentingan kedinasan,” ujarnya.

Tapi di sisi lain, Apridoh juga tidak ingin dianggap menghambat karier kepegawaian ketiga mediator tersebut. Untuk itu, pihaknya juga berharap agar ada kebijakan khusus untuk memberikan tambahan tunjangan kepada mediator yang memang punya fungsi khusus pada sistem Hubungan Industrial.

“Mungkin kemarin dipindah dari bidang HI, karena pertimbangan karier. Karena menjadi mediator itu, ya hanya di situ-situ saja. Cuma memang harus yang punya keahlian khusus yang bisa. Makanya kami juga mengusulkan ada tunjangan khusus bagi mereka, karena mereka juga punya tanggung jawab besar. Minimal (tunjangan, red) setingkat kasi (kepala seksi), supaya kesejahteraannya juga terperhatikan,” pungkas Apridoh. (sin/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 10:52

Disdik Mengaku Belum Tahu Perubahan Jadwal UNBK 2019

TANJUNG REDEB – Tahun 2019, akan menjadi waktu yang sibuk…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Peringatan hingga Distribusi BBM Distop

TANJUNG REDEB – PT Pertamina tengah mencari solusi perihal keberadaan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:48

Wabup: Tak Akan Ada Toleransi

PULAU DERAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berkomitmen dan…

Minggu, 16 Desember 2018 10:46

PH Anggap Perkara Nabucco Diskriminatif

TANJUNG REDEB – Terdakwa PT Nabucco dituntut selama 2 tahun…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan korupsi kapal pariwisata yang mencuat…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:19

BANYAK JUGA..!! Ada 509 Perempuan Menjanda di Kabupaten Ini...

TANJUNG REDEB – Jelang akhir tahun 2018, Pengadilan Agama Berau…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:18

Jawab Keraguan dengan Atlet-Atlet Lokal

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VI di Kutai Timur telah…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:16

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah

TANJUNG REDEB – Masa kampanye pemilihan legislatif maupun presiden sudah…

Jumat, 14 Desember 2018 10:22

ASIK..!! Dapat Kucuran Rp 300 Miliar, di Kabupaten Ini Bakal Ada Sekolah Penerbangan

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun flying…

Jumat, 14 Desember 2018 10:20

Akui Gas Melon Juga Digunakan ASN

TANJUNG REDEB – Persoalan tingginya harga eceran LPG 3 kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .