MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 12 Maret 2018 10:48
Atasi Serangan Hama Monyet, Petani Gunakan Petasan
TETAP BERJAGA: Petani padi gunung tembudan di mengusir hama dengan cara menggunakan petasan.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Petani padi gunung Kampung Tembudan akhirnya menemukan cara jitu untuk mengusir monyet liar yang menyerang areal pertaniannya. Petani menggunakan petasan untuk menakut-nakuti monyet yang merusak tanaman padi.

Mamma, petani Kampung Tembudan mengatakan, penanganan terhadap hama dengan petasan, terbukti ampuh terutama ketika masa panen. Petasan pun tidak membunuh dan melukai monyet-monyet tersebut.

“Baru-baru saja cara itu (menggunakan petasan) kami gunakan. Sementara, sudah terbukti,” katanya kepada Berau Post, Minggu (11/3).

Masalahnya, petasan sangat sulit didapatkan. Sebab, benda itu hanya mudah didapatkan ketika perayaan tahun baru. “Ini lagi yang menjadi kendala kami. Solusi sudah ada, barangnya yang susah didapatkan,” ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan Kurdiah, petani lainya. Ia mengutarakan, cara itu dapat mengurangi kegelisahan petani akan kerusakan tanaman perkebunannya atau bahkan terancam gagal panen akibat serangan hama monyet.

Nah, apalagi menjelang masa panen ketika saat ini. Petasan ucapnya sangat membantu mengurangi kerugian para petani. “Supaya hasil penennya bisa terselamatkan dan kerugian petani tidak terlalu banyak,”terangnya.

Solusi menumpaskan polemik tanaman petani yang diserang hama monyet dengan petasan, kata Kurdiah, petani lainny belum menjadi jaminan. Penjagaan kebun tetap dilakukan. Ditakutkan, metode itu hanya bersifat sementara. ”Masih khawatir. Takutnya seperti cara yang dulu, berjalannya waktu tidak ampuh lagi,” terangnya.

Kendati demikian, dirinya dan petani lainya tetap mencari solusi atau jalan lain untuk mengatasi serangan hama tersebut. Sebab, jika terus menggunakan motode pengusiran dengan petasan, petani malah rugi. Ongkos operasional bakal membengkak, di tengah rendahnya harga jual hasil produksi mereka. “Intinya, kami sudah punya solusi sementara menjelang panen tahun ini,” pungkas Kurdiah. (jun/rio)

 


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 14:30

USBN di SMA 8 Tanpa Kendala

BIDUKBIDUK - Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA/sederajat…

Selasa, 26 Maret 2019 14:03

Islam Tidak Keras, Tapi Tegas

TANJUNG REDEB – Menanggapi adanya salah seorang warga Berau yang…

Selasa, 26 Maret 2019 13:43

Hari Pertama UNBK SMK Lancar

TANJUNG REDEB - Pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari…

Senin, 25 Maret 2019 14:41

Sampah Berserakan, Timbulkan Bau Busuk

SAMBALIUNG - Tumpukan sampah di jalan poros Kampung Suaran, Kecamatan…

Senin, 25 Maret 2019 14:40

Dua Pasar Bakal Dibangun di Pesisir

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi…

Senin, 25 Maret 2019 14:38

Rambu Longsor Ganggu Pandangan Pengendara

TELUK BAYUR - Halangi pandangan, pengendara berharap spanduk yang digunakan…

Senin, 25 Maret 2019 14:37

Camat Talisayan Pelototi Pendatang

TALISAYAN - Pasca diamankannya salah seorang terduga teroris jaringan Sibolga…

Senin, 25 Maret 2019 14:27

Berharap Jalan Poros Tumbit Dayak Ditingkatkan

SAMBALIUNG - Kerap tergenang hingga 1,5 meter, Penjabat Kepala Kampung…

Minggu, 24 Maret 2019 01:18

Era Digital Mudahkan Kemajuan Pariwisata

TANJUNG REDEB – Potensi pariwisata di Kabupaten Berau tidak perlu…

Minggu, 24 Maret 2019 01:15

Ingin Kembangkan Non Formal Pelajarnya

TANJUNG REDEB - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anggrek Prestasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*