MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 13 Maret 2018 12:56
Gaet Investor, DPMPTSP Tingkatkan Pelayanan
PELAYANAN: Salah seorang staf DPMPTSP Berau saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur menuju ke arah yang lebih membaik tahun 2017 lalu berkorelasi positif terhadap rasio investasi. Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kabupaten Berau menempati urutan kedua dengan nilai investasi sebesar Rp 3,26 triliun atau 29,66 persen.

Berdasarkan rilis dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, indikasinya adalah membaiknya rasio realisasi investasi terhadap rencana investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 2017 sebesar 35,10 persen, atau naik 21,03 persen dibanding tahun 2016 sebesar 14,07 persen.

Sementara target realisasi investasi di Kaltim 2017 ditetapkan pencapaiannya sebesar Rp 34,97 triliun. Dengan rincian Rp 12,24 triliun untuk PMDN dan Rp 22,73 triliun untuk PMA. Total realisasi investasi sampai Desember 2017 sebesar Rp. 28,20 triliun. Rinciannya, terdiri dari PMA sebesar Rp 17,22 triliun, dan PMDN sebesar Rp 10,98 triliun.

Pencapaian realisasi investasi tahun 2017 meningkat 20,97 persen dibanding tahun 2016 sebesar Rp 23,31 triliun. Dan jika dibandingkan dengan target realisasi investasi tahun ini (Rp 34,97 triliun), maka pencapaian realisasi investasi sampai Desember mencapai 80,64 persen, lebih baik dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 59,27 persen dari target.

Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 10,98 triliun ini terbagi dalam 357 paket proyek. Dengan lokasi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Investasi paling besar terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai Rp 3,88 triliun atau 35,34 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN.

Selanjutnya, Kabupaten Berau menempati urutan kedua dengan nilai investasi sebesar Rp 3,26 triliun atau 29,66 persen, Kabupaten Kutai Barat dengan nilai investasi sebesar Rp 1,76 triliun atau 16,03 persen.

“Pertumbuhan investasi di Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan setiap tahun, tentu besarnya investasi memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Datu Kesuma kepada media ini, Senin (12/3).

“Besarnya nilai investasi PMDN di Berau berasal dari sektor pertambangan, pariwisata, perkebunan, dan kehutanan,” ungkapnya.

Menurutnya, Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau- memiliki potensi yang cukup bagus untuk investasi. Sedangkan untuk PMA, total realisasi investasi sampai dengan triwulan IV atau Desember 2017 mencapai Rp 17,22 triliun.

Tersebar di 10 kabupaten/kota. Kabupaten Kutai Timur memberikan kontribusi paling signifikan dengan nilai 711,56 juta dollar (Rp 9,53 triliun) atau 55,36 persen dari total realisasi PMA yang terdiri atas 80 proyek PMA. Kemudian disusul Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 230,62 juta dollar (Rp 3,09 triliun) atau 17,94 persen yang terdiri atas 119 proyek. Selanjutnya Pemkot Balikpapan sebesar 171,76 juta dollar (Rp 2,30 triliun) atau 13,36 persen.

“Investor PMA di Berau berasal dari Malaysia dan Jerman. Malaysia lebih banyak di sektor perkebunan. Sedangkan Jerman di sektor pariwisata,” ucap Datu.

Dalam menarik investor, salah satu faktor yang menentukan adalah kemudahan dan kecepatan pelayanan kepada para investor yang berminat menanamkan investasinya di Berau.

“Sebelumnya untuk mengajukan izin, investor harus ke beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis terlebih dahulu. Perlahan kemudahan perizinan terus diupayakan dalam satu tempat yakni di DPMPTSP. Hal ini, sekaligus untuk mempermudah masyarakat atau investor yang akan menanamkan modalnya di daerah ini,” jelas mantan Kepala Kesbangpol Berau itu.(*/nar/asa)

 


BACA JUGA

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

Masih Terpuruk, Lada Dinilai Tak Lagi Menjanjikan

TALISAYAN- Rendahnya harga lada sepertinya menjadi keluhan bagi petani. Khususnya petani yang berada…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:22

Pasokan Ikan Kurang, Ternyata Nelayan Lebih Pilih Jual di Luar, TERNYATA INI ALASANNYA

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, menyebut ada beberapa faktor pemicu kurangnya pasokan…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:18

BUMK Harus Maksimalkan Potensi yang Ada

TALISAYAN - Selain mengelola anggaran yang dikucurkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK), dari pemerintah…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:59

Pasokan Sedikit, Harga Ikan Naik

TANJUNG  REDEB - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di laut memaksa nelayan di Kabupaten Berau, mengurangi…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:37

Demi Biaya Perawatan, Petani Harap Harga Sawit Naik

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, mengharapkan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:19

Akui Penjualan Sapi Kurban Sepi

TANJUNG REDEB -  Menjelang Hari Raya Kurban, para pedagang hewan kurban sudah nampak menjajakan…

Senin, 13 Agustus 2018 00:14

Jangan Jual Sapi Bantuan Pemerintah

BIDUKBIDUK- Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk, mengingatkan agar masyarakat peternak sapi untuk berhati-hati…

Selasa, 31 Juli 2018 14:05

Disperindagkop Pantau Harga Daging

TANJUNG REDEB - Pengawasan penjualan daging terus dilakukan Dinas Peridustrian Perdagangan dan Koperasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .