MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 14 Maret 2018 12:11
KN Diduga Bermain Sendiri

Pengembangan Dugaan Pungli Pengurusan Surat Tanah di Kelurahan Rinding

Andika Dharma S

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Proses penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan surat Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) yang dilakukan KN, oknum ketua RT 11, Kelurahan Rinding, terus dikembangkan penyidik Polres Berau.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berkaitan dengan tersangka KN. Tak hanya beberapa ketua RT lain di Kelurahan Rinding, warga yang sudah mengurus PTSL kepada KN juga dipanggil sebagai saksi. “Sejauh ini sudah ada delapan orang saksi yang kami panggil dan mintai keterangannya,” katanya kepada Berau Post, Selasa (13/3).

Keterangan-keterangan saksi-saksi tersebut, semakin melengkapi berkas penyidikan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, perwira yang sebelumnya bertugas di Kutai Timur ini kembali berencana memanggil saksi-saksi lainnya, guna semakin melengkapi pemberkasan.

“Kami juga nantinya akan melakukan koordinasi dengan pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Berau untuk menanyakan prosedur pengurusan PTSL ini. Apa tugas pihak kelurahan dan juga ketua RT,” ujarnya.

Ditanya kemungkinan adanya tersangka lain, Andika belum bisa memastikan. Sebab, hasil pengembangan penyidikan, belum ada keterangan saksi maupun alat bukti yang mengarah pada keterlibatan orang lain dalam praktik pungli tersebut. KN, lanjut Andika, dianggap menjalankan aksi dugaan pungli tersebut seorang dia.

Tapi, walau sudah berstatus tersangka, pihaknya belum melakukan penahanan kepada KN. “Sejauh ini tersangka kooperatif dengan kami. Dan di sisi lain, dia juga sedang sakit,” tuturnya, memberi alasan tidak ditahannya KN.

Andika berharap, proses penyidikan hingga pemberkasan bisa segera dituntaskan, agar pelimpahan berkas perkara segera diajukan ke Kejaksaan Negeri Berau. “Setelah kami satukan berkas ini, maka secepatnya kami serahkan ke kejaksaan supaya dicek,” tandasnya.

Diketahui, KN (59) diduga memonopoli pengurusan surat tanah, dengan mengambil peran para Ketua RT di kelurahan tersebut. Ya, di Rinding, KN menjadi koordinator pengurusan surat Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL). Hal itu dibenarkan Ketua RT 2 Rinding, Wahab.

Ia mengatakan, status koordinator yang diemban KN merupakan inisiatif KN sendiri, bukan ditunjuk atau diangkat pihak kelurahan. “Jadi setelah ada pertemuan dengan BPN perihal sosialisasi Prona, beliau ingin menjadi koordinator untuk hal pengurusan surat tanah, karena memang dia sudah paham dan mengetahui cara pengurusan surat tanah ini,” kata Wahab saat diwawancara Berau Post, Minggu (25/2).

Terpisah, Ketua RT 8 Rinding, Dwi Haryono, juga membenarkan pengajuan diri oleh KN untuk menjadi koordinator pengurusan surat tanah Prona. Menurutnya, apa yang perankan KN tidak jauh berbeda layaknya seorang calo. Tidak ada kaitannya dengan amanah yang diembannya sebagai ketua RT.

Terkait biaya pengurusan yang dipatok KN, karena pengurusan surat tanah melalui Prona harus secara kolektif atau bersama. “Jadi harga yang dipatok itu sebenarnya di luar item-item yang digratiskan pihak BPN, seperti pendaftaran, biaya PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk tanah dengan nilai di bawah Rp 60 juta dan sebagainya,” tuturnya.

Biaya Rp 1,5 juta yang dipatok KN, lanjut Dwi, digunakan untuk pengambilan formulir, membeli matrai, pembuatan patok, hingga transportasi dan konsumsi tukang ukur tanah.

Dari tangan KN, polisi mengamankan uang tunai Rp 4,5 juta yang diduga hasil pungli pengurusan surat tanah. Polisi juga mengamankan sebuah buku catatan yang berisi nama-nama masyarakat yang telah dan sedang mengurus sertifikat tanah. Polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa tiga berkas surat proses sertifikasi tanah, surat akta pelepasan dan pembebasan penguasaan tanah dengan Nomor: 593/865/C-Tb/P.RD/X/2015, tanggal 1 Oktober 2015. Dan surat dengan Nomor: 593/607/C-TB/P.RD/VIII/2014, tanggal 18 Agustus 2014 atas nama Pawero Rejo. (arp/udi)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 16:43

Yakin Bawa Pulang Tiga Medali Emas

Cabang olahraga Muay Thai merupakan salah satu cabor yang nyatakan kesiapannya di ajang Porprov 2018…

Selasa, 18 September 2018 16:40

Muncul Koperasi TKBM ‘Tandingan’

TANJUNG REDEB – Polemik antara buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung…

Selasa, 18 September 2018 16:39

12 Juli, Rustan Mundur dari Gerindra

Polemik mengenai Pergantian Antar Waktu (PAW) Firmansyah, membuat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)…

Selasa, 18 September 2018 16:33

Internal Demokrat Berau Memanas

TANJUNG REDEB – Keputusan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Berau yang menunjuk…

Selasa, 18 September 2018 16:20

Berpuasa, Widi Tertidur saat Berkendara

TANJUNG REDEB – Enam pengendara roda dua dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul…

Senin, 17 September 2018 15:27

Mogok Kerja Merugikan Masyarakat, K2 di Berau Diimbau Tak Ikut-ikutan

TANJUNG REDEB – Kembali mencuatnya rencana honorer kategori 2 (K2) se-Indonesia menggelar aksi…

Senin, 17 September 2018 13:58

Target Dua Emas, Matangkan Atlet di Bekasi

Dua emas menjadi target yang dicanangkan Perserosi Berau pada porprov nanti. Untuk mewujudkan itu, empat…

Senin, 17 September 2018 13:56

Ayo Makan Ikan!

TANJUNG REDEB – Ribuan masyarakat Berau berpesta pada Irau Manutung Jukut yang digelar di sepanjang…

Minggu, 16 September 2018 12:58

Hobi Terlarang Kicau Mania

POPULASINYA dianggap terancam punah, sebanyak 562 jenis burung masuk dalam 919 jenis tumbuhan dan satwa…

Minggu, 16 September 2018 12:52

Tak Pernah Pasang Target, Atlet Jalani TC tiap Hari

Menjadi salah satu cabor yang paling banyak mendulang medali, atlet atletik tidak pernah absen berlatih.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .