MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 14 Maret 2018 12:37
KAPITALISME LEWAT NARKOBA
Siti Aminah, S.Pd.I

PROKAL.CO, align="left">AKHIR-akhir ini hangat di media pemberitaan terkait impor berton-ton sabu-sabu ke Indonesia. Tidak salah-salah, ber ton sabu-sabu siap disebar di seluruh Indonesia. Bayangkan ber ton ton, bukan angka yang sedikit. Tentunya ada permintaan impor sebanyak itu, Indonesia secara diam-diam terjadi sindikat pengedar narkoba besar-besaran, melihat permintaan pasar yang tidak sedikit.

Melihat kondisi negeri kita sangat miris dan memprihatinkan, bagaimana mungkin nasib bangsa kita di masa mendatang bila negeri kita menjadi pemasok narkoba terbesar. Mau di bawa kemana pemuda-pemudi kita?

Bayangkan, dari usia bayi, anak-anak, pelajar,nenek-nenek, pejabat, artis hingga aparat tersangkut kasus narkoba. Hal itu bukan sekadar berita hoaks, tetapi realitanya yang terjadi demikian adanya. Rumah tahanan negara dan lembaga pemasyarakatan penuh dengan narapidana kasus narkoba. Narkoba sudah menjadi virus yang mewabah dari dulu hingga sekarang.

Melihat kondisi negeri ini yang tidak ada perubahan. Apa yang harus kita lakukan? Darurat Narkoba menjadi predikat negeri ini.

Apa harus ada korban lalu diusut tuntas sampai ke akarnya? Dari beberapa artikel yang banyak saya baca, peredaran narkoba lebih banyak terjadi lewat perairan, penyelundupan narkoba lewat orang-orang asing yang bekerja sama dengan pribumi. Kemudian mengemasnya dengan kemasan yang cantik, untuk mengelabui dicampurkan dalam permen, minuman, hingga yang pernah saya tonton menyelundupkan narkoba dalam tubuh manusia, tubuh manusia dibedah kemudian memasukkan narkoba tersebut pada orang tersebut kemudian dikirim kepada yang memesan.

Banyak hal yang di lakukan para kapitalisme, dengan berbagai cara yang penting keuntungan yang diraup. Keuntungan yang didapat dari penjualan narkoba  sangat menggiurkan bagi pebisnisnya. Sehingga dari dulu hingga sekarang bisnis narkoba tidak ada matinya diperjual belikan. Tentu, sasarannya kepada negri-negri yang lengah, kepada para budak kenikmatan sesaat dengan mengonsumsi narkoba. Salah satu yang saya tahu narkoba dapat membuat tubuh kuat tanpa lelah. Membuat penggunanya melayang dan berhalusinasi seakan hidup ini begitu nikmat baginya.

Para pemuda broken home, galau sangat mudah mengonsumsi barang-barang seperti ini agar suasana hatinya damai dan tenang. Efeknya ketika tidak menemui narkoba menjadi candu yang mematikan bagi penggunanya. Rasa mengggigil kedinginan, sakit teramat sangat memaksa pengguna mencari apapun caranya agar mendapatkan kembali narkoba. Hal yang seperti ini menjadikan pengguna ketergantungan hingga mencuri uang orangtua, merampok rumah tetangga untuk membeli narkoba. Bukan lagu lama, kawan saya di lapas sebut saja namanya “A”, “bila tidak mendapatkannya tersiksa setengah mati.” katanya. Sampai kapan negeri ini harus darurat narkoba? Mau jadi apa bangsa kita? Mau jadi apa rakyat kita, bila dipasok berton-ton narkoba ke dalam negeri terus menerus?

Informasi yang saya dapatkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Redeb tahun 2015 silam yang masih subur di ingatan, bincang-bincang bersama  Kepala Rutan yang saat itu dijabat Teguh Pamudji menyampaikan bahwa Rutan Kelas IIB sebenarnya sudah over kapasitas, tidak mampu menampung lagi hingga tempat tidur para napi diakali dengan tempat tidur bersusun-susun. Beliau juga mengungkapkan bahwa rata-rata kasus yang terjadi di sini adalah pengguna dan pengedar narkoba.

Tentu hal ini sangat memprihatinkan, berton-ton narkoba dikerahkan ke Indonesia, bukan saja menebar virus, tetapi lebih dari itu untuk memusnahkan Indonesia khususnya para pemuda dan pemudinya generasi selanjutnya rusak tak kepalang. Dapat kita analisa bahwa sangat terorganisir sekali sindikat narkoba yang terjadi di negeri kita. Politik kapitalisme yang besar-besaran merongrong dunia termasuk Indonesia, menjadi sasaran empuk paham kapitalisme menguras triliunan duit rakyat Indonesia dengan menjajakan kenikmatan bernama narkoba ke Indonesia. Berton-ton pasokan narkoba tentu berapa banyak pundi-pundi dolar yang diraup dari negeri ini berkat perdagangan narkoba. Narkoba tidak akan berhenti pengimporan besar-besaran hingga tidak ada candu yan terdapat pada narkoba. Candu yang ada di dalamnya menjadikan pemakai ketergantungan hingga terus-menerus mengunakan narkoba sebagai bentuk kenikmatan, ketenangan dan anti lelah ketika bekerja.

 

Para artis sedikit banyaknya yang mendekam di bui disebabkan penggunaan narkoba untuk bertahan ketika bekerja dengan porsir waktu yang tidak terbendung. Tetap tahan dan aktif bekerja dalam syuting, iklan hingga video klip ketika mengonsumsi narkoba. Masalah ketika yang digunakan narkoba yang dilarang pengunaannya dalam undang-undang dan termasuk barang haram dalam konteks agama karena merusak tubuh manusia, penyakit bagi keluarga dan masyarakat luas. Menjadi pekerjaan yang sangat berat bagi BNN menangani hal ini, sehingga sebagai rakyat Indonesia yang peduli dengan kelangsungan hidup generasi yang lebih baik di masa mendatang menjadi tugas semua masyarakat Indonesia untuk mensosialisasikan bahaya-bahaya narkoba bagi masyarakat sekitar. Sehingga rakyat lambat-laun tersadarkan dari berbahayanya narkoba.

 

Demikian, pandangan dari penulis yang dituangkan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca khususnya pembaca yang berperan dalam masalah penangulangan narkoba.

 

*)Penulis adalah aktivis di Muhammadiyah, alumni STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, aktivis IMM dan pengajar di SD Muhammadiyah Tanjung Redeb


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

Beredarnya video penganiayaan seorang ibu kepada anak kandungnya di media sosial, membuat geram semua…

Senin, 21 Mei 2018 13:50

Ibu Senang, Bayi Girang

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan. Semua umat Islam bersuka cita atas kehadiran…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:24

SELAMAT DATANG RAMADAN

ALHAMDULILLAH, umat islam sudah memasuki bulan Ramadan, aromanya yang beberapa minggu lalu sudah semerbak…

Jumat, 18 Mei 2018 00:05

Penyegaran atau Balas Dendam?

BAHWA mutasi atau perombakan pejabat di lingkungan pemerintahan, baik di tingkat kabupaten dan kota…

Rabu, 16 Mei 2018 00:51

Islam Melawan Terorisme

JAGAT media kembali memberitakan aksi terorisme. Menurut keterangan juru bicara Kepolisian Daerah Jawa…

Selasa, 08 Mei 2018 00:28

Ekonomi Syukur

BERSYUKUR adalah salah satu ajaran terpenting dalam Islam. Bersyukur sebanding dengan bersabar.…

Senin, 07 Mei 2018 11:18

“Ya Allah, muliakan dan bahagiakanlah Pak Jokowi.”

SAAT membaca kalimat doa di atas, bagaimana tanggapan Anda? Ingat, respons Anda yang paling pertama…

Rabu, 02 Mei 2018 00:28

Ketika Hak “Dilayani” Terabaikan

MASIH terlintas di benak saya, sebanyak 42 kepala daerah mendapat penghargaan berupa piala dan piagam…

Senin, 30 April 2018 00:16

Kenapa Harus Sekolah Alam?

“Pak, saya doakan semoga Bapak terpilih nanti, dan harapan saya hanya satu. Saya ingin anak saya…

Sabtu, 21 April 2018 10:28

Kartini Kesehatan

RADEN Adjeng Kartini, sosok yang sangat menginspirasi. Tokoh emansipasi yang  menuntut persamaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .