MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 17 Maret 2018 00:17
Pemindahan Hiu Paus Tergantung Hasil Riset

Kadisbudpar: Ancol Juga Lembaga Konservasi yang Dipercaya Pemerintah

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Terus bergulirnya polemik rencana pemindahan satu ekor hiu paus dari perairan Berau ke Taman Impian Jaya Ancol, dinilai wajar oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Berau, Mappasikra Mappaseleng.

Karena, ujar Mappasikra, jadi atau tidaknya hiu paus ditempatkan di wahana akuarium terbesar di dunia tersebut, tergantung hasil penelitian yang dilakukan PT Taman Impian Jaya Ancol. Riset untuk memastikan apakah dengan memindahkan seekor hiu paus ke Ancol tidak akan mengancam populasi hiu paus di Berau. Termasuk hiu paus yang akan dipindahkan, apa bisa bertahan hidup layaknya di laut lepas, bagaimana ketersediaan makanannya, serta hal lainnya yang mendukung keberlangsungan hiu paus di Ancol. “Masih sangat panjang prosesnya ini,” kata Mappasikra ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (16/3).

Dikatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pmekab Berau dan PT Taman Impian Jaya Ancol, ada waktu selama tiga tahun bagi pihak Ancol untuk melakukan penelitian tersebut. Karena pihak Ancol yang menjadi salah satu lembaga konservasi yang sangat dipercaya pemerintah, sangat mengedepankan kepentingan keberlangsungan hidup seluruh satwa yang jadi penghuni Seaworld Ancol. “Kalau hasil risetnya tidak memungkinkan untuk dipindah, tidak akan dipindah,” ujarnya.

Bukan sekadar bergantung hasil riset, pemindahan hiu paus tersebut juga akan bergantung perizinan yang menjadi kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Kita tunggu saja hasil risetnya seperti apa, serta proses perizinannya nanti bagaimana. Karena jadi tidaknya itu berpindah, tergantung riset dan perizinannya,” pungkas Mappasikra.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Berau Muharram tidak mempersoalkan penolakan tersebut karena itu merupakan hak masyarakat. “Tapi bupati juga punya hak untuk berkreasi,” ujar Muharram sambil memastikan bahwa MoU semacam itu merupakan yang pertama di Indonesia.

Mantan anggota DPRD Provinsi Kaltim ini juga menjelaskan hal yang mendorong pihaknya, membuat kesepahaman dengan PT Taman Impian Jaya Ancol tersebut. Hal itu, lanjut dia, merupakan dorongan agar daerah bisa mendapatkan tambahan pendapatan.

“Muncullah pemikiran bagaimana caranya agar biota laut di Berau ini tetap bisa eksis, tapi juga bisa mendatangkan pendapatan. Makanya kita melakukan penandatanganan MoU itu,” terangnya.

Tapi ditegaskannya, pemanfaatan hiu paus yang ada di perairan Berau, tidak bisa diklaim milik Berau. Karena keberadaan hiu paus di Berau, semata-mata karena ketersediaan makanan yang mereka butuhkan, dan itu disebutnya baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Di mana ada makanan, dia (hiu paus) datang. Puluhan tahun lalu tidak ada, jadi tidak boleh diklaim itu milik Talisayan, milik Berau, Kaltim, itu semua milik negara,” tegasnya.

Tapi, dengan keberadaan sekitar 51-52 ekor hiu paus di perairan Berau, menjadi peluang bagi pemerintah untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Karena, dengan memindahkan satu ekor ke wahana akuarium terbesar di dunia nantinya, akan memancing wisatawan untuk datang ke Bumi Batiwakkal. “Nanti ada penjelasan yang ingin menyaksikan aslinya, silakan berkunjung ke Berau. Yang pasti, target kami (dari penandatanganan MoU itu) adalah PAD,” ungkap Muharram.

Ia juga mengutarakan, seluruh hewan yang ditempatkan di Ancol mendapatkan perawatan yang sangat prima. Malah Muharram menyebut bisa lebih sehat dibandingkan yang hidup di alam lepas.

Apalagi, dengan pendapatan yang dihasilkan dari rencana kerja sama tersebut, bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan program-program bidak kesehatan dan kesejahteraan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Berapa orang yang sakit bisa kita tolong dengan anggaran yang ada. Makanya kita perlu uang. Tapi (masyarakat yang menolak) ini, perikehewanannya lebih besar daripada perikemanusiaannya,” jelasnya. 

Yang perlu digarisbawahi, lanjut dia, rencana kerja sama tersebut baru sebatas MoU yang menjadi dasar untuk mengurus perizinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Tentu semua pendapat saya terima. Masalah jadi atau tidaknya, saya tidak akan memaksakan kehendak. Kalau kementerian menilai tidak layak, ya tidak bisa dilakukan, karena kewenangan persoalan ini ada di kementerian,” pungkasnya. (sin/udi)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 12:47

MTQ Tidak Ganggu Proyek Drainase

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi tinggal menghitung…

Kamis, 26 April 2018 12:45

PU Janji Sentuh Jalan Kemakmuran

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Rahmad, memastikan…

Kamis, 26 April 2018 12:43

PAYAH..!! Mangkir dari Panggilan Kejaksaan, Manajemen PT KN Tunggak Pajak Daerah Rp 26 M

TANJUNG REDEB – Manajemen PT Kertas Nusantara (KN) yang berada di Mangkajang, Kampung Pilanjau,…

Kamis, 26 April 2018 12:41

Maksimal Rp 40 Juta, Bantuan Sosial untuk Korban Bencana

TANJUNG REDEB - Korban kebakaran atau bencana alam, bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemkab…

Rabu, 25 April 2018 00:09

Bupati Juga Kecewa, Penghapusan Proyek Rel Kereta Api Kaltim dari PSN

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram, mengaku kecewa dengan penghapusan proyek rel kereta api di Kaltim…

Rabu, 25 April 2018 00:08

Berharap Dapat Jembatan Timbang

KEPALA Dinas Perhubungan Berau Abdurahman, menghargai masukkan Wakil Ketua DPRD Berau Anwar terkait…

Rabu, 25 April 2018 00:06

Sosok Dermawan yang Jadi Panutan Keluarga

Kemarin (24/4) sore menjadi saat terakhir bagi keluarga dan kerabat melihat jenazah almarhum Wisnu Haris.…

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…

Selasa, 24 April 2018 11:48

Hanya Lima Sekolah Gelar UNBK

TANJUNG REDEB – Sebanyak 3.942 pelajar SMP sederajat, mengikuti ujian nasional kemarin (23/4).…

Selasa, 24 April 2018 11:47

Penyegaran untuk Menjawab Tantangan

BALIKPAPAN - Tantangan industri media yang semakin beragam, menuntut respons terbaik. Tak terkecuali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .