MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 17 Maret 2018 00:19
Polres Masih Siagakan Personel di Sangalaki

Terkait Ancaman Penganiayaan ke Petugas BKSDA

HARUS JADI PERHATIAN: Kelestarian penyu di Kepulauan Derawan terus terancam jika pencurian telurnya marak dilakukan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ancaman terhadap petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pulau Sangalaki, dari pencuri telur penyu pada Februari lalu, masih menjadi perhatian Polres Berau.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, menegaskan, pihaknya masih menyiagakan personel di Pulau Sangalaki, guna mengantisipasi ancaman pencurian telur penyu maupun ancaman penganiayaan terhadap petugas BKSDA yang ada di sana.

“Sampai saat ini belum ketemu pencurinya, tim masih di sana. Setiap minggu kami gilir. Dengan 3 personel, dimana ada 1 perwira dan 2 anggota biasa,” tutur Kapolres di ruang kerjanya, Kamis (16/3).

Selain personel dari Polres Berau, dari Polsek Maratua juga menyiagakan personelnya.”Untuk pulau itu (Sangalaki, Red.) saat ini jadi skala prioritas pengawasan, tapi pulau lainnya juga tetap ada pengawasan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, karena telur penyu, membuat sejumlah oknum berbuat nekat. Petugas BKSDA yang bertugas di Pulau Sangalaki, didatangi sejumlah oknum membawa parang dengan maksud merampok telur penyu, Jumat (9/2).

Ya, aturan dan undang-undang yang melindungi fauna tersebut, sudah tidak lagi ditakuti demi mendapat pundi-pundi rupiah. Hukuman tak membuat segelintir orang jera. Bahkan, hukum yang seharusnya ditaati malah dilanggar.

Kepala BKSDA Berau Agento Seno menjelaskan, lima orang oknum yang diduga dari Pulau Derawan mengancam petugas yang sedang berjaga di Pulau Sangalaki.

Dugaan oknum tersebut jelasnya bukan tanpa alasan. Pihak BKSDA bahkan mengenali dua dari lima oknum tersebut. Agento Seno mengatakan, dua orang oknum tersebut berinisial Rd dan Al yang merupakan warga Pulau Derawan.

“Mereka datang dan mengancam supaya diberi telur penyu. Tapi saya tegaskan ke teman-teman BKSDA untuk tidak diberi,” katanya saat dihubungi Berau Post, Jumat (9/2).

Merasa permintaanya tak digubris, lima oknum itu diterangkan Agento, bakal kembali lagi mendatangi Pulau Sangalaki pada Jumat (9/2) malam. Tujuannya untuk mengambil telur penyu di pulau yang hanya dihuni petugas BKSDA itu.

Mendengar ancaman itu, Agento pun meminta para petugasnya untuk tidak beraktivitas atau melaksanakan tugas pada Jumat malam. Yakni dengan tidak mengambil data aktivitas penyu dan tidak merelokasi telur penyu. “Saya minta begitu karena khawatir dengan keselamatan teman-teman di sana (Pulau Sangalaki, red),” ucapnya.

Pasalnya, ancaman serupa juga telah diterima para petugas BKSDA beberapa hari lalu. Oknum tersebut bahkan berani mendatangi dan menggedor posko petugas demi mendapat telur penyu.

“Karena sebelum kejadian ini, beberapa hari lalu oknum-oknum ini juga mendatangi petugas kami dan menggedor-gedor pintu rumah petugas untuk meminta telur penyu itu,” tambahnya.

Di Pulau Sangalaki, pencurian telur penyu sejatinya tidak hanya terjadi baru-baru ini. Telah berulang kali. Pencurian pun diungkapkan Agento acap kali terjadi pada malam hari, yakni berkisar pada pukul 22.00 Wita hingga 24.00 Wita.  Saat para penyu-penyu bertelur.

Selain itu, para oknum yang diketahui Agento terdiri dari dua kelompok ini, juga nekat memanjat hatchery, yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah tempat penetasan telur. Padahal tinggi tempat penetasan telur dilindungi pagar setinggi dua meter. Tidak berhenti sampai di situ, oknum tersebut juga mengambil telur-telur yang telah direlokasi petugas BKSDA.

Sementara itu, Kepala Polisi Sekitar (Polsek) Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko mengaku belum mendapat laporan perihal ancaman yang dilakukan lima oknum warga Pulau Derawan terhadap petugas BKSDA di Pulau Sangalaki.

Bahkan, untuk pencurian telur penyu juga pihaknya belum pernah mendapat informasi dari pihak BKSDA Berau yang bertugas melakukan relokasi. “Sampai sekarang belum ada laporan mengenai itu,” katanya saat dikonfirmasi.

Padahal, Djumarko mengaku pihaknya dan pihak-pihak terkait selalu rutin menggelar patroli. Namun, tak sekalipun mendapatkan pelaku pencuri telur penyu. “Jujur saja, kami sejauh ini juga cukup sulit untuk berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Karena Pulau Sangalaki yang ditempati para petugasnya itu salah satu pulau tertutup,” ujarnya.

Sebagai penegak hukum di kepulauan yang terkenal wisata baharinya itu, Djumarko akan mencoba melakukan koordinasi dengan BKSDA serta mencari informasi terkait oknum tersebut.

“Tapi setelah ini saya akan mencoba cari informasi mengenai kasus pencurian ini dan tindakan oknum yang membawa senjata tajam itu,” tandasnya.(app2)

 


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 00:43

7 Orang Langsung Hirup Udara Segar

TANJUNG REDEB - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:42

Tinjau Pemondokan di Arafah dan Mina

TANJUNG REDEB - Sudah lebih sepekan seluruh jamaah haji asal Berau berada di Tanah Suci. Walau sempat…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:40

Serap Aspirasi Pedagang

TANJUNG REDEB – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memuji keberhasilan Pemkab Berau yang…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:11

Jual Bantuan Sembako, Upayakan Pengiriman Berupa Dana

TANJUNG REDEB – Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTB), khususnya Lombok, membuat beberapa…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:08

Kasus Dugaan Pemerkosaan Karyawan Tambang, Ternyata Polisi Belum Cukup Bukti

SAMBALIUNG - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap warga Suaran, Sambaliung, oleh salah satu karyawan kontraktor…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:08

Operator Speedboat Mulai Sadar Keselamatan Penumpang, Ini Buktinya....

TANJUNG REDEB - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, akui saat ini pengguna jasa transportsi…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:07

Banding di PT Upaya Terakhir

TANJUNG REDEB – Upaya hukum banding pada perkara kasus yang menimpa Bupati Muharram, merupakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:03

Nelayan Balikukup Masih Sulit Melaut

BATU PUTIH - Sudah sekitar tiga pekan terakhir, angin selatan masih melanda di Kampung Balikukup, Kecamatan…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:01

Kasus Berat, Penanganan di Rumah Aman

TANJUNG REDEB - Menyikapi beberapa kasus atau tindak kriminal pencurian yang dilakukan oleh anak di…

Selasa, 14 Agustus 2018 00:37

Pemberikan Vaksin MR Belum Ada Keluhan

BATU PUTIH - Hingga kini, terkait pemberian imunisasi atau vaksin Measles and Rubella (MR) di Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .