MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 17 Maret 2018 00:23
Meneropong Visi dan Misi Calon Kepala Daerah
Oleh: Dewi Sartika, SE, MM

PROKAL.CO, TAHUN 2018 sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilu kepala daerah secara serentak. Di Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat terdapat dua Pemilu kepala daerah, yakni Pemilihan Gubernur Kaltim dan Pemilihan Bupati Penajam Paser Utara (PPU).

 Momentum pemilukada menjadi momentum yang sangat straegis bagi daerah untuk dapat menentukan keberlanjutan kepemimpinan di tingkat lokal, serta merumuskan kembali keberlanjutan arah pembangunan lima tahun kedepan.

Salah satu aspek yang patut menjadi perhatian publik adalah visi dan misi calon kepala daerah, karena dari konsep visi dan misi tersebutlah tergambar uraian rencana calon kepala daerah dalam membangun daerah lima tahun ke depan.

Visi, misi dan program strategis calon Kepala daerah harus disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sebagaimana tertuang dalam UU 10 tahun 2016 terkait Pemilukada.

Dengan demikian setiap calon Kepala daerah tidak dapat sembarangan dalam menyusun Visi dan Misi pembangunannya, harus tersusun berdasarkan tahapan rencana pembangunan tersebut. Hal ini dilakukan agar terjadi kontinuitas dalam tahapan proses pembangunan.

Kita sering kali mengira bahwa ketika pemimpin kepala daerah berganti, maka kebijakan prioritas pembangunan dapat berganti pula, namun dengan mekanisme tersebut, Undang-Undang menjamin terselenggaranya tahapan pembangunan yang berkelanjutan sesuai rencana yang telah digariskan.

 Setiap calon kepala daerah dapat berimprovisasi, namun tetap dalam koridor yang telah ditetapkan, untuk melakukan akselerasi pembangunan, maupun pengembangan pembangunan tanpa mengurangi substansi tahapan yang telah digariskan.

 Salah satu aspek penting yang seyogya-nya tergambar dan tertuang  dalam visi dan misi calon kepala daerah adalah terkait visi pengembangan aparatur pemerintahan, yakni terkait langkah strategis apa yang akan dilakukan oleh calon kepala dearah terhadap optimalisasi peran abdi negara dalam pembangunan.

 Aspek ini kerap dilupakan bahkan diabaikan oleh sebagian besar calon kepala daerah, mereka umumnya hanya merangkum visi dan misi yang terkait dengan pembangunan fisik, infrastruktur ataupun kebutuhan primer publik.

Mengapa Pengembangan Sumber Daya Aparatur pemerintahan ini menjadi penting? Tentu saja penting, mengingat peran utama aparatur pemerintahan adalah pelaksana teknis dari program-program pembangunan, merekalah yang akan menterjemahkan dan melaksanakan visi dan misi kepala daerah menjadi program-program teknis di lapangan.

Aparatur lah yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat, sehingga harus ada keterkaitan erat antara visi dan misi pembangunan infrastruktur dan suprastruktur daerah yang telah didesain oleh calon kepala daerah dengan agen pelaksananya.

Sebagus apapun konsep program yang direncanakan, namun ketika tidak bisa diimplementasikan dan dikelola dengan baik tentunya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

 Kita dapat bercermin dari beberapa kasus yang terjadi, dimana banyak visi dan misi kepala daerah yang tidak dapat tercapai sepenuhnya, akibat tidak sinkronnya antara kehendak kepala daerah dengan instansi teknis dibawahnya, atau kadang kala terdapat kepala instansi teknis yang kurang mampu mengiringi dan mengimbangi akselerasi perencanaan pembangunan yang didesain oleh kepala daerah yang lebih bersikap dinamis.

Teladan yang baik dapat kita lihat dari model kepemimpinan Ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya misalnya, dimana salah satu kebijakan unggulan-nya adalah membangun sejumlah taman kota dan pedestrian, konsep ini tentu membutuhkan supporting para aparatur yang ahli di bidang penataan kota dan arsitektur sebagai balik layar kebijakan tersebut.

 Begitupula dengan kebijakan Bupati Nurdin Abdullah di Bantaeng yang menerapkan Desa Siaga, tentunya harus ditopang dan dibarengi dengan kesigapan aparatur dalam menjalanakan tugas mensukseskan program tersebut.

 Kita mungkin sering melihat bagaimana aktivitas Bapak Presiden Jokowi yang begitu dinamis dalam menjalankan roda pemerintahan, kinerja beliau harus dapat diikuti oleh sejumlah pembantunya di kementerian, ketika terdapat sejumlah menteri yang kurang sigap dalam bergerak, beliau langsung menyusun agenda reshuffle agar pejabat kementerian yang bersangkutan digantikan oleh orang yang lebih berkompeten dan mampu mengikuti ritme kerjanya.

Hal ini tentu berbeda dengan model pemerintahan di daerah, seorang kepala daerah tidak bisa menyusun kabinetnya berdasarkan kemauannya sendiri, pembantu-pembantu kepala daerah telah tersedia dari unsur aparatur negara, berdasar unsur jenjang kepangkatan yang ada.

 

Sehingga kepala daerah tidak mempunyai banyak pilihan dalam merekrut kabinet kerjanya dalam menjalankan program strategis dalam rangka mewujudkan visi dan misi yang telah disusun. Sehingga seorang kepala daerah harus melakukan pengembangan kapasitas sumberdaya aparaturnya agar kompatibel dengan program strategis yang dijalankan.

Dalam kaitan inilah penting kiranya setiap calon kepala daerah, ketika menyusun visi, misi dan program strategisnya, untuk turut menyertakan atau mencantumkan konsep pengembangan sumberdaya aparatur di dalamnya.

Sehingga ketika terpilih menjadi kepala daerah, yang bersangkutan dapat langsung mensinkronisasi kompatibilitas sumber daya aparatur dengan program strategis yang disusunnya agar para aparatur pemerintahan dapat menjalankan program-program strategis dengan baik.

Hal ini juga dapat menjadi salah satu indikator dalam mengukur sejauh mana keseriusan setiap calon kepala daerah terhadap implementasi visi, misi dan program strategis yang disusunnya, dengan mencantumkan konsep pengembangan sumber daya aparatur dalam desain visi, misi yang ditawarkan.(*/app)

*)Peneliti Muda di PKP2A III LAN


BACA JUGA

Sabtu, 03 Maret 2018 11:28

Menebus Dosa Proyek Raksasa

PERSAHABATAN saya dengan Robert Lai sudah berlangsung lebih 20 tahun. Sudah seperti saudara. Robert…

Selasa, 27 Februari 2018 10:52

Tujuh Bulan di Lemhannas, Sanggupkah?

SUDAH satu minggu, saya harus beradaptasi dengan hal baru. Orang baru, suasana baru, juga ilmu baru.…

Selasa, 20 Februari 2018 09:27

Menanti Angpao di Hari Imlek

TENTU saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan.…

Senin, 19 Februari 2018 10:57

Bahagia walau Gagal Gemuk

BERAT badan saya turun terus. Tinggal 66 kilogram (kg). Dari 70 kg sebelum operasi. Saya harus melawannya.…

Minggu, 18 Februari 2018 11:07

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

KEMBALI opname, saya langsung diinfus delapan botol. Dokter Mohammed Tauqeer Ahmad, ahli syaraf itu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 00:43

Tergoda Lanzhou Lamian Satu-satunya

ROBERT Lai mengabarkan kesuksesan operasi itu ke keluarga saya di Surabaya yang sedang menata barang…

Jumat, 16 Februari 2018 10:40

Valentine Berdarah

SEPERTIsudah menjadi tradisi bagi para pemuda mengadakan pagelaran bernuansa “cinta” pada…

Jumat, 16 Februari 2018 10:20

Pisau di Tangan Benjamin Chua dan Manish

TIBALAH saat operasi itu. Tempat tidur saya didorong dari kamar 803. Menuju ruang operasi di Rumah Sakit…

Kamis, 15 Februari 2018 10:11

Trauma Pilih Kasih dan Harta Warisan

PILIH kasih bisa menyebabkan trauma. Sikap orang tua yang pilih kasih pada anak pada akhirnya memang…

Selasa, 13 Februari 2018 00:04

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

SETELAH anak-menantu-cucu ke Makkah, tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .