MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 17 Maret 2018 00:23
Meneropong Visi dan Misi Calon Kepala Daerah
Oleh: Dewi Sartika, SE, MM

PROKAL.CO, TAHUN 2018 sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan Pemilu kepala daerah secara serentak. Di Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat terdapat dua Pemilu kepala daerah, yakni Pemilihan Gubernur Kaltim dan Pemilihan Bupati Penajam Paser Utara (PPU).

 Momentum pemilukada menjadi momentum yang sangat straegis bagi daerah untuk dapat menentukan keberlanjutan kepemimpinan di tingkat lokal, serta merumuskan kembali keberlanjutan arah pembangunan lima tahun kedepan.

Salah satu aspek yang patut menjadi perhatian publik adalah visi dan misi calon kepala daerah, karena dari konsep visi dan misi tersebutlah tergambar uraian rencana calon kepala daerah dalam membangun daerah lima tahun ke depan.

Visi, misi dan program strategis calon Kepala daerah harus disusun dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) sebagaimana tertuang dalam UU 10 tahun 2016 terkait Pemilukada.

Dengan demikian setiap calon Kepala daerah tidak dapat sembarangan dalam menyusun Visi dan Misi pembangunannya, harus tersusun berdasarkan tahapan rencana pembangunan tersebut. Hal ini dilakukan agar terjadi kontinuitas dalam tahapan proses pembangunan.

Kita sering kali mengira bahwa ketika pemimpin kepala daerah berganti, maka kebijakan prioritas pembangunan dapat berganti pula, namun dengan mekanisme tersebut, Undang-Undang menjamin terselenggaranya tahapan pembangunan yang berkelanjutan sesuai rencana yang telah digariskan.

 Setiap calon kepala daerah dapat berimprovisasi, namun tetap dalam koridor yang telah ditetapkan, untuk melakukan akselerasi pembangunan, maupun pengembangan pembangunan tanpa mengurangi substansi tahapan yang telah digariskan.

 Salah satu aspek penting yang seyogya-nya tergambar dan tertuang  dalam visi dan misi calon kepala daerah adalah terkait visi pengembangan aparatur pemerintahan, yakni terkait langkah strategis apa yang akan dilakukan oleh calon kepala dearah terhadap optimalisasi peran abdi negara dalam pembangunan.

 Aspek ini kerap dilupakan bahkan diabaikan oleh sebagian besar calon kepala daerah, mereka umumnya hanya merangkum visi dan misi yang terkait dengan pembangunan fisik, infrastruktur ataupun kebutuhan primer publik.

Mengapa Pengembangan Sumber Daya Aparatur pemerintahan ini menjadi penting? Tentu saja penting, mengingat peran utama aparatur pemerintahan adalah pelaksana teknis dari program-program pembangunan, merekalah yang akan menterjemahkan dan melaksanakan visi dan misi kepala daerah menjadi program-program teknis di lapangan.

Aparatur lah yang menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat, sehingga harus ada keterkaitan erat antara visi dan misi pembangunan infrastruktur dan suprastruktur daerah yang telah didesain oleh calon kepala daerah dengan agen pelaksananya.

Sebagus apapun konsep program yang direncanakan, namun ketika tidak bisa diimplementasikan dan dikelola dengan baik tentunya tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

 Kita dapat bercermin dari beberapa kasus yang terjadi, dimana banyak visi dan misi kepala daerah yang tidak dapat tercapai sepenuhnya, akibat tidak sinkronnya antara kehendak kepala daerah dengan instansi teknis dibawahnya, atau kadang kala terdapat kepala instansi teknis yang kurang mampu mengiringi dan mengimbangi akselerasi perencanaan pembangunan yang didesain oleh kepala daerah yang lebih bersikap dinamis.

Teladan yang baik dapat kita lihat dari model kepemimpinan Ibu Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya misalnya, dimana salah satu kebijakan unggulan-nya adalah membangun sejumlah taman kota dan pedestrian, konsep ini tentu membutuhkan supporting para aparatur yang ahli di bidang penataan kota dan arsitektur sebagai balik layar kebijakan tersebut.

 Begitupula dengan kebijakan Bupati Nurdin Abdullah di Bantaeng yang menerapkan Desa Siaga, tentunya harus ditopang dan dibarengi dengan kesigapan aparatur dalam menjalanakan tugas mensukseskan program tersebut.

 Kita mungkin sering melihat bagaimana aktivitas Bapak Presiden Jokowi yang begitu dinamis dalam menjalankan roda pemerintahan, kinerja beliau harus dapat diikuti oleh sejumlah pembantunya di kementerian, ketika terdapat sejumlah menteri yang kurang sigap dalam bergerak, beliau langsung menyusun agenda reshuffle agar pejabat kementerian yang bersangkutan digantikan oleh orang yang lebih berkompeten dan mampu mengikuti ritme kerjanya.

Hal ini tentu berbeda dengan model pemerintahan di daerah, seorang kepala daerah tidak bisa menyusun kabinetnya berdasarkan kemauannya sendiri, pembantu-pembantu kepala daerah telah tersedia dari unsur aparatur negara, berdasar unsur jenjang kepangkatan yang ada.

 

Sehingga kepala daerah tidak mempunyai banyak pilihan dalam merekrut kabinet kerjanya dalam menjalankan program strategis dalam rangka mewujudkan visi dan misi yang telah disusun. Sehingga seorang kepala daerah harus melakukan pengembangan kapasitas sumberdaya aparaturnya agar kompatibel dengan program strategis yang dijalankan.

Dalam kaitan inilah penting kiranya setiap calon kepala daerah, ketika menyusun visi, misi dan program strategisnya, untuk turut menyertakan atau mencantumkan konsep pengembangan sumberdaya aparatur di dalamnya.

Sehingga ketika terpilih menjadi kepala daerah, yang bersangkutan dapat langsung mensinkronisasi kompatibilitas sumber daya aparatur dengan program strategis yang disusunnya agar para aparatur pemerintahan dapat menjalankan program-program strategis dengan baik.

Hal ini juga dapat menjadi salah satu indikator dalam mengukur sejauh mana keseriusan setiap calon kepala daerah terhadap implementasi visi, misi dan program strategis yang disusunnya, dengan mencantumkan konsep pengembangan sumber daya aparatur dalam desain visi, misi yang ditawarkan.(*/app)

*)Peneliti Muda di PKP2A III LAN


BACA JUGA

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

Beredarnya video penganiayaan seorang ibu kepada anak kandungnya di media sosial, membuat geram semua…

Senin, 21 Mei 2018 13:50

Ibu Senang, Bayi Girang

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan. Semua umat Islam bersuka cita atas kehadiran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .