MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 17 Maret 2018 00:24
WADUH !!! Sawah Terancam Beralih jadi Perkebunan Sawit
PENGARUH PASAR: Luasan lahan persawahan di Kampung Bumi Jaya terancam beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Petani padi sawah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan enggan memperluas areal persawahan mereka. Permasalahannya pelik dan belum dipecahkan pemerintah daerah. Sulitnya pemasaran, ditambah rendahnya harga jual.

Alhasil, banyak petani mengubah cocok tanam mereka menjadi perkebunan kelapa sawit. Hal itu diungkapkan Kepala Kampung Bumi Jaya, Simprinas Erwan. Ia mengatakan, banyak polemik dihadapi petani persawahan di daerahnya. Namun, masalah utamanya dari segi ekonomis.

Sulitnya pemasaran dan rendahnya harga jual, tentu berimbas pada keberlangsungan perekonomian masyarakat di salah satu perkampungan eks transmigrasi Kecamatan Talisayan tersebut. Sehingga, petani kurang antusias dalam mengeliatkan menanam padi sawah.

Meski diakuinya, bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan. Hanya saja, hal itu bukan menjadi jawaban atas aspirasi petani selama ini. Yaitu, masalah pemasaran dan rendahnya harga jual.

“Ini gambaran, kenapa luas areal persawahan di sini kian berkurang. Yaitu tadi, petani mencari tanaman yang bisa dijadikan sandaran perekonomian. Karena, cocok tanam yang lalu dianggap membelit akses perekonomian mereka,” katanya kepada Berau Post, Jumat (16/3).

Diungkapkan Erwan, saat ini luas areal pertanian padi sawah di daerahnya tinggal 60 hektare dari luasan sebelumnya yakni 100 hektare. Tentu, kata dia, kondisi ini dapat mengancam keberlangsungan salah satu tanaman kebutuhan pokok.

“Ya kami sebisa mungkin mempertahankan lahan yang ada. Itu saja yang bisa kami lakukan, sampai semua aspirasi mereka dapat diraih,” tuturnya.

Seiring fasilitas penunjang petani di daerahnya terus diwujudkan melalui anggaran daerahnya, baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Tapi belum seiring dengan keinginan petani. Oleh karena itu, Erwan berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Berau terkait, dapat memberikan solusi maupun langkah untuk menghidupkan sektor pertanian persawahan.

 “Harapan kami gitu, pemasaran jelas harga juga sesuai keinginan. Jujur ini yang belum petani kami rasakan dan dapatkan,” pungkasnya. (jun/app)

 


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*