MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 17 Maret 2018 00:24
WADUH !!! Sawah Terancam Beralih jadi Perkebunan Sawit
PENGARUH PASAR: Luasan lahan persawahan di Kampung Bumi Jaya terancam beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Petani padi sawah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan enggan memperluas areal persawahan mereka. Permasalahannya pelik dan belum dipecahkan pemerintah daerah. Sulitnya pemasaran, ditambah rendahnya harga jual.

Alhasil, banyak petani mengubah cocok tanam mereka menjadi perkebunan kelapa sawit. Hal itu diungkapkan Kepala Kampung Bumi Jaya, Simprinas Erwan. Ia mengatakan, banyak polemik dihadapi petani persawahan di daerahnya. Namun, masalah utamanya dari segi ekonomis.

Sulitnya pemasaran dan rendahnya harga jual, tentu berimbas pada keberlangsungan perekonomian masyarakat di salah satu perkampungan eks transmigrasi Kecamatan Talisayan tersebut. Sehingga, petani kurang antusias dalam mengeliatkan menanam padi sawah.

Meski diakuinya, bantuan bibit dari pemerintah rutin disalurkan. Hanya saja, hal itu bukan menjadi jawaban atas aspirasi petani selama ini. Yaitu, masalah pemasaran dan rendahnya harga jual.

“Ini gambaran, kenapa luas areal persawahan di sini kian berkurang. Yaitu tadi, petani mencari tanaman yang bisa dijadikan sandaran perekonomian. Karena, cocok tanam yang lalu dianggap membelit akses perekonomian mereka,” katanya kepada Berau Post, Jumat (16/3).

Diungkapkan Erwan, saat ini luas areal pertanian padi sawah di daerahnya tinggal 60 hektare dari luasan sebelumnya yakni 100 hektare. Tentu, kata dia, kondisi ini dapat mengancam keberlangsungan salah satu tanaman kebutuhan pokok.

“Ya kami sebisa mungkin mempertahankan lahan yang ada. Itu saja yang bisa kami lakukan, sampai semua aspirasi mereka dapat diraih,” tuturnya.

Seiring fasilitas penunjang petani di daerahnya terus diwujudkan melalui anggaran daerahnya, baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Tapi belum seiring dengan keinginan petani. Oleh karena itu, Erwan berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Berau terkait, dapat memberikan solusi maupun langkah untuk menghidupkan sektor pertanian persawahan.

 “Harapan kami gitu, pemasaran jelas harga juga sesuai keinginan. Jujur ini yang belum petani kami rasakan dan dapatkan,” pungkasnya. (jun/app)

 


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .