MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 17 Maret 2018 00:27
Nyaris Tak Berharga Lagi, Petani Tinggalkan Kedelai

Luas Lahan dan Produktivitas Hasil Pertanian Tiap Tahun Menyusut

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Komoditas Kedelai di Bumi Batiwakkal sebutan Kabupaten Berau mengalami penurunan produksi, termasuk luas lahan juga terus menyusut. Kondisi tersebut diakibatkan minimnya keinginan petani menanam kedelai.

Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Muhammad Saleh mengatakan, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah luas lahan kedelai mengalami penurunan hingga 100 persen yang puncaknya terjadi pada tahun 2017 (selengkapnya lihat grafis).

“Bisa terlihat dari luasan lahan untuk menanam kedelai, 2014 silam mencapai 465 hektare, kemudian tahun 2015 ada peningkatan mencapai 699 dan kembali turun pada tahun 2016 berkisar 547 hektare serta penurunan cukup drastis tahun 2017 hanya tersisa 81 hektare dengan jumlah produksi 353 ton,” katanya kepada Berau Post, Jumat (16/3).

Kendati demikian, lanjut dia, komoditas kedelai Berau merupakan terbesar menempati rangking pertama di Kaltim dengan presentase 37 persen.

"Penurunan komoditas kedelai tidak hanya terjadi di Berau, beberapa daerah di Kaltim bahkan mengalami hal yang sama. Produksi kedelai Berau tahun lalu menempati urutan pertama di Kaltim dan tidak bisa dipungkiri daerah lain kemungkinan lebih turun lagi," ungkapnya.

Menurutnya, penyebab menurunnya jumlah petani kedelai karena nilai ekonomi kedelai makin hari tak bisa diandalkan. Salah satu penyebabnya adalah harga jual kedelai yang rendah. Sehingga keuntungan yang didapat petani juga berkurang.

Termasuk ancaman puso dan berbagai penyakit yang kerap melanda pertanian kedelai, sehingga harus ditangani secara intensif hingga musim panen.

"Harga kedelai lokal di tingkat petani berkisar Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram, selain itu kedelai lokal harus bersaing dengan kedelai impor yang banyak beredar di pasaran bahkan lebih diminati konsumen karena harganya lebih murah," tuturnya.

"Penghasil kedelai di Berau berada di daerah Talisayan dan Batu Putih, tinggal ini yang masih bertahan," sambungnya.

Ketersediaan bibit dengan varietas tertentu masih terbatas di Berau. Untuk mendapatkannya petani harus rela membeli bibit ke luar daerah seperti Jawa Timur. Sebagai gantinya, petani kedelai di Berau lebih memilih bertani atau beralih fungsi ke komoditas pertanian atau perkebunan lain seperti jagung dan kelapa sawit.

"Dibanding kedelai, jagung dianggap punya nilai jual yang cukup tinggi dan stabil, bahkan produksinya meningkat secara drastis setiap tahun. Di Berau untuk luas tanam tahun 2017 mencapai 5.004 hektare dan produksi berkisar 36.481 ton," terangnya.

Kaltim merupakan salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangan program Upaya Khusus (Upsus) pengembangan tanaman padi, jagung, dan kedelai.

"Berbeda dengan komoditas pertanian mendapat dukungan bantuan bibit atau perluasan lahan dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk pengembangan padi dan jagung. sedang komoditas kedelai tidak ada bantuan," pungkasnya.

Diharapkan keberlangsungan petani kedelai di Berau maupaun daerah lainnya bisa kembali membaik, tentunya dengan kepastian harga maupun pemasaran dan dukungan yang berkesinambungannya. (*/nar/asa)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:02

Bensin Eceran Kembali Rp 10 Ribu Per Botol

TALISAYAN - Sempat turun menjadi Rp 8.000 per botol, harga bensin eceran di Kampung Talisayan, naik…

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .