MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 17 Maret 2018 00:27
Nyaris Tak Berharga Lagi, Petani Tinggalkan Kedelai

Luas Lahan dan Produktivitas Hasil Pertanian Tiap Tahun Menyusut

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Komoditas Kedelai di Bumi Batiwakkal sebutan Kabupaten Berau mengalami penurunan produksi, termasuk luas lahan juga terus menyusut. Kondisi tersebut diakibatkan minimnya keinginan petani menanam kedelai.

Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Muhammad Saleh mengatakan, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah luas lahan kedelai mengalami penurunan hingga 100 persen yang puncaknya terjadi pada tahun 2017 (selengkapnya lihat grafis).

“Bisa terlihat dari luasan lahan untuk menanam kedelai, 2014 silam mencapai 465 hektare, kemudian tahun 2015 ada peningkatan mencapai 699 dan kembali turun pada tahun 2016 berkisar 547 hektare serta penurunan cukup drastis tahun 2017 hanya tersisa 81 hektare dengan jumlah produksi 353 ton,” katanya kepada Berau Post, Jumat (16/3).

Kendati demikian, lanjut dia, komoditas kedelai Berau merupakan terbesar menempati rangking pertama di Kaltim dengan presentase 37 persen.

"Penurunan komoditas kedelai tidak hanya terjadi di Berau, beberapa daerah di Kaltim bahkan mengalami hal yang sama. Produksi kedelai Berau tahun lalu menempati urutan pertama di Kaltim dan tidak bisa dipungkiri daerah lain kemungkinan lebih turun lagi," ungkapnya.

Menurutnya, penyebab menurunnya jumlah petani kedelai karena nilai ekonomi kedelai makin hari tak bisa diandalkan. Salah satu penyebabnya adalah harga jual kedelai yang rendah. Sehingga keuntungan yang didapat petani juga berkurang.

Termasuk ancaman puso dan berbagai penyakit yang kerap melanda pertanian kedelai, sehingga harus ditangani secara intensif hingga musim panen.

"Harga kedelai lokal di tingkat petani berkisar Rp 6 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram, selain itu kedelai lokal harus bersaing dengan kedelai impor yang banyak beredar di pasaran bahkan lebih diminati konsumen karena harganya lebih murah," tuturnya.

"Penghasil kedelai di Berau berada di daerah Talisayan dan Batu Putih, tinggal ini yang masih bertahan," sambungnya.

Ketersediaan bibit dengan varietas tertentu masih terbatas di Berau. Untuk mendapatkannya petani harus rela membeli bibit ke luar daerah seperti Jawa Timur. Sebagai gantinya, petani kedelai di Berau lebih memilih bertani atau beralih fungsi ke komoditas pertanian atau perkebunan lain seperti jagung dan kelapa sawit.

"Dibanding kedelai, jagung dianggap punya nilai jual yang cukup tinggi dan stabil, bahkan produksinya meningkat secara drastis setiap tahun. Di Berau untuk luas tanam tahun 2017 mencapai 5.004 hektare dan produksi berkisar 36.481 ton," terangnya.

Kaltim merupakan salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangan program Upaya Khusus (Upsus) pengembangan tanaman padi, jagung, dan kedelai.

"Berbeda dengan komoditas pertanian mendapat dukungan bantuan bibit atau perluasan lahan dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk pengembangan padi dan jagung. sedang komoditas kedelai tidak ada bantuan," pungkasnya.

Diharapkan keberlangsungan petani kedelai di Berau maupaun daerah lainnya bisa kembali membaik, tentunya dengan kepastian harga maupun pemasaran dan dukungan yang berkesinambungannya. (*/nar/asa)


BACA JUGA

Senin, 16 April 2018 10:55

Kian Tua, Petani Perlu Regenerasi

BATU PUTIH - Kondisi pertanian di Kabupaten Berau, khususnya di wilayah pesisir selatan Berau masih…

Sabtu, 14 April 2018 12:06

Harga Masih Rendah, Petani Lada Dilema

BATU PUTIH - Tren harga lada yang buruk sepertinya masih akan terus berlanjut di wilayah pesisir selatan…

Sabtu, 14 April 2018 12:03

Mulai Terjadi Fluktuasi Harga

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok mengalami fluktuasi. Pasokan disebut-sebut sebagai…

Sabtu, 14 April 2018 12:02

HBA Stabil, Ekonomi Membaik

TANJUNG REDEB – Kestabilan harga batu bara membuat sejumlah pengusaha kembali bergairah untuk…

Jumat, 13 April 2018 11:50

Faktor Kondisi Tanah, Setara dengan Kelapa Sawit

Ada banyak cara untuk mendongkrak perekonomian. Salah satu yang dapat dicontoh seperti mengikuti langkah…

Jumat, 13 April 2018 11:48

Tumbuhkan Motivasi UMKM

TANJUNG REDEB - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga kini masih menjadi salah satu sektor unggulan…

Jumat, 13 April 2018 11:47

Intensitas Hujan Tinggi, Pengusaha Bata Merugi

TANJUNG REDEB – Hujan dalam beberapa pekan terakhir, menghambat  proses pengeringan bata.…

Kamis, 12 April 2018 12:57

Siapkan Sistem Distribusi dan Pengawasan

TALISAYAN – Pembahasan pendistribusian dan pengawasan tabung elpiji tiga kilogram (3 kg) dengan…

Kamis, 12 April 2018 12:39

Stok Beras Bulog Aman hingga Ramadan

TANJUNG REDEB – Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau memastikan stok beras aman untuk memenuhi…

Kamis, 12 April 2018 12:37

Pedagang Resah, Kerugian Menghantui

TANJUNG REDEB – Harga kebutuhan bahan pokok, terutama bumbu dapur mengalami fluktuasi dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .