MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 18 Maret 2018 00:05
Resepsionis Gunakan Pakaian Adat

PHRI Imbau Pengusaha Perhotelan Dukung Perda Pelestarian Budaya

Zulkarnain Tanjung

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan dan Pelestarian Bahasa dan Budaya Barrau, telah disahkan Kamis (15/3) lalu.

Pengesahan perda yang disetujui semua fraksi DPRD Berau itu, langsung ditindaklanjuti jajaran DPRD agar seluruh pegawai di jajaran Pemkab Berau bisa memakai bati Berau sebagai pakaian kedinasan pada hari Kamis, serta meminta pengusaha perhotelan juga menjadikan batik Berau sebagai salah satu seragam kerja seluruh pegawai hotel, minimal satu hari dalam sepekan.

Usulan itu juga didukung penuh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Berau Zulkarnain Tanjung. Bahkan, ia sendiri mengaku telah membiasakan diri untuk menggunakan batik Berau, pada hari tertentu dalam sepekan.

“Untuk perda itu saya sangat mendukung banget. Karena semua masyarakat dan kalangan di Berau ini harus menjaga dan melindungi kebudayaannya, supaya tidak hilang ditelan zaman dan kebudayaan dari luar,” katanya saat diwawancara Berau Post, Sabtu (17/3).

Sebagai dukungan terhadap perda tersebut, Zulkarnain mengimbau seluruh pengusaha hotel di Berau, untuk menerapkan penggunaan batik Berau kepada seluruh pegawai hotel sekali dalam sepekan.

Tak hanya batik Berau, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minang Berau ini bakal meminta pihak hotel menampilkan baju adat khas Berau. “Kalau ini tidak harus semua pegawai, cukup resepsionis atau pegawai yang menyambut tamu masuk,” tuturnya.

Ditanya apabila ada hotel yang tidak mengikuti imbauan tersebut? Zulkarnain menyebut pengusaha hotel tersebut sama halnya tidak mendukung upaya Pemkab Berau dalam melestarikan kebudayaan daerah.

“Tapi sejauh ini kalau ada imbauan atau hal-hal yang berfungsi untuk mempromosikan wisata atau kebudayaan. Pihak-pihak hotel di Berau selalu antusias dan mendukung itu,” ujarnya.

“Sehingganya saya yakin mereka akan mau mengikuti imbauan itu dan membantu pemerintah Berau mempromosikan itu,” tandasnya.

Sebelumnya, juru bicara Fraksi Gerindra Eli Esar Kombong mengharapkan, batik Berau bisa menjadi salah satu pakaian kedinasan bagi seluruh pegawai di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. “Misal tiap hari Kamis, pegawai memakai batik Berau,” katanya saat membacakan pandangan fraksi Gerindra pada paripurna penetapan lima perda di ruang rapat paripurna, Kamis (15/3).

Termasuk, lanjut dia, karyawan perhotelan yang ada di Bumi Batiwakkal, juga menggunakan batik khas Berau pada hari-hari tertentu. “Di hotel juga bisa menerapkannya. Ya, sebagai kontribusi dari pengusaha hotel untuk mendukung pelestarian budaya Berau,” sambungnya.  

Selain penggunaan batik, bahasa Banua juga harus dilestarikan. Bahkan bisa dijadikan salah satu bahasa wajib pada aktivitas penerbangan di Berau. Penggunaan bahasa daerah pada aktivitas penerbangan, ujar dia, sudah diterapkan di beberapa daerah, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Bali. “Jadi ada tiga bahasa yang digunakan di bandara dan maskapai saat berada di Berau. Bahasa Indonesia, Inggris dan Banua,” terang Esar.

Usulan yang sama disampaikan juru bicara Fraksi Bulan Bintang Perjuangan Rudi P Mangunsong. Menurutnya, selain bisa digunakan pada aktivitas penerbangan di bandara, bahasa Banua juga bisa menjadi bahasa pembuka pada rapat-rapat resmi pemerintahan. “Seperti rapat paripurna ini,” katanya sambil mempraktikkan penggunaan bahasa Banua saat menyapa Bupati, Ketua DPRD, dan peserta rapat lainnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 12:47

MTQ Tidak Ganggu Proyek Drainase

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi tinggal menghitung…

Kamis, 26 April 2018 12:45

PU Janji Sentuh Jalan Kemakmuran

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Rahmad, memastikan…

Kamis, 26 April 2018 12:43

PAYAH..!! Mangkir dari Panggilan Kejaksaan, Manajemen PT KN Tunggak Pajak Daerah Rp 26 M

TANJUNG REDEB – Manajemen PT Kertas Nusantara (KN) yang berada di Mangkajang, Kampung Pilanjau,…

Kamis, 26 April 2018 12:41

Maksimal Rp 40 Juta, Bantuan Sosial untuk Korban Bencana

TANJUNG REDEB - Korban kebakaran atau bencana alam, bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemkab…

Rabu, 25 April 2018 00:09

Pengawas Pulau Sambangi Berau

TANJUNG REDEB – Persoalan keamanan pulau-pulau terluar di wilayah Bumi Batiwakkal – sebutan…

Rabu, 25 April 2018 00:09

Bupati Juga Kecewa, Penghapusan Proyek Rel Kereta Api Kaltim dari PSN

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram, mengaku kecewa dengan penghapusan proyek rel kereta api di Kaltim…

Rabu, 25 April 2018 00:08

Berharap Dapat Jembatan Timbang

KEPALA Dinas Perhubungan Berau Abdurahman, menghargai masukkan Wakil Ketua DPRD Berau Anwar terkait…

Rabu, 25 April 2018 00:07

Larangan Konsumsi Kima Kurang Sosialisasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Saga, tak menampik jika masyarakat pesisir masih mengonsumsi…

Rabu, 25 April 2018 00:06

Sosok Dermawan yang Jadi Panutan Keluarga

Kemarin (24/4) sore menjadi saat terakhir bagi keluarga dan kerabat melihat jenazah almarhum Wisnu Haris.…

Selasa, 24 April 2018 11:50

Wisnu Haris Tutup Usia

TANJUNG REDEB - Mantan Staf Ahli Bidang Pembangunan Wisnu Haris (59), mengembuskan napas terakhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .