MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 21 Maret 2018 12:26
Konservasi Penyu Dinilai Gagal
Saga

PROKAL.CO, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, menyoroti kegiatan konservasi penyu yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau di Pulau Sangalaki, Kecamatan Pulau Derawan. Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, konservasi di Pulau Sangalaki dinilai gagal.

Pernyataan tersebut berdasar pada jumlah penyu yang melakukan pendaratan di Pulau Sangalaki saat ini. Ia menjelaskan, sekitar tahun 1990 –an, saat pengelolaan masih ditangani Pemerintah Kabupaten Berau melalui pihak ketiga, jumlah pendaratan penyu di Pulau Sangalaki masih menyentuh angka 80 sampai 100 ekor saat musim penyu bertelur.

Namun, setelah dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA, jumlah pendaratan penyu saat ini menurut Saga, hanya berkisar 40 sampai 50 ekor saja. “Itulah mengapa saya mengatakannya gagal. Karena sebelum dikelola oleh BKSDA, jumlah pendaratan penyu setiap tahunnya makin meningkat,” katanya kepada Berau Post, Senin (20/3).

Ketika dikelola Pemkab Berau, nilai penawaran saat tender pengelolaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dari yang awalnya Rp 200 juta hingga menjadi Rp 1 miliar beberapa tahun kemudian. “Meningkatnya penawaran ini juga menjadi salah satu tolok ukurnya. Yang berarti pengelolaannya baik,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Saga secara terang-terangan menyebut pengelolaan Pemkab Berau lebih baik ketimbang saat ini. Sebab, tak hanya memperhatikan telur penyu, namun juga pengawasan terhadap induk penyu agar tidak diganggu masyarakat atau nelayan, juga berjalan.

Selain itu, Saga mengatakan konservasi penyu juga harusnya memperhatikan seluruh habitat penyu atau tempat penyu bertelur. “Semua kawasan-kawasan pendaratan penyu harusnya diamankan, tidak hanya satu pulau saja,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala BKSDA Berau Agento Seno menampik jika konservasi yang dilakukan pihaknya gagal. Sebab, terkait jumlah banyaknya induk penyu yang mendarat dan bertelur saat ini, merupakan hasil dari pengelolaan sekitar 20 tahun silam.

“Penyu itu butuh waktu sekitar 20 tahun untuk menjadi dewasa dan bertelur. Sementara pada masa itu telur penyu masih dapat diambil dengan bebas. Jadi bukan karena pengelolaan sekarang,” katanya.

Agento juga menegaskan untuk konservasi penyu, tidak bisa mengandalkan pihaknya semata. Karena misalnya, untuk hal pengawasan bukan kewenangan pihaknya. “Itu makanya mengurus penyu tidak bisa cuma BKSDA saja. Kalau semua lepas tanggung jawab, ya jadi tidak terurus dengan baik. Dan sekarang kan seolah semua menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 12 September 2018 13:47

Ingin ‘Dimanfaatkan’ sebagai Wakil Rakyat

Menjadi anggota legislatif tak serta-merta membuat Edy Santosa jemawa. Bahkan, dengan statusnya saat…

Jumat, 07 September 2018 13:51

Fraksi PKS Dorong Pemerintah Terus Berbenah

TANJUNG REDEB – Pekan lalu, DPRD bersama Pemkab Berau telah mengesahkan tiga rancangan peraturan…

Kamis, 06 September 2018 17:01

Bakal Tersenyum setelah Tiga Tahun

TANJUNG REDEB – Kesabaran 262 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di wilayah perkotaan,…

Selasa, 04 September 2018 11:00

Cari Solusi untuk Pendidikan Merata

TANJUNG REDEB – DPRD Berau meminta Pemkab Berau mulai bersiap memenuhi sarana komputer di setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:59

Dewan Sayangkan Sikap Perusahaan

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Abdul Waris, mengaku kecewa dengan sikap salah satu perusahaan…

Kamis, 30 Agustus 2018 13:58

Sekolah Tambah Jam Pelajaran Agama

TANJUNG REDEB – Banyaknya kasus tindakan asusila yang menjerat anak di bawah umur, membuat anggota…

Kamis, 30 Agustus 2018 13:55

Branding Jadi Magnet Menarik Wisatawan

TANJUNG REDEB – Branding merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan sektor pariwisata.…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:45

Sampaikan Penghargaan untuk Almarhum Anwar

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, memimpin rapat paripurna pengangkatan Abdul…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:10

Destine Cup Bisa Jadi Rujukan

TANJUNG REDEB – Turnamen sepak bola usia di bawah 17 tahun bertajuk Destine Cup 2018, memang telah…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:09

Teladani Nabi Ibrahim, Ketua DPRD Sumbang Hewan Kurban

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, turut menyerahkan hewan kurban pada peringatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .