MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 21 Maret 2018 12:26
Konservasi Penyu Dinilai Gagal
Saga

PROKAL.CO, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, menyoroti kegiatan konservasi penyu yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau di Pulau Sangalaki, Kecamatan Pulau Derawan. Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, konservasi di Pulau Sangalaki dinilai gagal.

Pernyataan tersebut berdasar pada jumlah penyu yang melakukan pendaratan di Pulau Sangalaki saat ini. Ia menjelaskan, sekitar tahun 1990 –an, saat pengelolaan masih ditangani Pemerintah Kabupaten Berau melalui pihak ketiga, jumlah pendaratan penyu di Pulau Sangalaki masih menyentuh angka 80 sampai 100 ekor saat musim penyu bertelur.

Namun, setelah dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA, jumlah pendaratan penyu saat ini menurut Saga, hanya berkisar 40 sampai 50 ekor saja. “Itulah mengapa saya mengatakannya gagal. Karena sebelum dikelola oleh BKSDA, jumlah pendaratan penyu setiap tahunnya makin meningkat,” katanya kepada Berau Post, Senin (20/3).

Ketika dikelola Pemkab Berau, nilai penawaran saat tender pengelolaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dari yang awalnya Rp 200 juta hingga menjadi Rp 1 miliar beberapa tahun kemudian. “Meningkatnya penawaran ini juga menjadi salah satu tolok ukurnya. Yang berarti pengelolaannya baik,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Saga secara terang-terangan menyebut pengelolaan Pemkab Berau lebih baik ketimbang saat ini. Sebab, tak hanya memperhatikan telur penyu, namun juga pengawasan terhadap induk penyu agar tidak diganggu masyarakat atau nelayan, juga berjalan.

Selain itu, Saga mengatakan konservasi penyu juga harusnya memperhatikan seluruh habitat penyu atau tempat penyu bertelur. “Semua kawasan-kawasan pendaratan penyu harusnya diamankan, tidak hanya satu pulau saja,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala BKSDA Berau Agento Seno menampik jika konservasi yang dilakukan pihaknya gagal. Sebab, terkait jumlah banyaknya induk penyu yang mendarat dan bertelur saat ini, merupakan hasil dari pengelolaan sekitar 20 tahun silam.

“Penyu itu butuh waktu sekitar 20 tahun untuk menjadi dewasa dan bertelur. Sementara pada masa itu telur penyu masih dapat diambil dengan bebas. Jadi bukan karena pengelolaan sekarang,” katanya.

Agento juga menegaskan untuk konservasi penyu, tidak bisa mengandalkan pihaknya semata. Karena misalnya, untuk hal pengawasan bukan kewenangan pihaknya. “Itu makanya mengurus penyu tidak bisa cuma BKSDA saja. Kalau semua lepas tanggung jawab, ya jadi tidak terurus dengan baik. Dan sekarang kan seolah semua menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Jumat, 06 April 2018 10:14

DPRD Butuh Pendapat Hukum

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau melakukan kerja sama dalam bidang…

Jumat, 06 April 2018 10:13

Terima LKPJ Tahun Anggaran 2017

TANJUNG REDEB – Rapat Paripurna keempat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau…

Rabu, 04 April 2018 12:46

Desak Pemkab Perhatikan Pedagang Pasar SAD

TANJUNG REDEB – Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menggelar jajak pendapat…

Rabu, 04 April 2018 12:45

DPRD Barito Timur Tukar Pikiran

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau mendapat kunjungan kerja (kunker)…

Kamis, 29 Maret 2018 12:26

DPRD Minta KONI Presentasi

TANJUNG REDEB – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau telah mengirimkan surat permohonan…

Rabu, 21 Maret 2018 12:54

Cari Solusi Kelangkaan Gas Melon

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai kelangkaan gas melon atau elpiji ukuran 3 kilogram…

Rabu, 21 Maret 2018 12:53

Minta Seluruh Pihak Berpikir Positif

TANJUNG REDEB – Pro-kontra terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten…

Jumat, 16 Maret 2018 11:49

DPRD Sahkan 5 Raperda jadi Perda

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, menggelar Rapat Paripurna ke-2 di…

Jumat, 16 Maret 2018 11:49

BMI Presentasi ke Dewan

TANJUNG REDEB – Untuk menjaga keberlangsungan ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban, Kecamatan…

Rabu, 14 Februari 2018 13:23

Sekwan Kembalikan 13 Mobil Operasional Dewan

TANJUNG REDEB – Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18/2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .