MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 21 Maret 2018 12:26
Konservasi Penyu Dinilai Gagal
Saga

PROKAL.CO, Wakil Ketua DPRD Berau Saga, menyoroti kegiatan konservasi penyu yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau di Pulau Sangalaki, Kecamatan Pulau Derawan. Menurut politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, konservasi di Pulau Sangalaki dinilai gagal.

Pernyataan tersebut berdasar pada jumlah penyu yang melakukan pendaratan di Pulau Sangalaki saat ini. Ia menjelaskan, sekitar tahun 1990 –an, saat pengelolaan masih ditangani Pemerintah Kabupaten Berau melalui pihak ketiga, jumlah pendaratan penyu di Pulau Sangalaki masih menyentuh angka 80 sampai 100 ekor saat musim penyu bertelur.

Namun, setelah dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA, jumlah pendaratan penyu saat ini menurut Saga, hanya berkisar 40 sampai 50 ekor saja. “Itulah mengapa saya mengatakannya gagal. Karena sebelum dikelola oleh BKSDA, jumlah pendaratan penyu setiap tahunnya makin meningkat,” katanya kepada Berau Post, Senin (20/3).

Ketika dikelola Pemkab Berau, nilai penawaran saat tender pengelolaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dari yang awalnya Rp 200 juta hingga menjadi Rp 1 miliar beberapa tahun kemudian. “Meningkatnya penawaran ini juga menjadi salah satu tolok ukurnya. Yang berarti pengelolaannya baik,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, Saga secara terang-terangan menyebut pengelolaan Pemkab Berau lebih baik ketimbang saat ini. Sebab, tak hanya memperhatikan telur penyu, namun juga pengawasan terhadap induk penyu agar tidak diganggu masyarakat atau nelayan, juga berjalan.

Selain itu, Saga mengatakan konservasi penyu juga harusnya memperhatikan seluruh habitat penyu atau tempat penyu bertelur. “Semua kawasan-kawasan pendaratan penyu harusnya diamankan, tidak hanya satu pulau saja,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala BKSDA Berau Agento Seno menampik jika konservasi yang dilakukan pihaknya gagal. Sebab, terkait jumlah banyaknya induk penyu yang mendarat dan bertelur saat ini, merupakan hasil dari pengelolaan sekitar 20 tahun silam.

“Penyu itu butuh waktu sekitar 20 tahun untuk menjadi dewasa dan bertelur. Sementara pada masa itu telur penyu masih dapat diambil dengan bebas. Jadi bukan karena pengelolaan sekarang,” katanya.

Agento juga menegaskan untuk konservasi penyu, tidak bisa mengandalkan pihaknya semata. Karena misalnya, untuk hal pengawasan bukan kewenangan pihaknya. “Itu makanya mengurus penyu tidak bisa cuma BKSDA saja. Kalau semua lepas tanggung jawab, ya jadi tidak terurus dengan baik. Dan sekarang kan seolah semua menjadi tanggung jawab kami,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 27 Oktober 2018 12:35

Industri Pariwisata Semakin Berkembang

TANJUNG REDEB - Setelah beroperasi sekitar satu tahun, akhirnya Bandara Maratua diresmikan Presiden…

Sabtu, 27 Oktober 2018 12:34

DPRD Berau Pelajari Pengelolaan Zakat di Kabupaten Siak

TANJUNG REDEB – Mendapat rekomendasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat, ketua dan…

Kamis, 25 Oktober 2018 14:50

Minta Masyarakat Terima Pengungsi

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau jadi salah satu daerah tujuan pengungsian korban-korban bencana…

Kamis, 25 Oktober 2018 14:22

PDAM Butuh Pimpinan Definitif

TANJUNG REDEB – Kekosongan posisi pimpinan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:52

Berikan Layanan Kredit 0 Persen

TANJUNG REDEB – Untuk memberikan kemudahan pelayanan kredit bagi masyarakat, DPRD Berau tengah…

Senin, 22 Oktober 2018 13:47

Cari Solusi agar Tidak Mengganggu Investasi

TANJUNG REDEB – Rombongan DPRD Berau melakukan kunjungan atau konsultasi ke Dinas Energi dan Sumber…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:13

Segera Dibahas agar Mendapat Kesepahaman

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menyampaikan lima rancangan peraturan daerah (Raperda)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:12

Sekwan Harus Bersinergi dengan Dewan

TANJUNG REDEB – Tahapan seleksi jabatan untuk Sekretaris Dewan (Sekwan), sudah memasuki tahap…

Rabu, 17 Oktober 2018 13:47

Dewan Bahas Perubahan Alat Kelengkapan

TANJUNG REDEB – Komposisi keanggotaan dan pimpinan komisi serta alat kelengkapan DPRD Berau, diperkirakan…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:39

DPRD Apresiasi Pengawasan dari Kejaksaan

TANJUNG REDEB – Keterlibatan pihak Kejaksaan Negeri Berau dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .