MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 21 Maret 2018 12:53
Minta Seluruh Pihak Berpikir Positif

DPRD Berau Gelar Jajak Pendapat Whale Shark

JAJAK PENDAPAT: DPRD Berau saat menggelar hearing atau jajak pendapat dengan Pemkab Berau dan beberapa LSM pemerhati lingkungan di Gedung DPRD Berau, Senin (19/3).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pro-kontra terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dengan PT Impian Jaya Ancol terus menghangat.

Menindaklanjuti hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau pun menggelar hearing atau jajak pendapat bersama berbagai elemen pemerhati lingkungan dan Pemkab Berau pada Senin (19/3) pagi.

Dalam hearing ini dipimpin langsung Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah bersama Wakil Ketua I Saga dan Wakil Ketua II Anwar juga dihadiri beberapa anggota DPRD lainnya. Sementara dari pihak pemerintah dihadiri Wakil Bupati Agus Tantomo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Mappasikra Mappaseleng dan instansi terkait lainnya.

Berbagai pendapat pun diutarakan di dalam hearing yang dimulai pukul 10.00 Wita tersebut, baik dari pemerhati lingkungan yang menolak ditranslokasikan whale shark ke Ancol, Jakarta dan pandangan Pemkab Berau mengenai alasan kerja sama tersebut.

Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah pun menjelaskan pada dasarnya baik pemerhati lingkungan dan Pemkab Berau sama-sama benar. Baginya, hal ini tergantung dari masing-masing sudut pandang kedua belah pihak.

Sebagai pihak legislatif, Sari–sapaan akrabnya- pun menyarankan agar semua pihak tetap berpikiran positif. “Pahamilah segala sesuatu dan aturan terlebih dahulu. Mana yang lebih baik manfaatnya maka perlu didukung,” katanya kepada Berau Post, Senin (19/3).

Saat ini menurutnya yang perlu dilakukan adalah saling support. Dan berpikir meningkatkan pengawasan di laut. “Pengawasan ini perlu, supaya biota laut yang dilindungi bukan hanya hiu tutul tapi Penyu, Pari Manta, ikan-ikan jenis tertentu dan terumbu karang bisa lestari. Meski kita tahu kewenangan pengawasannya di laut lepas ada di provinsi,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Berau Jasmine Hambali yang turut hadir dalam hearing turut menyampaikan pendapatnya mengenai MoU kerjasama tersebut. Ia pun meminta harus ada jaminan terhadap hewan-hewan yang dikonservasi.

“Apabila ini tetap dilakukan, maka PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya harus berrkontribusi terhadap masyarakat pesisir khususnyanelayan,” katanya dalam hearing.

Menurut anggota DPRD Berau lainnya Rizal, ia menerangkan semua pihak telah sepakat dalam hal konservasi. Semangat inipun diharapkannya harus tetap dijaga semua pihak. “Namun teman-teman di pesisir juga harus menjaga lingkungan dan ekosistem laut dengan melarang penangkapan ikan yang tak ramah lingkungan,” ujarnya.

Semangat para pemerhati lingkungan ini juga turut diapresiasi Wakil Ketua II DPRD Berau Anwar. Menurutnya, terjadinya pro-kontra di masyarakat mengenai whale shark merupakan gambaran atas kepekaan dan kepedulian masyarakat terhadap kebijakan dan pembangunan di Kabupaten Berau.

Ia pun menjelaskan sebagai wakil rakyat pihaknya pun mempunyai komitmen bersama dengan satu visi melindungi dan menjaga lingkungan. “Mudah-mudahan gerakan ini juga bisa didengar Dinas Perikanan provinsi. Karena untuk pengawasan laut merupakan kewenangan mereka,” tuturnya.

Perihal pengawasan yang berada di provinsi ini juga turut menjadi hal yang disampaikan Wakil Ketua I Saga dalam hearing. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini pun meminta semua pihak yang menolak kerja sama pemindahan whale shark ke Ancol tak hanya serta merta memikirkan konservasi. “Kita jangan hanya berbicara menolak-nolak saja. Tapi juga harus berpikir mengenai pengawasan laut,” katanya.

Sebab, sejak diterbitkannya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah maka kewenangan pengawasan laut pun beralih ke provinsi. “Harusnya kita lebih fokus bagaimana pengawasan terhadap laut. Dan saya harapkan semua orang punya terobosan terkait pengawasan itu,” pungkasnya. (arp/adv/rio)


BACA JUGA

Rabu, 12 September 2018 13:47

Ingin ‘Dimanfaatkan’ sebagai Wakil Rakyat

Menjadi anggota legislatif tak serta-merta membuat Edy Santosa jemawa. Bahkan, dengan statusnya saat…

Jumat, 07 September 2018 13:51

Fraksi PKS Dorong Pemerintah Terus Berbenah

TANJUNG REDEB – Pekan lalu, DPRD bersama Pemkab Berau telah mengesahkan tiga rancangan peraturan…

Kamis, 06 September 2018 17:01

Bakal Tersenyum setelah Tiga Tahun

TANJUNG REDEB – Kesabaran 262 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di wilayah perkotaan,…

Selasa, 04 September 2018 11:00

Cari Solusi untuk Pendidikan Merata

TANJUNG REDEB – DPRD Berau meminta Pemkab Berau mulai bersiap memenuhi sarana komputer di setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:59

Dewan Sayangkan Sikap Perusahaan

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua DPRD Berau Abdul Waris, mengaku kecewa dengan sikap salah satu perusahaan…

Kamis, 30 Agustus 2018 13:58

Sekolah Tambah Jam Pelajaran Agama

TANJUNG REDEB – Banyaknya kasus tindakan asusila yang menjerat anak di bawah umur, membuat anggota…

Kamis, 30 Agustus 2018 13:55

Branding Jadi Magnet Menarik Wisatawan

TANJUNG REDEB – Branding merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan sektor pariwisata.…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:45

Sampaikan Penghargaan untuk Almarhum Anwar

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, memimpin rapat paripurna pengangkatan Abdul…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:10

Destine Cup Bisa Jadi Rujukan

TANJUNG REDEB – Turnamen sepak bola usia di bawah 17 tahun bertajuk Destine Cup 2018, memang telah…

Kamis, 23 Agustus 2018 15:09

Teladani Nabi Ibrahim, Ketua DPRD Sumbang Hewan Kurban

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau Syarifatul Syadiah, turut menyerahkan hewan kurban pada peringatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .