MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 30 Maret 2018 00:13
Pengadaan Boiler Unit 4 PLTU Lati, Tunggu Kesepakatan Harga
Najemuddin

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – PT Indo Pusaka Berau (IPB) terus membahas pengadaan boiler unit 4 PLTU Lati, bersama  PT Berau Coal dan anak perusahaan Sinarmas, PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI).

“Kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan, membahas itu (pengadaan boiler, Red.),” ungkap Direktur Utama PT IPB Najemuddin di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dari hasil pertemuan-pertemuan tersebut, dari PT EEI menunggu negosiasi harga boiler dari Tiongkok, yang berkisar Rp 150 miliar.

Pembelian boiler nantinya, diungkapkan Najemuddin dari pembiayaan bank, dan sebelumnya membiayai proyek boiler unit 4 yang tak terealisasi. Jika, dari bank yang bersangkutan tidak sanggup membiayai, maka IPB akan mencari pembiayaan dari bank lain. Sementara kredit ke bank akan ditanggung bersama dari IPB, Berau Coal dan EEI.

“Yang sebelumnya tinggal sekitar Rp 20 miliar, jadi nanti itu ditutupi. Kreditnya selama 5 tahun,” jelasnya.

Terkait pembelian mesin, rencananya, perwakilan tiga perusahaan ini akan bertolak ke Tiongkok, setelah ada kesepakatan dan pembiayaan.”Jangan sampai kami beli kucing dalam karung, harus benar-benar dicek,” tegasnya.

Boiler nanti sepenuhnya dioperasikan oleh IPB, tanpa ada operator dari Tiongkok.

Diberitakan sebelumnya, boiler unit 4 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, dipastikan bakal diadakan lagi. PT Indo Pusaka Berau (IPB) menggandeng pihak ketiga untuk proyek tersebut, dan telah disetujui saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada Januari 2018.

Direktur Utama (Dirut) PT IPB Najemuddin mengungkapkan, dalam pengadaan boiler unit 4, pihak ketiga yang bekerja sama yakni PT Berau Coal dan anak perusahaan Sinar Mas, PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI).

“Jadi dua perusahaan itu investasi dengan IPB untuk memenuhi kebutuhan daya listrik ke PT Berau Coal. Ya semacam patungan lah,” terangnya kepada Berau Post.

Boiler unit 4 berkapasitas 7 Megawatt (MW) itu, dikatakan Najemuddin, suplainya hanya untuk operasional PT Berau Coal. Pasalnya, selama ini PT IPB belum mampu memenuhi kebutuhan listrik perusahaan tambang batu bara terbesar di Bumi Batiwakkal ini. Dalam kontrak PT IPB seharusnya menyuplai total 7 MW, namun karena lebih banyak untuk kepentingan masyarakat harus dialihkan ke PT PLN Area Berau dan Berau Coal hanya mendapatkan 2 MW. “Itu pun kadang-kadang tidak sampai 2 MW yang kami suplai karena kondisi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek pengadaan boiler unit 4 telah disetujui oleh para pemegang saham termasuk pemerintah. “Yang jelas proyek ini sudah disepakati dan disetujui oleh para pemegang saham,” sambungnya.

Untuk diketahui, total daya yang dimiliki PLTU Lati saat ini sebesar 21 MW. Sebanyak 16 MW di suplai ke PT PLN, sementara sisanya untuk operasional PLTU Lati dan suplai ke PT Berau Coal.

Meski ikut serta berinvestasi pada pengadaan boiler ini, nantinya PT Berau Coal tetap membayar listrik pada PT IPB, bahkan nilainya lebih besar dari kontrak sebelumnya yang berkisar Rp 1.270 per kWh. Dan nantinya akan menjadi Rp 1.500 per kWh.

Dari pembahasan sebelumnya, diungkapkan Najemuddin, PT Berau Coal tidak mendapatkan apa-apa, kecuali kepastian suplai listrik dan dapat menghemat pengeluaran karena menggunakan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

“Mereka hanya dapat listrik itu, tentunya penghematan bagi PT Berau Coal, karena saat ini menggunakan diesel pengeluaran bisa mencapai Rp 2.200 per kWh,” jelasnya.

Proyek ini, lanjut  Najemuddin, mulai dijajaki tahun ini dengan nilai proyek sekitar Rp 126 miliar. Ditargetkan 2019 sudah bisa beroperasi. Tapi, sebelum melangkah lebih jauh, pertemuan antara pihaknya dengan PT Berau Coal dan PT EEI akan digelar.

“Kami bicarakan dulu bentuk kerja sama dan sebagainya. Rencananya setelah itu akan bertolak ke Tiongkok melihat mesin yang akan dibeli,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, mesin atau boiler yang rencananya akan diadakan ini, jauh lebih unggul dari mesin-mesin sebelumnya terutama boiler unit 3 yang kerap bermasalah.

“Di sana (Tiongkok, Red.) nantinya akan kami lihat keandalan dan katanya teknologi baru yang bisa dipakai di Berau,” ujarnya.

Najemuddin menegaskan, proyek ini tidak ada hubungannya dengan proyek boiler unit 4 yang gagal dan telah berakhir kontraknya pada Desember 2017, atau proyek pada kepemimpinan direktur utama sebelumnya.(app2)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

Jadi Gaya Hidup

TANJUNG REDEB – Perkembangan kopi dalam rentan waktu 40 sampai…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:51

Pelindo Cek Kedalaman Sungai

SAMBALIUNG – Pembangunan Pelabuhan Gurimbang oleh PT Pelindo IV, bakal…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:48

Kerugian Negara Rp 15,2 Miliar

TANJUNG REDEB – Penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang…

Jumat, 07 Desember 2018 13:34

Borong 12 Medali, Berau Juara Umum

TANJUNG REDEB – Cabang Olahraga Layar berhasil memborong 12 medali…

Jumat, 07 Desember 2018 13:32

Tanamkan Moral, Pelajar Jadi Sasaran

Suasana tegang biasanya mengiringi jalannya pelaksanaan lomba pidato yang digelar…

Jumat, 07 Desember 2018 13:25

Bupati Serahkan pada Kejaksaan

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Muharram menyerahkan sepenuhnya persoalan dugaan…

Kamis, 06 Desember 2018 13:25

Sopir Truk Diperiksa sebagai Saksi

TANJUNG REDEB – Polisi masih mendalami penyelidikan kecelakaan maut di…

Kamis, 06 Desember 2018 13:23

Tambah Pengetahuan melalui Pelatihan Jurnalistik

Pendokumentasian sebuah kegiatan merupakan salah satu hal penting. Apalagi bagi…

Kamis, 06 Desember 2018 13:22

Endus Dugaan Penggelapan ADK

TANJUNG REDEB – Selain di Kampung Balikukup, penyalahgunaan Alokasi Dana…

Rabu, 05 Desember 2018 12:27

Segera Sidangkan Laporan FMP4

LAPORAN Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundangan (FMP4) Berau, ditindaklanjuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .