MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 03 April 2018 12:19
Heboh Pulau Bakungan
Meltalia Tumanduk, S.Pi

PROKAL.CO, align="left">KEMARIN malam salah satu TV nasional memberitakan tentang tidak diperbolehkannya wisatawan lokal masuk ke tempat wisata di Kabupaten Berau tepatnya di Kecamatan Maratua yaitu Pulau Bakungan. Berita ini diberi judul "Bule Usir Wisatawan Lokal".

Awalnya saya dapat pesan WhatsApp (WA) dari seorang teman yang menanyakan itu Pulau Bakungankah dengan mengirim beberapa gambar? karena saya tidak menyaksikan secara langsung berita tersebut jadi saya jawab tidak tahu juga.

Kemudian saya membuka salah satu media sosial dan benar ternyata di beranda heboh berita tentang wisatawan lokal yang diusir warga negara asing (WNA) di Pulau Bakungan.

Komentar dari Bupati Berau bahwa belum jelas apakah pulau tersebut telah dijual atau disewakan kepada warga Jerman.

Setahu saya dulunya pulau ini disewakan oleh pemiliknya dan memang sempat saya dengar bahwa akan dijual. Kebetulan sang pemilik masih ada hubungan keluarga jadi pernah cerita. Selanjutnya saya tidak tahu apakah sudah dijual atau tidak?

Dulu Pulau Bakungan ini menjadi tempat mata pencaharian oleh pemilik lahan, salah satu anggota keluarga pemilik lahan pernah menjadi tetangga saya. Di sana mereka tanami pohon kelapa. Beberapa bulan sekali mereka memanen buah kelapa yang diolah menjadi minyak dan dijual kepada masyarakat sekitar. Bukan hanya pemilik lahan yang menjadi Pulau Bakungan ini tempat mencari mata pencaharian, tetapi masyarakat di sekitar Kecamatan Maratua juga menjadikan Pulau ini salah satu tempat mencari mata pencaharian seperti menangkap Ikan, mencari kerang dan lain-lain yang bisa mereka jual lagi. Selain itu Pulau Bakungan ini tempat beristirahatnya para nelayan maupun tempat berlindung dari angin kencang ketika mereka melaut.

Entah bagaimana sampai Pulau Bakungan ini disewakan oleh pemilik lahan kepada pihak asing. Karena jika melihat Pulau Bakungan ini memang indah dari bentuk pulau itu sendiri yang terdiri dari dua pulau yang sama bentuknya tetapi berbeda ukuran, oleh sebab itu masyarakat disana menyebutnya Bakungan Besar dan Bakungan Kecil. Kedua pulau ini terpisah tidak jauh dan sekarang sudah dihubungkan oleh jembatan. Di antara kedua pulau ini, di tengah-tengah ada lagi pulau yang dinamakan Pulau Pantoga. Biota laut di pulau ini sangat beragam, pasir putih yang landai dan air laut yang jernih menambah keindahan pulau ini. Dari sinilah menarik wisatawan asing untuk mengembangkannya. Jadi Pulau ini sangat penting bagi masyarakat sekitar.

Memang harus diakui kepulauan yang ada di sekitar Kecamatan Maratua memiliki daya tarik tersendiri. Sehingga banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berlomba-lomba untuk berkunjung, bahkan investor asing banyak membeli lahan warga yang kemudian mereka kelola menjadi tempat wisata dengan membangun resort-resort yang dilengkapi dengan fasilitas lainnya untuk menarik para wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara.

Pulau Bakungan hanyalah satu di antara berapa pulau yang berada di Kecamatan Maratua yang telah dibeli/disewa pihak Asing. Belajar dari dugaan diusirnya wisatawan lokal oleh WNA, kita bisa melihat dampak dari penguasaan asing terhadap Sumber Daya Alam yang di sini adalah Pulau. Mereka bisa bertindak sewenang-wenang di daerah kita dengan alasan mereka sudah membelinya. Ini baru terjadi di satu pulau, bagaimana dengan pulau-pulau lain yang mereka kuasai dengan dalih sudah dibeli/disewa. Selain itu kita sebagai warga negara bahkan untuk menikmati keindahan pulau-pulau wisata di negara kita sendiri diharuskan membayar, seperti di Pulau Bakungan ini bahkan harus membayar menggunakan mata uang asing. Padahal seharusnya asing lah yang harus membayar ketika ingin menikmati keindahan alam di negeri ini. Kita sebagai warga negara ini seharusnya bebas menikmati keindahan alam di negeri kita sendiri tanpa harus membayar apalagi dihalangi untuk menikmatinya.

Dalam syariah Islam, hutan, air dan energi termasuk di dalamnya pulau-pulau dan segala isinya yang berlimpah itu wajib dikelola negara.

“Pengelolaannya tidak boleh diserahkan kepada swasta apalagi asing, tapi harus dikelola sepenuhnya oleh negara dan hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam berbagai bentuk. Menurut pandangan sistem ekonomi Islam sumber daya alam termasuk dalam kategori kepemilikan umum sehingga harus dikuasai oleh negara berdasarkan dalil Abyadh bin Hamal Sedangkan untuk SDA yang menguasai hajat hidup orang banyak. Kekayaan alam termasuk pulau-pulau yang bukan hanya keindahannya tetapi juga ikan dan jenis biota laut lainnya merupakan pemberian Allah kepada hamba-Nya sebagai sarana memenuhi kebutuhannya agar dapat hidup sejahtera dan makmur serta jauh dari kemiskinan. Firman Allah Swt yang artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu …”. (Q.S. Al-Baqarah [2]:29)

Dengan demikian, pulau-pulau beserta isinya bagian dari Sumber Daya Alam (SDA) yang berfungsi sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan semua manusia dan penunjang kehidupan mereka di dunia ini sebagai kabaikan, rahmat dan sarana hidup untuk dimanfaatkan oleh manusia dalam rangka menjalankan perintah Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda :

Rasûlullâh bersabda :“Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal; air, padang dan api” (H.R. Ahmad).

Hadis ini juga menegaskan bahwa yang termasuk harta milik umum yang menguasai hajat hidup masyarakat adalah semua kekayaan alam dan menghalangi individu apalagi Asing untuk mengeksploitasinya.(*/app)

 

*) Aktivis Pemerhati Perempuan dan Generasi

 


BACA JUGA

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…

Kamis, 24 Mei 2018 14:30

Ibu, Kembalilah pada Fitrahmu

Beredarnya video penganiayaan seorang ibu kepada anak kandungnya di media sosial, membuat geram semua…

Senin, 21 Mei 2018 13:50

Ibu Senang, Bayi Girang

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan. Semua umat Islam bersuka cita atas kehadiran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .