MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 04 April 2018 12:46
Desak Pemkab Perhatikan Pedagang Pasar SAD
DENGAR KELUHAN PEDAGANG: Komisi II DPRD Berau menggelar hearing dengan Forum Pedagang Kain, Tas, Sandal dan Sepatu dari Pasar SAD serta Disperindagkop Berau di Ruang Rapat Gabungan, Selasa (3/4).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Komisi II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menggelar jajak pendapat atau hearing dengan puluhan pedagang dari Forum Pedagang Kain, Tas, Sandal dan Sepatu Pasar Sanggam Adji Dilayas di Ruang Rapat Gabungan, Selasa (3/4).

Jajak pendapat ini, dipimpin langsung Ketua Komisi II Kamaruddin, Sekretaris Komisi II Ahmad Rizal serta diikuti anggota DPRD Komisi II, yakni Fery Kombong, Syahlidar dan Muhammad Nasir. Sementara itu, pemerintah diwakili Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau serta Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Berau.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pedagang menyampaikan kondisi Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) khususnya untuk penjual kain, tas, sandal dan sepatu kian sepi.

Pedagang menduga sepinya penjualan dikarenakan banyakan kegaitan pasar malam yang sering digelar di berbagai tempat. Padahal para pedagang di pasar malam itu berasal dari luar Berau.

Ditemui seusai jajak pendapat, Kamaruddin pun menyampaikan, hasil dari jejak pendapat tersebut, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Disperindagkop untuk melakukan rapat internal guna membahas permasalahan tersebut.

“Sesuai dengan pernyataan pak bupati mengenai pedagang di lapangan pemuda, itu hanya dikhususkan untuk pedagang kuliner dan tempat permainan anak-anak saja,” katanya saat diwawancara Berau Post, Selasa (3/4).

Terlebih, pihak Disperindagkop Berau diterangkannya tidak pernah mengeluarkan izin bagi pedagang-pedagang kain, tas, sandal dan sepatu untuk berjualan di lapangan pemuda yang notabene kebanyakan pedagang dari luar.

“Kami inginnya mengutamakan pedagang-pedagang yang dari Berau. Karena selama ini kita tuntut mereka bayar pajak atau retribusi, nyatanya kondisi di lapangan malah pedagang dari luar yang masuk,” ujarnya.

“Dan tentunya kami berharap hasil rapat atas keluhan pedagang ini bisa segera ditindaklanjuti pemerintah. Bahkan kalau perlu kami akan melakukan hearing lagi dengan instansi terkait untuk mengetahui tindaklanjutnya,” pungkasnya. (arp/adv/rio)


BACA JUGA

Rabu, 21 Maret 2018 12:53

Minta Seluruh Pihak Berpikir Positif

TANJUNG REDEB – Pro-kontra terhadap Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten…

Rabu, 21 Maret 2018 12:26

Konservasi Penyu Dinilai Gagal

Wakil Ketua DPRD Berau Saga, menyoroti kegiatan konservasi penyu yang dilakukan Balai Konservasi Sumber…

Jumat, 16 Maret 2018 11:49

DPRD Sahkan 5 Raperda jadi Perda

TANJUNG REDEB – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, menggelar Rapat Paripurna ke-2 di…

Jumat, 16 Maret 2018 11:49

BMI Presentasi ke Dewan

TANJUNG REDEB – Untuk menjaga keberlangsungan ubur-ubur tak menyengat di Pulau Kakaban, Kecamatan…

Rabu, 14 Februari 2018 13:23

Sekwan Kembalikan 13 Mobil Operasional Dewan

TANJUNG REDEB – Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 18/2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif…

Kamis, 08 Februari 2018 12:03

Dewan Tinjau Proyek Jalan di Maratua

TANJUNG REDEB – Selain meninjau pengelolaan objek wisata Pulau Kakaban, rombongan DPRD Berau juga…

Rabu, 07 Februari 2018 14:07

Dewan Sayangkan UPT PU “Mangkir”

TANJUNG REDEB - Tak hanya jalan nasional yang kerap menjadi sorotan. Jalan provinsi pun demikian. Seperti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .