MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 09 April 2018 12:39
Abrasi Derawan Jangan Disepelekan
MENGKHAWATIRKAN: Saga bersama aparatur kampung Pulau Derawan ketika meninjau lokasi abrasi, akhir pekan lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pulau Derawan bukan sekadar destinasi wisata andalan Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Namun juga menjadi andalan Kaltim untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara datang setiap tahunnya.

Sayang, kondisi Pulau Derawan saat ini kian mengkhawatirkan. Luasan daratan Pulau Derawan diprediksi kian menyusut karena terjadi abrasi pantai.

Wakil Ketua DPRD Berau Saga yang beberapa hari lalu mengunjungi Pulau Derawan, melihat langsung kondisi pantai yang kian terkikis. Dikatakannya, abrasi di Pulau Derawan kian mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Salah satu indikatornya, raibnya resort milik PT Kertas Nusantara yang dulu menjadi rumah persinggahan mantan Presiden Soeharto saat berkunjung ke Pulau Derawan.

“Helipad dan lapangan volinya sudah juga hilang sekarang,” katanya saat diwawancara Berau Post, Minggu (8/4).

Abrasi bukan satu-satunya yang menjadi perhatiannya selama berkunjung ke Pulau Derawan. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga turut merasakan banjir yang sempat merendam permukiman warga.

“Kurang lebih hanya satu jam hujan turun, jalan permukiman sudah kebanjiran,” ungkap Saga.

Kondisi itu sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, Saga meminta adanya perhatian dan penanganan khusus dari Pemkab Berau terkait abrasi pantai dan banjir di Pulau Derawan.

“Saya juga akan sampaikan kondisi di Pulau Derawan kepada instansi terkait di Pemkab Berau, provinsi hingga pusat. Jangan sampai pulau yang menjadi kebanggaan dan tempat tujuan wisatawan, tidak mempunyai daya tarik lagi nantinya,” tutur Saga.

Sebenarnya, lanjut dia, aparat kampung sudah berinisiatif untuk menangani persoalan tersebut memaksimalkan Alokasi Dana Kampung (ADK).

“Pihak BPK (Badan Permusyawaratan Kampung) bersama kepala kampung sudah sepakat untuk menyisihkan ADK (untuk penanganan abrasi). Tapi dananya sangat terbatas karena juga untuk membiayai kebutuhan yang lain. Makanya niat itu sementara diurungkan,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 14:12

Empat Saksi Dihadirkan

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perihal laporan Forum Masyarakat Peduli…

Rabu, 12 Desember 2018 14:11

“Usaha Tak Akan Membohongi Hasil”

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Rabu, 12 Desember 2018 14:10

Eksekutif-Legislatif Saling Sindir

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan sidang paripurna ke-20 di gedung DPRD…

Selasa, 11 Desember 2018 13:37

Tak Hadir, Tiga Peserta Gugur

TANJUNG REDEB – Tiga peserta langsung dinyatakan gugur karena tak…

Selasa, 11 Desember 2018 13:36

Dugaan Tipikor Masih Samar

TANJUNG REDEB – Laporan dugaan penyelewengan anggaran di Perusahaan Daerah…

Selasa, 11 Desember 2018 13:33

Jadi Pribadi yang Baru, Masih Terngiang Serangan Jepang

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Senin, 10 Desember 2018 13:44

Polisi Periksa Empat Saksi

TANJUNG REDEB – Insiden terendamnya batu bara yang dimuat kapal…

Senin, 10 Desember 2018 13:42

Segera Buka Seleksi Direktur PDAM

PENGADILAN Tata Usaha Negara (PTUN) telah memutuskan menolak gugatan mantan…

Senin, 10 Desember 2018 13:40

Keseharian Berubah, Jadi Lebih Disiplin dan Profesional

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

Jadi Gaya Hidup

TANJUNG REDEB – Perkembangan kopi dalam rentan waktu 40 sampai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .