MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 10 April 2018 00:09
Penyaluran Elpiji Dinilai Tak Tepat Sasaran

Camat Talisayan Gagas Pengambilan dengan KBS

TIDAK TEPAT SASARAN: Penyaluran elpiji 3 Kg di Kecamatan Talisayan, akan dievaluasi.

PROKAL.CO, TALISAYAN – Pengambilan elpiji tiga kilogram (3 kg) menggunakan Kartu Berau Sejahtera (KBS) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digagas oleh Camat Talisayan, David Pamuji masih dalam proses.

Kata Pamuji, pihaknya berencana memanggil sejumlah agen penyalur di wilayah administrasinya untuk membahas rencana penerapan pengambilan elpiji 3 kg yang juga disebut gas melon mengunakan KBS.

Tujuannya, agar penyaluran elpiji 3 Kg benar-benar untuk warga tidak mampu. “Di sini ada tiga agen penyalur elpiji. Dua di Kampung Talisayan dan satu di Kampung Bumi Jaya. Salah satunya mempertegas mekanisme penyaluran dan rencana memberlakukan pengambilan elpiji menggunakan kartu KBS,” katanya kepada Berau Post, Senin (9/4).

Pasalnya, penyaluran yang dilakukan agen selama ini, tidak berdasarkan data. Selama ini, kata dia, pihaknya hanya menerima surat tembusan dari agen jumlah elpiji yang akan disalurkan.

Dalam surat itu juga, ungkap Pamuji, tertera untuk warga tidak mampu, tetapi tidak dilengkapi data akurat seperti penyaluran beras sejahtera dari pemerintah.“Berarti penyalurannya selama ini tidak jelas arahnya ke mana. Inilah yang akan dipertegas,” terangnya.

Dalam pertemuan itu juga, nantinya Pamuji akan memanggil Bidang Perekonomian Setkab Berau yang merupakan ketua tim elpiji di Bumi Batiwakkal, beserta anggota DPRD. Sekalian membahas wacananya untuk memberlakukan pengambilan gas elpiji menggunakan KBS.

Pasalnya, KBS merupakan data akurat keterangan warga tidak mampu yang sudah diverifikasi oleh pemerintah. Sehingga penyalurannya lebih tepat sasaran.

 “Hasil pertemuan nantinya untuk disampaikan ke Bupati Berau, Muharram. Agar rencananya ini dapat dibuatkan regulasi hukum jelas,” terangnya.

Dengan adanya dasar yang jelas, akan lebih mudah memberikan pemahaman kepada masyarakat.”Penegasan ini juga akan kami sosialisasikan pada masyarakat,” pungkasnya.(jun/app)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .